Lomba,  Parenting

Wujud Cinta Ibu Sejak Dalam Kandungan

Hadirnya buah hati dalam kehidupan rumah tangga adalah anugerah. Allah mempercayai bahwa pasangan suami istri tersebut mampu mengemban tugas sebagai orang tua. Oleh karena itu, sudah selayaknya sang anak menerima curahan cinta kasih dari kedua orang tuanya, bahkan sejak munculnya garis dua.

Mengungkapkan ekspresi kasih sayang sebagai kewajiban orang tua kepada anaknya adalah bentuk komunikasi yang perlu dibangun untuk menyalurkan energi positif dan rasa cinta. Ada banyak cara yang orang tua bisa lakukan untuk mengungkapkan rasa cintanya. Tidak hanya melalui kata-kata saja, namun juga bisa melalui perkataan dan perbuatan.

Barangkali, setiap keluarga memilik kebijakan dan caranya sendiri dalam menghadapi anak. Namun, dalam tulisan ini saya ingin membagikan pengalaman saya bagaimana cara saya dan suami mengungkapkan cinta kepada kedua buah hati kami.




  1. Mencintainya Sebelum Bertemu


Sejak saya dinyatakan hamil, ada rasa bahagia yang luar biasa. Penerus keturunan yang sangat ditunggu-tunggu hadirnya sejak setahun pernikahan berjalan. Maka saat saya melihat ada garis dua di kertas testpack, saya langsung mengabari suami. Pancaran kebahagiaan tidak terbendung dari wajahnya.

Wanita Hamil

Dalam menyambut kehadiran buah hati kami, ada banyak persiapan yang kami lakukan. Hal-hal berikut ini adalah cara kami mengungkapkan bagaimana kami mencintai anak bahkan sebelum bertemu langsung dengannya.

  • Melakukan pemeriksaan rutin di tenaga kesehatan (dokter kandungan dan bidan). Setiap bulan kami berkunjung ke dokter/bidan untuk mengecek perkembangan janin kami. Dengan cara ini, kami jadi tahu apakah anak kami tumbuh dan berkembang dengan normal atau tidak.
  • Mengonsumsi vitamin dan makanan sehat yang diperlukan untuk kesehatan ibu dan janin. Selama 9 bulan kehamilan, dokter/bidan akan memberikan saran vitamin apa saja yang bisa dikonsumsi sesuai kebutuhan. Misalnya jika kekurangan zat besi, dokter/bidan akan memberikan vitamin untuk penambah zat besi. Kita juga bisa mengonsumsi sumber makanan yang banyak mengandung zat besi contohnya daging merah, telur, ikan, hati ayam, dan lain-lain.
  • Menambah ilmu parenting dengan membeli buku, mengikuti seminar, berkonsultasi dengan orang tua, bertanya dengan tetangga dan sebagainya.
  • Olahraga ringan. Walaupun sedang hamil, saya tetap bisa berolahraga. Beberapa jenis olahraga yang tetap saya lakukan untuk meningkatkan kebugaran dan vitalitas saya adalah senam hamil, jalan sehat, dan berenang. Ohya, termasuk juga mengerjakan pekerjaan domestik rumah tangga 😉
  • Menyimpan medical record dengan baik. Seluruh catatan kehamilan kami siapkan dalam wadah khusus yang apabila dibutuhkan sewaktu-waktu kami sudah siap.
  • Menjaga lingkungan tetap positif. Yang namanya ibu hamil, biasanya perasaannya sangat sensitif dan melow. Oleh karena itu, sangat penting untuk bergaul di lingkungan yang mendukung. Apabila merasa tidak nyaman di suatu kondisi, biasanya saya akan menghindar dan memilih diam.
  • Memberikan nama yang baik. Kami percaya bahwa nama adalah doa. Untuk itu, kami sudah mencari-cari nama bayi sebelum anak kami lahir. Kami pilihkan nama yang positif dan bermakna baik untuk kedua anak kami. Anak pertama bernama Akmal dan kedua bernama Azril yang semuanya berarti sempurna. Bahwa kehadiran mereka mampu menyempurnakan kehidupan kami.
  • Menyiapkan baju, kasur, dan peralatan bayi yang cukup untuk mereka. Jangan sampai mereka kekurangan baju dan merasa kedinginan.
  • Mengajak komunikasi. Walaupun belum bisa diajak berkomunikasi 2 arah, namun bayi dalam kandungan sudah bisa mendengar dan merasa. Kami sering mengajak mereka ngobrol ringan, dinyanyikan, atau didengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an.




