cita-cita gamers
Hobi

Game Sebagai Hobi, Pendidikan dan Pekerjaan

Game tentunya sudah tidak asing bagi kita, siapa saja pasti pernah bermain game terutama di waktu kecil. Permainan yang dilakukan zaman dahulu adalah permainan fisik yang membutuhkan sekelompok anak untuk bermain bersama, seperti kasti, go back door to door (gobak sodor), bekel, congklak (orang jawa menyebutnya dakon) dan masih banyak lagi. Perkembangan selanjutnya adalah menggunakan alat elektronik seperti game watch, dan terus berkembang hingga saat ini menjadi permainan PC, baik offline maupun online. Perkembangan game ini menggerakkan institut luar negeri untuk membuat sebuah program studi ilmu game computing and development yang bernaung pada jurusan teknik komputer. Begitu pula di Indonesia sudah ada beberapa kampus yang menawarkan program studi ini, salah satunya adalah Kalbis Institute atau biasa disebut kampus Kalbe.

Dibukanya minat game computing ini berdasarkan dari banyaknya penikmat game mulai dari anak-anak hingga dewasa. Tahun lalu, saat saya mengikuti program Kelas Inspirasi di salah satu sekolah dasar di Bandung, saya beberapa kali menanyakan cita-cita anak-anak. Kalau besar nanti, mereka ingin menjadi apa. Dan… taukah teman-teman, kalau banyak (lebih dari 5 anak dalam satu kelas) yang bercita-cita menjadi gamers! Cita-cita zaman anak sekarang ya. 

Nah, jurusan tentang game computing and development ini biasanya diikuti oleh para gamers. Tingginya animo masyarakat terhadap game baru membuat para pembuat game berlomba-lomba untuk mengembangkan game yang sudah ada, baik dari tingkat kesulitan game, tampilan dan desain serta kecanggihan sebuah game yang mendekati kehidupan aslinya.

Apakah teman-teman pernah mendengar game winning eleven, game sepakbola dimana pemain berperan sebagai manajer? Adik saya suka main game ini sama teman-temannya. Pada game ini teman-teman akan menemui pemain sesuai karakter asli dengan skill yang sama serta teman-teman juga dapat membentuk karakter baru. Karakter-karakter baru tersebut tidak hanya dibentuk oleh sifat dan perilaku akan tetapi juga disesuaikan dengan umur, zodiak, asal, dan banyak lagi, sehingga terciptalah karakter dengan sifat, sikap dan kemampuan yang berbeda-beda selayaknya kehidupan asli. Untuk membuat game seperti itu diperlukan skill yang tinggi dari seorang rekayasa software, pengembang aplikasi, desainer, pengembang game dan game progammer. Keilmuan tersebut tersusun di dalam kurikulum jurusan game computing dan technology yang ditawarkan oleh kampus kalbe. Kehebatan membuat game seperti itu juga membutuhkan kerjasama dengan ahli-ahli dari lintas jurusan seperti psikologi, psikiater, manajemen, financing, hukum atau olahraga agar game terasa seperti aslinya.

Ketika seorang gamers mencoba membuat game sendiri berbekal ilmu yang didapatkan di jurusan game computing, maka game akan menjadi lebih baik karena gamers telah mengetahui kelemahan dan kekurangan dari game yang telah ada dan mampu mengembangkannya. Jika pembuat game telah mengantongi ijasah pendidikan game computing, untuk kemudian membuat game sendiri serta dipublikasi, maka game tersebut akan menjadi ladang pendapatan baginya. Para lulusan game computing juga dapat membidik developer luar negeri jika telah memenuhi kualifikasi.

Jadi tidak ada salahnya menjadi seorang gamers jika kita dapat mengembangkan diri dengan mengambil jalur pendidikan game seperti pada kampus Kalbe dan dapat menjadikan hobi ini menjadi sebuah pekerjaan yang mapan. Segala sesuatu yang diawali dari hobi dan sesuai passion maka dalam proses pengerjaaannya akan lebih menyenangkan karena mengerjakan sesuatu yang disenanginya.

Teman-teman ada yang bercita-cita jadi gamers?

3 Komentar

  • Turiscantik

    saya paling ngak paham saya games bahkan games simple di facebook. kesannya laki banget hobby itu. Mangkanya saya suka salut sama cewek yng hobbynya jd gamer heheheh

  • Yasinta Astuti

    Baca ini dan inget salah satu suami temen kerjanya sebagai gamers, yang ga ngerti kaya aku sampe terheran – heran, gamers ini sampe ke luar negeri sebulan beberapa kali untuk menghadiri turnamen. Kayanya seru yaa hihi
    Game yang menyenangkan bisa jadi pekerjaan juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.