Bekal Makan Siang Suami dan Pertolongan Grab

Bekal Makan Siang Suami dan Pertolongan Grab

Kalau lagi rajin dan ada waktu masak di pagi hari, aku biasanya sempet bikin bekal. Yang wajib aku bawain bekal adalah Akmal, anak pertamaku yang sekarang duduk di bangku TK.

Kalau masih ada tambahan waktu lagi, aku biasanya akan bikin bekal buat makan suami di kantor. Tapi ini kalau masih sempat loh. Maklum kan, kalau pagi itu riweuh pak pik pek banyak urusan. Belum lagi kalau bangunnya kesiangan sementara suami harus segera kerja dan Akmal harus sekolah. Jadi gak sempet bikin bekal deh. Bisa bikin sarapan aja udah syukur banget.

Bangunnya lebih pagi atuh, Sis.

Iya, udah diusahain kok bangun lebih pagi. Tapi aku biasanya bukan langsung ke dapur tapi malah nyalain komputer lanjut blogging atau ngerjain dokumen terjemahan atau hal lainnya di depan komputer. Buka-buka e-commerce cari diskonan atau barang yang lagi flash sale. Atau cari promo Grab bulan ini di situs ShopBack. Entahnya, komputer nampak lebih menarik dari pada kompor di mataku. Hahahaha.

Baca: Awal Mula Menjadi Penerjemah

Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak

Beberapa hari yang lalu, aku lagi semangat 45. Gak tau kenapa, aku seperti kesambet. Beda dari situasi pagi biasanya. Pagi itu, aku bisa masak banyak dengan menu beragam. Jam 06.30 menu sarapan sudah siap. Menu nasi, buah, sayur, dan susu sudah terhidang manis di atas meja makan. Begitupun dengan menu bekal sudah ready. Sudah ada 2 tas bekal lengkap dengan isinya: 1 milik suami dan 1 milik Akmal.

Tidak berapa lama, suami berangkat kerja. Dia sekalian boncengin Akmal dan anterin sampai ke gerbang sekolah. Menu bekal Akmal tentu sudah aku masukkan ke tas Akmal beserta dengan segelas air minumnya. Sedangkan punya suami sudah aku masukkan di tas bekal khusus miliknya.

“Daaaagh, walaikumsalam wr wb”. Aku pun melepas kepergian mereka dengan gembira. Karena berarti kalau mereka sudah berangkat kerja dan sekolah, aku bisa me time sejenak untuk menyeripit kopiku sambil leyeh-leyeh buka HP scrolling Instagram atau buka chat di WhatsApp. Uh yeah, heaven! 🙂

Baca: Bola-Bola Nasi Bayam dan Telur Gulung Nugget untuk Bekal Sekolah Akmal

Eh begitu sampai dalam rumah, aku lihat tas bekal suami masih nongkrong cantik donk di atas meja makan. Artinya? Bekalnya ketinggalan. Alamak.

Aku segera telpon suami. Ya telpon via WhatsApp atau telpon ke HP biasa. Tapi sayang, telponku tak bersambut. Sepertinya dia sedang dalam perjalanan jadi dia tidak mendengar panggilan teleponku.

“Bekal ketinggalan.” Aku tinggalkan sebuah pesan di WhatsApp-nya.

Sekitar 20 menit kemudian pesanku baru centang biru. Dan suami pun balas, katanya dia kelupaan bawa tas bekalnya.

I was like…. oh my… 

Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak

Sedih, iya. Kok bisa sih dia sampai lupa bawa kotak bekalnya. Padahal aku udah berusaha nyiapin dari pagi. Sudah capek-capek masak. Hiks. Melow deh karena merasa usahaku seperti gak dihargai. Aku kan syebel jadinya. 🙁

Aku gak mungkin makan bekalnya dia karena aku udah sarapan.  Terlalu kenyang untuk makan pagi lagi. Mau ditaruh aja di atas meja kok sayang.

Dari pada bekal makan siang yang aku siapin gak ada yang makan, mendingan aku kirim aja ke kantornya. Saat itu aku kepikiran pakai jasa antar barang GrabExpress buat nganterin bekal suami ini. Paling tinggal bayar berapa belas ribu buat ongkirnya. Masih lebih murah sedikit dari biaya makan siang kalau suami beli di luar. Hihihi.

Aku langsung minta pendapat suami gimana kalau bekal makan siangnya di kirim ke kantor aja via Grab. Suami setuju. Gak berapa lama, aku ambil HP-ku dan langsung order GrabExpress. Gayung bersambut, ada rider Grab yang ambil orderanku.

M-BCA terblokir

Aku tinggal tunggu aja di rumah karena dalam beberapa menit ke depan, rider Grab akan datang. Kebetulan saldo OVOku sedang kosong, jadi aku bayarnya pilih cash aja. Ongkos untuk sampai ke kantor suamiku sekitar 14 ribu saja dan barang akan sampai dalam waktu kurang lebih 30 menit.

Aku minta suami stand by 30 menit di depan kantor. Supaya kalau rider Grab-nya datang, bisa langsung diambil deh bekal makan siangnya. Dari HP-ku, aku bisa pantau posisi rider Grab-nya dengan GPS jadi aku bisa tahu posisi presisi dia ada di mana.

Pas banget 30 menit kemudian, suami mengabari kalau bekalnya sudah diterima dengan selamat. Yeaah! Aku pun senang karena hasil masakanku terselamatkan. Gak jadi deh keselnya. Cuma jadi keluar uang lagi buat bayar ongkir  bekal makan siang sih. Untung zaman sekarang ada jasa pengiriman seperti ini yang membantu banget kirim-kirim barang ya. Lega. 😀

Teman-teman pernah bikin bekal buat suami dan ternyata malah ketinggalan? Coba ceritain pengalamanmu ya dan akhirnya itu bekalnya di gimanain?



6 thoughts on “Bekal Makan Siang Suami dan Pertolongan Grab”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.