2. Bertambah Cinta Saat Mereka Lahir


Melahirkan dengan bayi dan ibu dalam kondisi yang sehat dan selamat adalah kebahagiaan. Ketika bayi sudah lahir, berarti bayi sudah bisa mulai diajak komunikasi 2 arah (biasanya mulai usia 3 bulan).  Pada tahap ini, mengungkap cinta untuk anak bukan hanya sekedar ungkapan cinta secara verbal saja namun bisa juga lebih ke tindakan sehari-hari yang bersifat nyata.

Demam pada anak

Berikut ini hal-hal sederhana yang saya dan suami lakukan untuk mengekspresikan bentuk cinta kami kepada anak-anak saat mereka sudah terlahir ke dunia.

  • Mengungkapkan cinta dengan kelembutan. Anak-anak memiliki perasaan yang sangat halus. Meskipun kadang mereka tidak bisa mengungkapkan perasaannya, namun mereka bisa merasakan mana rasa cinta yang tulus dan mana yang tidak. Ucapkan dengan lembut “Ibu sayang Mas/Adik”, “Ibu senang Mas/Adik bantuin Ibu, terima kasih ya” dan sebagainya.
  • Mengurangi penggunaan kata larangan, misalnya “jangan”. Anak-anak yang terlalu sering dilarang akan terbentuk menjadi pribadi yang peragu dan penakut. Oleh karena itu, menganti kata “jangan” menjadi kalimat yang lebih positif merupakan salah satu cara kami membentuk kepercayaan diri anak. Contohnya “Jangan main jauh-jauh” saya ganti “Mainnya dekat-dekat Ibu saja ya”.
  • Menyentuh, memeluk, dan mencium. Ungkapan sayang kami percaya dapat memberikan kenyamanan pada anak dan juga anak akan merasa sangat dicintai. Ungkapan rasa cinta yang disertai dengan sentuhan akan lebih terasa daripada hanya sekedar ucapan saja.
  • Komunikasi yang intens dan konsisten. Kami usahakan untuk berbicara dengan menatap mata anak-anak karena menunjukkan keseriusan berbicara, dan bisa meningkatkan perhatian/ketertarikan anak. Saya juga sering mengajak anak berbicara mengulang-ulang supaya mereka terus ingat dan bisa menjaga konsistensi.
  • Memenuhi kebutuhan pokok anak misalnya makanan sehat dan berimbang, pakaian yang layak, tempat tinggal yang nyaman dan pendidikan yang baik. Tidak harus mahal, namun yang sesuai dengan kondisi rumah tangga kami.
  • Memberikan imunisasi supaya daya tahan tubuh anak baik.
  • Mengobati bila anak sakit. Kami paling tidak tenang apabila anak kami sakit. Kami pernah tidak tidur semalam suntuk karena menunggui anak yang sakit demam. Oleh karena itu kami jaga anak sebaik mungkin agar ia jangan sampai sakit. Namun karena kami tidak mungkin mengawasinya setiap detik, bisa saja waktu kami lengah kuman menyerang dan menyebabkan anak sakit.

Jika Anak Demam


Tempra

Demam, batuk, dan pilek adalah jenis penyakit yang paling sering diderita oleh anak-anak. Demam adalah bentuk sinyal yang dikeluarkan oleh tubuh anak yang menunjukkan bahwa tubuh anak sedang bekerja melawan infeksi yang masuk ke tubuhnya. Jika anak-anak demam, biasanya saya akan berusaha tenang dan tetap mengontrol suhu demamnya dengan menggunakan termometer. Jika angka di termometer menunjukkan 37,5 oC, suhu tubuh anak memang tinggi dan bisa dikatakan anak sedang demam.

