susu tanpa tambahan garam
Advertorial,  Dapur dan Makanan

Memilih Susu Untuk Keluarga

Sejak kecil, saya sudah akrab dengan susu. Dulu, hampir setiap hari Mama selalu membuatkan susu untuk saya dan adik saya. Membuat segelas susu di pagi hari adalah ritual wajib yang Mama lakukan. Susu yang harus kami minum dan habiskan sebelum berangkat sekolah. Teringat bagaimana sedihnya Mama jika susu yang telah ia buat tidak dihabiskan oleh kami.

Maklumlah, waktu saya kecil, akses terhadap susu agak susah. Dulu harganya lumayan mahal untuk kantong keluarga kami. Makanya, Mama selalu berusaha membujuk kami untuk menghabiskan susu yang telah ia buat.

Stok susu yang selalu ada di rumah kami adalah susu bubuk dan SKM (susu kental manis). Kedua jenis susu inilah yang paling mudah didapatkan di kampung kami di Purworejo, Jawa Tengah. Waktu saya kecil, susah sekali menemukan susu cair yang sudah dikemas seperti sekarang dengan teknologi UHT dan pasteurisasi.

Zaman makin maju, ilmu dan teknologi berkembang pesat. Sudah semakin banyak varian susu yang bisa kita temui saat ini di masyarakat. Bahkan di warung-warung tetangga sekarang pun sudah bisa ditemui berbagai merek susu dalam kemasan.

Kebanyakan, susu dalam kemasan yang paling umum dijumpai dan dijual sekarang adalah susu UHT. Maksudnya, adalah susu yang diolah dengan teknologi UHT (Ultra High Temperature). Caranya, susu segar diolah dengan dipanaskan selama 2-3 detik di suhu 135 sampai 150° C dan segera didinginkan sampai 4-5° C . Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti aslinya. Semua kuman atau mikroorganisme termasuk bakteri patogen dihancurkan oleh suhu ultra tinggi. Susu ini dapat disimpan setidaknya enam minggu (Source: Wikipedia)

Karena sudah terbiasa mengenal susu sejak dari saya kecil dulu, maka ketika menikah dan punya anak sendiri, saya jadi meniru kebiasaan Mama untuk berusaha menyediakan asupan susu bagi keluarga. Walau tidak selalu ada setiap hari, tapi kalau sedang punya rezeki, ya kami sengaja alokasikan dana untuk beli susu, terutama untuk susu anak-anak.

Gambar Susu UHT
Anak-anak menikmati sesi minum susu 🙂

Dari berbagai merek susu dan jenis susu di pasaran, kami sekeluarga memilih membeli susu UHT. Ada beberapa alasan mengapa kami lebih memilih susu UHT dibandingkan susu SKM, susu bubuk, atau susu pasteurisasi. Beberapa keunggulan dari susu UHT adalah:

  • Praktis, tinggal tuang.
  • Waktu penyimpanan panjang dan tidak perlu harus dimasukkan ke lemari pendingin.
  • Higienis dan aman
  • Mudah dibeli
  • Mudah dibawa.
  • Harga terjangkau. Kalau susu pasteurisasi kan biasanya lebih mahal.

Namun untuk rasa, susu UHT memang tidak sesegar susu pasteurisasi. Tapi segini juga udah lumayan kok rasanya. Enak.

Jenis susu UHT yang saat ini dikonsumsi keluarga kami adalah susu UHT Indomilk 1 L yang rasa plain. Kami memilih membeli susu UHT ini karena beberapa alasan. Yuk kita coba buka kebaikan apa saja yang ada di susu UHT Indomilk ini:

  • Tanpa penambahan garam. Ini sudah saya buktikan dengan mengecek langsung komposisi yang tertera di kemasan luar susu UHT Indomilk 1 L (plain).
Garam Dalam Susu
Susu Indomilk 1L yang Plain Tanpa Tambahan Garam
  • Rasanya alami seperti susu segar karena tidak ada penambahan garam sehingga gurihnya asli.
  • Wadahnya langsing ramping, jadi gak makan tempat saat disimpan di kulkas. Karena ramping, anak-anak jadi mudah saat harus menuangkan susu sendiri ke dalam gelas.
  • Ada bermacam rasa terutama coklat dan plain, kesukaan keluarga kami. Ada pula yang non fat.
  • Ada beragam ukuran/size. Biasanya kami beli yang ukuran 1 L (family size) biar banyakan yang bisa minumnya.
  • Harga ramah di kantong. Untuk susu UHT Indomilk 1 L harga normalnya sekitar Rp 16.000. Di minimarket kalau lagi promo bisa Rp 13.000
  • Diolah dan disimpan dengan menggunakan teknologi Nutri Keep Technology, sehingga nutrisi dalam susu tetap terjaga dengan baik.
susu tanpa garam
Susu Indomilk 1L Kemasannya Ramping Sehingga Tidak Memakan Tempat Saat Disimpan di Kulkas

Menjadi Ibu harus cerdas. Karena ditangan Ibulah ia menentukan pola konsumsi dan terpenuhinya nutrisi seluruh anggota keluarga. Memilih menggunakan susu UHT Indomilk 1 L adalah salah satu keputusan saya sebagai Ibu untuk tetap bisa memenuhi nutrisi keluarga, terutama untuk kedua anak saya.

Saya sekarang sudah buka kebaikan susu UHT Indomilk 1 L. Sekarang giliran teman-teman ya untuk buka kebaikan susu UHT Indomilk 1 L. Kalau sudah, jangan lupa ceritakan pengalaman teman-teman ke saya dan yang lain ya. Supaya yang lain juga tahu bahwa ada banyak kebaikan dalam setiap tetes susu UHT Indomilk 1 L.


(1) Sponsored post, please read disclosure


 

37 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.