Resign and Blogging

Resign and Blogging

“Mit, aku mau resign!”

Suatu malam, aku dapat chat dari seorang teman kuliahku. Tiba-tiba saja dia mengirimiku chat personal yang aku sendiri cukup kaget dengan isi pembicaraannya. Sudah lama kami tidak ngobrol intim. Hanya sapa-sapaan biasa di grup.

Keinginannya untuk resign sepertinya sudah di puncak. Alasannya dia sering sekali ditugaskan oleh kantornya keluar kota bahkan sampai ke pedalaman hutan. Kalau sudah pergi ke pedalaman seperti ini, dia bisa meninggalkan rumah sekitar 1 – 1,5 bulan. Sementara itu, dia punya 3 orang anak yang masih kecil-kecil. Anak yang paling besar hampir seumuran Akmal yang sekarang kelas 1 SD. Dia tidak tega meninggalkan anak-anaknya dalam waktu yang terlalu lama seperti ini. Dia mau benar-benar resign juga dilema soalnya suaminya baru “dirumahkan”.



Aku menanyakan lagi keputusan temanku apakah sudah benar-benar bulat keputusannya untuk resign. Sementara posisi kerja dia itu banyak banget yang mengincar karena termasuk posisi favorit. Termasuk aku salah satunya. Hahaha. Selain itu, untuk bisa masuk ke instansi tersebut, tidaklah mudah. Aku kembali mengingatkannya saat-saat masa dulu dia berjuang sampai berdarah-darah untuk bisa diterima di instansi tersebut.

Pembicaraan terus berlanjut sampai ke beberapa opsi yang akan dia lakukan saat dia resign nanti. Salah satunya adalah ngeblog. Dia melihatku asyik sekali sepertinya  menjalani hobi blogging. Menuliskan pengalaman pribadi, mengolahnya, hingga tulisan tersebut bisa sampai ke tangan pembaca yang tepat.

“Gimana sih caranya ngeblog?” pertanyaan pertama saat ia ingin memulai karirnya sebagai blogger.

Kalau mau jadi blogger, tentu modalnya adalah suka menulis dan punya blog. Platform blog apapun bisa dipakai. Mau WordPress, Blogspot, Joomla, dan sebagainya gak masalah.

Aku lihat sih sebetulnya temanku itu sudah punya hobi menulis sejak dia SMA dulu. Jadi menulis bukan sesuatu yang baru untuk dia. Berkenalan dengan blog juga dia sudah pernah. La wong semasa kuliah dulu kami sama-sama dapat tugas buat bikin blog kok. Tinggal memoles dan memupuk rasa cintanya kepada dunia perblogan.

Aku pribadi seneng banget kok kalau ada teman yang suka tanya-tanya tentang gimana sih caranya ngeblog, gimana dapat duit dari blog, gimana caranya biar tulisannya bermanfaat, dan lain sebagainya. Dengan sedikit ilmu yang aku punya, sebisa mungkin aku jawab pertanyaan teman-temanku. Kalau aku bingung dan gak bisa jawab pertanyaan mereka, ya aku akan cari jawabannya di Google dan kasih link tersebut ke temanku. Baru kalau di Google gak ada, aku akan tanya ke master/suhu blog yang aku kenal. Tapi biasanya di Google sudah banyak kok yang nulis tentang tutorial seputar blogging. Bahkan di YouTube juga banyak orang yang bikin videonya. Tinggal cari video blogging apa yang kita inginkan dan ikutin step by step-nya.

cita-cita gamers

Jadi inget dulu aku belajar ngeblog gimana. Pertama kali kenal dengan blog itu ya pas kuliah, sekitar tahun 2005. Ngeblog cuma buat sekedar menuhin tugas kuliah doang. Isinya juga tentang tugas kuliah semua. Gak ada menyinggung kehidupan pribadi sama sekali. Blog semasa kuliah juga gak diurus dan hilang begitu saja. Bye!