Meskipun kelihatannya ringan, namun demam pada anak bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit yang lebih serius misalnya demam berdarah, tifus, flu singapura, tuberculosis, cacar air, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, ada baiknya jika anak demam segera lakukan tindakan untuk mencegah penyakit yang lebih serius lagi.

Dari sekitar 5 tahun membesarkan anak, beberapa hal di bawah ini yang biasa kami lakukan saat anak demam:

  1. Memberikan minum air putih untuk menghindari dehidrasi dan juga bisa membantu menurunkan panas tubuhnya.
  2. Kenakan baju yang nyaman dan mudah menyerap keringat.
  3. Memanfaatkan obat tradisional yaitu parutan bawang merah dan minyak kayu putih yang dibalurkan di dada dan punggung anak.
  4. Mengompres dengan air hangat di bagian lipatan paha dan ketiak.
  5. Memberi obat penurun panas Tempra Syrup tiap 4 jam sekali jika suhunya mencapai 37,5°C
  6. Membawa ke dokter jika anak masih tetap demam selama 2 hari berturut-turut.

Anak demam

Tempra Syrup sudah menjadi obat penurun panas yang kami andalkan sejak 5 tahun ini. Bahkan sebenarnya saya sudah mengenalnya sejak lama karena Ibu saya pun menggunakan Tempra Syrup untuk meredakan panas saat saya kecil dulu terkena demam. Jenis Tempra Syrup yang selalu kami sediakan di rumah saat ini adalah Tempra Syrup rasa anggur yang cocok untuk anak usia 1-6 tahun.

Sebagai informasi, setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otal dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Karena bekerja langsung pada pusat panas, jadi Tempra Syrup ini aman di lambung. Selama 5 tahun menggunakan produk Tempra Syrup ini, Alhamdulillah kedua anak saya baik-baik saja. Tidak ada keluhan apapun.

Tempra Syrup dibuat oleh PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. Depok, Indonesia dibawah pengawasan Taisho Pharmaceutical  Co. Ltd. Tokyo,  Japan. Kemasannya sangat aman karena menggunakan tutup botol CRC (Child Resistant Cap) sehingga tidak mudah dibuka oleh anak-anak.

Tempra syrup rasa anggur

Selain itu, Tempra Syrup juga tidak perlu dikocok karena sudah larut 100%, dan dosisnya tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis). Dalam setiap kemasan Tempra Syrup disediakan gelas takar dengan dosis yang tepat. Manfaatkan gelas takar ini sebagai alat penakar obat.

Jangan gunakan sendok dapur karena besar kemungkinan tidak sesuai dengan saran dokter atau dosis yang disarankan. Selain itu, pemberian yang kurang tepat dapat mengakibatkan lamanya waktu penyembuhan, lebih parahnya lagi bisa mengakibatkan overdosis. Ada juga potensi terjadi kerusakan pada organ yang belum sempurna.

Baiklah teman-teman. Inilah pengalaman yang bisa saya bagi mengenai bagaimana kami mengungkapkan cinta untuk anak sejak dalam kandungan sampai ia lahir, tumbuh, dan berkembang. Semoga bisa diambil manfaatnya. Anak yang tumbuh dengan cinta kelak dapat menaklukan kerasnya dunia. Titip sun sayang dari saya untuk anak teman-teman ya.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.



38 Komentar

  • Herva Yulyanti

    Bener banget teh Mita meski belum bertemu tapi kita udah mencintai anak2 kita yah selama diperut ya ampun moment ini yang sedang aku alami lagi alhamdulilah dikasih lagi sama Gusti Alloh..

    semoga anak-anak kita selalu sehat aamiin

  • Nissa AMS

    Aah.. Aku juga masih inget perasaan sat garis merah itu muncul.. Ada rasa bahagia cemas khawatir zemuanya campur aduk.. Tapi tentunya Semuany merupakan refleksi dr cinta yang mulai muncul pada si jabang bayi..

