Grow n Health

Madu untuk Anak

Adv. Salah satu stok makanan/minuman yang selalu ada di rumah saya adalah madu. Kenapa madu? Ya karena selain kami percaya khasiat ampuhnya, kami sekeluarga juga suka mengonsumsi madu.

Manfaat madu itu banyak. Sebutlah ia untuk makanan dengan pemanis alami yang bisa digunakan sebagai obat untuk penyembuh, penjaga stamina tubuh, memberi tambahan energi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan manfaat-manfaat yang lain. Bahkan begitu spesialnya madu ini, sampai Allah menurunkan firmannya dalam Al Quran surat An-Nahl ayat 69 :

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan.” [QS. An-Nahl : 69]

Biasanya, kami membeli madu di mini market langganan kami atau jika kebetulan ada teman dan saudara yang jual madu alami, kami beli madu di mereka. Sekalian nglarisi dagangan mereka. Seneng aja kalau beli di teman/saudara yang jual. Rasanya ada kepuasan sendiri bisa ikut membantu beli dagangan mereka. Hehe.

Nah kebetulan minggu kemarin kami mendapat kesempatan untuk mencoba madu untuk khusus anak dengan merek Grow n Health, sebuah produk madu suplemen pertumbuhan anak yang diproduksi oleh CV. Gilang Persada Nusantara dari Yogyakarta. Produknya memang masih baru banget, jadi kalau belum pernah ketemu produknya di pasaran harap maklum. Pelan-pelan sedang disebarkan produk madu anak ini. Tapi nanti di akhir blogpost ini akan saya tuliskan di mana kalau teman-teman mau beli produk ini, lengkap dengan nomor telepon dan juga bisa dapat diskon 10% kalau pakai kode tertentu. Baca sampai akhir ya.

(lebih…)

Begini Caranya Menghemat Listrik Ala Ibu Rumah Tangga

Adv. Hai ibu-ibu, ada yang nyadar gak sih kalau harga listrik makin naik. Padahal kayaknya kebutuhan listrik rumah tangga kita gak pernah berkurang ya. Oleh sebab itu, kita sebagai pengelola keuangan rumah tangga wajib cermat atur-atur biaya kebutuhan listrik supaya hemat dan tagihannya gak membludak.

Sebenarnya menghemat listrik bukanlah hal yang sulit. Kalau bisa konsisten melakukan hal-hal berikut ini, niscaya penggunaan listrik di rumah akan menjadi semakin hemat. Berikut saya bagi tipsnya ya biar tetap hemat listrik: (lebih…)

Restoran Cepat Saji Favorit Keluarga

Sekali dalam seminggu, keluarga saya selalu menyempatkan diri untuk makan bersama di luar rumah. Maksud saya makan di luar rumah ini adalah makan di restoran atau warung makanan/food court. Biasanya pas weekend, entah itu hari Sabtu atau Minggu.

Kami selalu menikmati sesi makan di luar rumah ini karena ternyata makan bersama di luar rumah itu menyenangkan. Selain bisa refreshing sambil cuci mata, enaknya makan di luar rumah itu saya gak perlu cuci piring. Wehehe, mayan kan jadi mengurangi tugas saya untuk umbah-umbah piring kotor 😀

Enaknya lagi makan di restoran itu, kita tinggal tunjuk aja dan pilih mau makan apa. Tinggal pilih menu yang sudah disediakan restoran tersebut. Biasanya, menu-menu makanan ini sudah matang atau setengah matang. Jadi penyajiannya bisa cepat. Lumayan menghemat waktu, gak perlu menyiapkan bahan makanan mentah seperti ketika kita masak di rumah.

Ohya, makan di luar rumah itu juga bisa menambah pengetahuan kita. Misalnya kita jadi tau jenis-jenis makanan, menambah referensi restoran, dan bisa juga sambil mempelajari beragam menu makanan.

Mengajak Anak Makan di HokBen Dekat Rumah

Tapiii.. ada gak enaknya juga kalau makan di luar rumah/restoran. Kalau dihitung-hitung, makan di restoran itu harganya lebih mahal daripada kita masak sendiri di rumah. Asal gak tiap hari, sesekali makan di restoran gak papa lah ya.

Jika ditanya restoran cepat saji apa yang menjadi favorit kami sekeluarga, saya bisa jawab dengan semangat: HokBen! (lebih…)

Review Blackmores Pregnancy and Breastfeeding Gold

Agar Anak Selalu Ceria Selama Perjalanan Liburan

Si bungsu tiba-tiba demam dan hari itu adalah dua hari menjelang keberangkatan kami pulang ke kampung halaman. Suami masih dinas di luar kota dan baru akan pulang esok harinya.

Terus terang saat itu saya panik. Di rumah sendirian, maksudnya sedang tidak ada orang dewasa selain saya di rumah. Sulung menemani, tapi ia pun masih balita yang sedang dalam masa aktifnya.

Saya belum terlalu bisa mengandalkan sulung karena ia juga belum mandiri dan masih butuh bantuan dari saya. Sedangkan bungsu yang masih berumur 16 bulan sedang rewel karena demam. Maunya nempel minta ASI terus dan kemana-mana digendong. Saya packing sambil gendong, makan sambil gendong, bahkan ke kamar mandi pun harus gendong si bungsu.

Bagaimana ini si bungsu masih demam, padahal kami sebentar lagi mau mudik ke kampung suami di Subang yang berjarak sekitar 150 km dari tempat tinggal kami saat ini. Perjalanan rencana akan menggunakan mobil dan waktu tempuhnya sekitar 3 – 4 jam.

Mudik kali ini memang bukan mudik tahunan seperti lebaran tapi mudik bulanan yang biasa kami lakukan untuk menengok orang tua di kampung. Kami usahakan setiap bulan bisa pulang ke rumah mertua sambil silaturahmi sekaligus liburan keluarga.

Beberapa pesan lengkap dengan foto-foto saya kirimkan ke suami melalui WhatsApp mengabarkan bahwa si bungsu panas. Saya tidak bermaksud membuat suami ikut panik juga dan mengganggu konsentrasi bekerjanya. Tapi berharap dengan berbagi informasi tentang keadaan anak bungsu kami saat itu bisa sedikit mengurangi beban dan kepanikan saya.

Ditunggu beberapa menit, belum ada respon dari suami. Bahkan pesannya belum dibaca, tapi sudah sampai. Mungkin dia masih sibuk, pikir saya. Saya balik lagi menyusui dan mengelus-elus punggung si kecil, menciumi keningnya, dan berdoa agar ia cepat sembuh.

Dalam kondisi sendirian seperti ini, saya tau sebenarnya saya gak boleh panik. Akal sehat harus tetap bekerja dan berusaha semuanya ada dalam kendali. Tapi mungkin namanya anak lagi sakit, perasaan panik itu wajar.

Demam Jadi Mukanya Kuyu

Saya tarik nafas dalam-dalam, melepaskannya pelan-pelan dan berusaha menenangkan pikiran. Mengambil alih pikiran negatif, membuangnya jauh-jauh and turns it into positive thought. 

(lebih…)