Baru berani ngeblog yang agak serius itu tahun 2011. Waktu itu mau nikah, dan di zaman itu, lagi ngetren banget nyebar undangan nikah lewat blog. Aku pun ikut-ikutan. Haha, latah anaknya. Aku pakai platform blog dari wordpress.com . Sejak itu, blog mulai aku isi dengan hal-hal pribadi seputar kehidupan anak kuliah master, persiapan pernikahan sampai paska nikah. Aku mulai terbuka sedikit-sedikit tentang kehidupan pribadi. Berharap sih ada yang senasib dengan aku dan siapa tahu ada yang membutuhkan curhatan aku.

Tahun 2015, aku mulai serius ngeblog. Dari blog gratisan di wordpress.com, aku migrasi ke wordpress.org. Aku beli domain dan hosting. Alhamdulillah sejak serius ngeblog ini, aku jadi makin semangat. Makin sering nulis konten yang bermanfaat. Dan yang penting isi pikiranku tersalurkan. Blogging juga sebagai media stress release aku. Nah kalau masalah uang/rezeki dari blog, biasanya ia akan mengikuti. Do your best and money will follow. 

Barangkali teman-teman yang saat ini sedang galau mau ngeblog, beli domain dan hosting di mana, bisa cobain ke hosting unlimited indonesia, layanan web hosting Indonesia yang cepat, mudah, dan tersedia bantuan teknis apabila teman-teman bingung. Harganya juga terjangkau.

Oke deh teman-teman. Itulah sedikit cerita curhatan aku tentang teman yang berencana resign dan ingin menekuni hobi bloggingnya. Doakan ia menemukan jalan tengah terbaik untuk keluarganya. Semoga bermanfaat ya. Sampai ketemu di tulisan berikutnya 🙂



40 thoughts on “Resign and Blogging”

  1. Resign adalah pilihan hidup.
    Aku pun sama,lebih memilih resign mengurus anak, trus diajarin ngeblog ma bapake si olip, alhamdulillah sampai sekarang, blogger membawa berkah, dari curcol jadi menghasilkan.
    Asalkan kita mau dan telaten, banyak ko peluang menghasilan pundi2 di internet, ye kaan..

    Cuzz aah, happy blogging!

  2. pekerjaan temennya teteh rada ekstrim juga ya, ninggalin keluarga sampe 1,5 bulan begitu
    aku mah mending resign, apalagi Ada 3 anak.
    tapi semua orang punya reasons masing2 dan kita gak bisa menggurui.
    semoga yang terbaik buat temen teh fibri

    • Iya Teh, tapi memang rada berat pilihannya, soalnya suaminya baru “dirumahkan”. Mau resign juga kepikiran dia gak ada pemasukan nanti.

  3. Resign emang pilihan hidup banget. Aku pernah sih, milih nerusin jadi guru TK atau mengurus anak-anak. Dan resign mengantarkan aku jadi blogger sampai sekarang. Dulu alasan ngeblog ya karena ngisi waktu luang.

    • Dilema dia sebenaarnya, soalnya suaminya baru “dirumahkan”. Jadi masih pikir-pikir soalnya nanti gak ada pemasukan. Mungkin nunggu waktu yang tepat.

  4. Kalau memang alasan resignnya seperti itu memang seharusnya kita harus melakukannya, apalagi mengurus permata (anak) itu harus dari kecil di didiknya supaya besarnya bisa menjadi orang yang bermanfaat

  5. Waah makasih infonya teh 🙂 meski udah ngeblog cukup lama. Gatau pula ada bedanya wp.com dan wp.org hihihi. Aku masih pake yang gratisan hahaa. Sempat mikir mau upgrade tapi banyak pertimbangan.

  6. Wow, sedikit mirip seperti cerita saya hehe. Saya juga resign dari pekerjaan kantoran saya dengan niat kepingin nge-blog secara serius dan profesional. Thank you for sharing!

  7. Mba, bedanya wordpress.com sama .org apa ya? Saya juga udah punya blog dari dulu tapi ngga diseriusin, Mudah2an saya bisa semangat ngeblog terus kaya mba 🙂

  8. Kalau ninggalin sampai 1.5 bulan gt, aku juga milih resign mbak. Tapi semua itu tergantung individu masing-masing sih ya kan mbak. Makasih sharingnya mbak. Salam, muthihauradotcom.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.