    • Armita Fibriyanti

      Betul Mbak. Sedih ya kalau anak sakit, tapi tetap harus ditangani supaya tidak berlanjut sakitnya.

  • nian astiningrum

    I feel you mbak.. even waktu itu suami blm yakin saya hamil karena garis testpack masih samar.. saya sudah merasakan ikatan dengan janin dalam perut.. juga sedihnya saat anak sakit.. makanya sekarang selalu sedia tempra jaga-jaga saat mereka demam agar bisa beristirahat dan cepat sembuh.. salam kenal ya 🙂

  • lendyagasshi

    Jadi orangtua memang bukan akhir dari sebuah perjalanan, ternyata yaa…teh.
    Justru menjadi titik balik sebuah perjalanan baru yang membuat kita tidak pernah berhenti. Unstopable.
    Senang kalau melihat orangtua yang sudah memiliki bekal (ilmu) sebelum punya anak.
    Aku terlambat belajarnya, jadi sekarang PR nya numpuk…

    Semoga bisa membayar hutang-hutang ketertinggalan ini…aamiin.

  • Anjar Sundari

    Anak saya sudah remaja mbak, dan saya berusaha untuk dekat dengannya, misalnya kalau mau tidur selalu saya cium dan mengatkan i love u. ALhamdulillah dia termasuk suka bicara sehingga setiap hari selalu cerita kegiatannya di sekolah bersama teman-temannya, meskipun saya tidak bertanya 🙂

    Saya juga selalu mengingatkan untuk sholat tepat waktu dan tadarus setiap hari, meskipun dia juga suka main hp dan kami juga sering bertengkar, tapi begitulah hubungan unik kami. Marahan kemudian baikan lagi, hehe..

    Dulu waktu anak saya masih kecil kalau demam juga saya berikan Tempra untuk pertolongan pertama, kalau panasnya belum turun selama beberapa hari baru saya bawa ke dokter 🙂

  • Yasinta Astuti

    Jadi ibu itu emang luar biasa ya. Aku juga nih lagi hamil lagi berasa diingatkan lagi, emang ibu mah cintanya bahkan sebelum bertemu dengan buah hatinya.
    Sehat selalu teh Mita sekeluarga

  • Nchie Hanie

    Mitaaa ituh waktu hamil aura cantiknya banget deh
    Ahh jadi Ibu tuh sesuatu yaa. Moga sehat2 selalu jagoannya ..

    Nah tempra ini emang dari dulu ampe sekarang joss banget menjadi teman ibu buat mengatasi demam anak

    • Armita Fibriyanti

      Masa sih Teh, apa aku hamil lagi aja ya? wkwkw
      Betul, Tempra sudah turun-temurun dari zaman orang tua 🙂

  • ayahblogger

    Ayahblogger juga sellau was was kalau anak sedang sakit. Obat harus tersedia. Kalau anak saya paling senang dipeluk sebelum tidur. Setelah itu nyenyak deh. Nyaman kali y

  • tally syifa

    Jadi kangen masa-masa hamil hehehe. Tapi untuk sekarang fokus dulu sama si sulung. Apalagi menimang waktu itu pernah demam tinggi dan sampai masuk ugd. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh.. Obat penurun panas memang direkomendasikan sekali bagi yang punya bayi, untuk jaga-jaga kalau demamnya terlampau tinggi.

  • Damar Aisyah

    Jadi inget ngapain aja pas hamil anak pertama dan kedua. Tapi bener banget, loh. Cinta orang tua terutama ibu itu unik dengan caranya sendiri2. Anakku juga selalu minum Tempra, Mbak. Udah cocok banget soalnya.

  • Reni Dwi Astuti

    Kalau anak demam aku khawatir banget krn si bungsuku pernah kejang dua kali…jadi selalu deh siap termometer plus obat penurun panas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.