Danau Ini Bisa Menyala Saat Bulan Purnama

Danau Ini Bisa Menyala Saat Bulan Purnama

Tahun 2007, aku berkesempatan pergi ke Jambi. Waktu itu, aku dan keluarga diundang ke salah satu pernikahan kerabat yang mendapatkan jodoh orang Jambi sana. Oleh Tuan rumah kami disuguhi air mineral yang berasal dari Sungai Batanghari. Konon katanya, kalau ada tamu yang minum air Sungai Batanghari ini, kelak akan bisa kembali berkunjung lagi ke Jambi.

Dan betul saja, tahun 2011, aku balik lagi ke Jambi. Tapi kali ini urusannya sedikit berbeda. Bukan untuk menghadiri upacara pernikahan melainkan untuk survei di Universitas Jambi Mendalo guna melengkapi data penelitian untuk tesisku.

Waktu 2 kali ke Jambi, aku gak sempat ke mana-mana. Aku hanya ngubek-ngubek Kota Jambinya saja dari hotel ke tempat besan, lalu ke lokasi pernikahan, ke kampus, dan bandara saja. Padahal aku sebenarnya kepengen menjelalah tempat wisata dan berkuliner nyicip makanan lokal orang Jambi.

Aku dengar, di Jambi, ada sebuah danau yang konon bisa menyala terang saat bulan purnama. Danau ini bisa memancarkan jejak sinar bulan yang menerpanya, hingga keunikannya ini membuat banyak orang penasaran untuk melihatnya secara langsung. Namanya adalah Danau Kaco.

Menurut mitos, Danau Kaco bisa memancarkan cahaya yang begitu terang, lantaran pada zaman dahulu ada seorang raja bernama Raja Gagak yang membenamkan intan di dasar Danau Kaco. Sampai sekarang, intan tersebut dipercaya masih berada di dasar danau dan menjadi penyebab mengapa danau ini bisa memancarkan cahaya yang sangat terang saat bulan purnama.

Danau ini merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Danau ini juga masih diselimuti misteri karena katanya nggak ada seorang pun yang tahu berapa kedalamannya. Beberapa pihak pernah mencoba untuk mencari tahu kedalaman danau ini. Namun, semua usaha itu belum membuahkan hasil yang memuaskan karena suplai oksigen biasanya habis sebelum penyelam berhasil mencapai dasar danau. Wih, kenapa ya kira-kira?

Danau Kaco ini memiliki air yang tampak sangat biru. Ada ikan-ikan kecil yang disebut sebagai ikan semah yang menjadikan Danau Kaco sebagai habitat alami mereka. Aktivitas yang paling menyenangkan untuk dilakukan di Danau Kaco ini tentu saja berenang. Namun, pastikan kita punya skill renang yang cukup handal karena kedalaman danau ini masih belum diketahui. Uhm, sepertinya buat aku yang kemampuan renangnya masih pas-pasan, aku gak berani berenang di sini. 😀

Selain itu, kita juga harus memiliki fisik yang prima untuk bisa mencapai lokasi Danau Kaco. Sebelum mencapai sepotong surga di pedalaman Jambi ini, kita harus bersusah payah melewati jalanan lumpur, sungai, dan harus rela menembus hutan. Jarak Danau Kaco dari Kota Jambinya aja lebih dari 500 km dengan waktu tempuh total sekitar 12 jam. Wew, lama juga ya.

Namun, setelah tiba di Danau Kaco, katanya sih dijamin semua lelah kita pasti terbayar karena pemandangannya indah. Jadi penasaran dan pengen buktiin nih. Apakah benar Danau Kaco bisa menyala terang saat tertimpa sinar bulan.

Sepertinya harus nginep ya kalau mau ke Danau Kaco, soalnya kan jauh dari pusat kota. Gak mungkin kalau bolak-balik, soalnya jaraknya juga jauh. Katanya kita harus berkemah soalnya di sini belum ada fasilitas penginapan untuk wisatawan yang berkunjung ke Danau Kaco. Warung-warung makanan juga belum banyak. Jadi jangan lupa pula untuk membawa bekal makanan yang cukup karena di sini nggak akan ditemukan penjaja makanan yang akan menyelamatkan perut kita saat kelaparan.

Untuk menuju Danau Kaco dari pusat Kota Jambi, kita bisa berkendara ke Sungai Penuh selama sekitar 10 jam perjalanan. Kemudian teruskan perjalanan ke Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Dari Desa Lempur, saatnya kita membelah hutan untuk menuju ke lokasi Danau Kaco.

Untuk aku yang berdomisili di luar Kota Jambi, mau gak mau aku harus beli tiket pesawat. Tiket pesawat murah bisa aku beli dengan tujuan Bandara Sultan Thaha Jambi. Ada berbagai penerbangan menuju Jambi, salah satunya garuda indonesia . Tuh kan kangen menjelalah Indonesia lagi. Kapan ya? Semoga datang kesempatan jalan-jalan di waktu yang tepat bersama orang yang asyik buat teman seperjalanan. Kamu mau gak barengan?

Baca: Pantai Pondok Bali, Tapi Letaknya Bukan di Bali

Pic source: http://www.indonesia-tourism.com/jambi/kaco-lake.html



7 thoughts on “Danau Ini Bisa Menyala Saat Bulan Purnama”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.