Adv. Sejak memulai karir sebagai ibu bekerja dari rumah, saya bisa bilang bahwa menjadi ibu yang bekerja sekaligus mengasuh anak itu perkara susah-susah gampang.
Di satu sisi, saya harus memenuhi pesanan order untuk pembuatan nama bayi dan perusahaan maupun kerjaan terjemahan, namun di sisi lain ada anak-anak yang merengek-rengek minta diajakin main. Dua hal ini terus saya jaga agar bisa berjalan beriringan, pekerjaan tetap jalan dan anak tetap terurus.
Ohya, ada kalanya saya juga mengurusi dan berinteraksi dengan lingkungan dan tetangga, tidak melulu soal kerjaan dan keluarga.
Misalnya berkebun sederhana di pekarangan rumah. Merawat bumi dan alam dengan cara yang saya bisa. Walaupun caranya sederhana, tapi semoga ada dampak baik bagi bumi kita yang semakin hari semakin tua.
Pernah denger istilah Ecomom sebelumnya? Kalau misalnya belum, saya jelasin bentar ya. Ini ada kaitannya dengan bumi, kita, dan masa depan.
Ecomom adalah istilah untuk seorang ibu cerdas yang tidak hanya berpikir untuk kepentingan saat ini tetapi juga berpikir untuk kepentingan jangka panjang atau untuk masa depan.
Cerdas di sini adalah tentang bagaimana kita merawat keluarga, mengurus rumah dan isinya, mengelola keuangan rumah tangga, serta pastinya merawat diri kita sendiri.
Pertanyaannya, apakah semua orang harus jadi ecomom? Menurut saya, iya.
Sangat baik jika semua ibu di Indonesia ini jadi seorang ecomom, dengan begitu kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas hidup keluarga kita agar menjadi lebih baik.
Untuk lebih jelasnya, saya akan jelaskan beberapa contoh tindakan yang bisa mendukung kita jadi ecomom. (lebih…)