Hidup Sehat Bersama Fibro

Hidup Sehat Bersama Fibro

Teman-teman, siapa yang menu sarapannya sering gorengan? Sebut saja bala-bala/bakwan, pisang goreng, kentang goreng, tempe goreng dan segala macam gorengan.

Menu gorengan sebagai bahan sarapan itu memang sungguh kenikmatan yang haqiqi ya. Apalagi kalau di tanah Sunda, khususnya Bandung, tempat tinggal saya sekarang, menu bala-bala adalah sajian wajib di pagi hari. Gak ada bala-bala, gak seru. Makan jadi kurang nikmat. Makan apapun temannya bala-bala. Misalnya nih ya, makan ketupat, pakai bala-bala. Makan lontong sayur, temannya bala-bala. Bala-bala pun ini jadi semacam gorengan favorit suami saya.

Siang hari, kalau lagi malas masak, makan tinggal beli bakso. Malam hari, menu makan malamnya pecel ayam atau pecel lele yang bisa dibeli dengan mudah di pinggir jalan. Sebelum tidur, suami pulang kerja bawa martabak dan roti bakar. Aih, makan terus ya.

Fibro
Nikmat ya makan gorengan

Bala-bala dan segala macam gorengan itu kan terbuat dari tepung dan minyak goreng. Yang kalau dikonsumsi terus-terusan gak baik juga buat kesehatan kita. Nutrisinya rendah dan kurang serat.  Padahal, orang dewasa butuh mengonsumsi serat sebanyak 20 – 25 gr / hari loh. Namun faktanya kebanyakan orang hanya mengkonsumsi 12 – 15 gr / hari saja.

Apalagi kalau jajan dan beli makannya di tempat sembarangan yang kurang terjaga kebersihannya. Yah, sudahlah. Bisa-bisa kita malah jadi sakit.

Masalah Kesehatan yang Mengintai

Beberapa jenis penyakit yang mengintai saat kita tidak menjaga pola makan dan kurang bisa hidup sehat adalah kolesterol, stroke, kegemukan, diabetes, dan juga obesitas. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, tercatat bahwa prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9%, diabetes mellitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%, serta terjadi tren peningkatan proporsi obesitas pada orang dewasa dari 14,8% (2013) menjadi 21,8% (2018). Serem juga ya, makin lama makin banyak penyakit kritis.

Alhamdulillah kalau saya sendiri sudah berusaha semaksimal mungkin tidak mengonsumsi gorengan buat sarapan. Walau kadang masih tergoda ikut makan bala-bala saat suami jajan beli gorengan. Badan juga Alhamdulillah tidak kegemukan dan masih dalam batas normal.

Hanya saja, saya masih kurang di olah raga nih. Dulu sebelum punya baby, saya rajin sepedaan setiap hari. Terutama saat antar dan jemput si sulung ke sekolah. Namun sejak saya melahirkan si bungsu sekitar 3 bulan yang lalu, saya belum punya waktu lagi untuk olah raga teratur. PR banget nih untuk curi-curi waktu di sela-sela kesibukan kerja bikin nama bayi dan mengasuh anak biar bisa olah raga lagi.

Review Fibro
Suamiku nih 🙂

Yang punya masalah kesehatan justru suami. Dia memang suka sekali jajan dan makan gorengan. Postur tubuhnya termasuk gemuk. Dia memang hobi jajan dan makan gorengan. Buktinya kalau pas lagi bulan Ramadhan. Sebulan penuh kan dia harus kontrol asupan makanan ya. Dia bisa loh kehilangan perut buncitnya dan bahkan turun berat badan sampai 9 kg. Berarti memang masalahnya ada di pola makan.

Pernah juga suatu kali kolesterolnya tinggi sehingga ia harus berobat ke dokter. Ia terpaksa izin tidak masuk kerja karena perlu istirahat di rumah mengobati kolesterolnya yang tinggi. Sedih pastilah kalau lihat suami sakit. Bayangkan ia sebagai kepala rumah tangga yang harus mencari nafkah harus terbaring sakit.



Karena tidak mau lihat suami sakit, maka sejak saat itu saya tegas mengatur pola makan dan olah raga suami. Beberapa tindakan nyata yang saya lakukan adalah:

  1. Membawakan bekal makan siang saat suami kerja. Dengan membawakan bekal, saya jadi bisa memantau apa yang suami konsumsi. Setidaknya saya bisa mengurangi frekuensi jajan makan siang suami.
  2. Mengurangi jajan atau beli makan di luar saat weekend terutama di restoran cepat saji.
  3. Menjadwalkan olah raga rutin paling tidak seminggu sekali. Kebetulan setiap hari Jumat ada olah raga bersama di kantor suami.
  4. Mengingatkan untuk tidak bergadang jika tidak perlu-perlu amat. Tidak perlu membawa kerjaan kantor ke rumah karena di rumah waktunya istirahat dan berkumpul dengan keluarga.
  5. Menambah konsumsi serat dengan memberikan Fibro setiap hari.

Fibro, Minuman Serat untuk Kesehatan Sehari-Hari

Fibro adalah minuman kesehatan dengan serat alami yang dapat melancarkan pencernaan, membantu proses detoksifikasi tubuh, mengikat lemak jahat, mengurangi perut buncit serta menurunkan berat badan. Fibro terbuat dari ekstrak buah dan sayuran. Kandungan utama pada Fibro adalah Psyllium Husk dan soluble fiber. Keduanya dapat melancarkan pencernaan dengan mengikat gula, kolesterol, dan minyak berlebih pada tubuh, sehingga penyerapan vitamin dan mineral dapat lebih maksimal. Selain itu, pada Fibro juga terkandung Garcinia (buah manggis) yang turut membantu menekan nafsu makan sehingga asupan makan dan berat badan dapat lebih terkontrol.

fibro
Fibro mudah cara minumnya

Easy Fiber Drink

Untuk mengonsumsi Fibro ini, caranya sangat mudah. Kita tinggal membuka/menyobek/menggunting kemasan sachet. Tuang ke dalam gelas. Tambahkan sekitar 150 ml air bersuhu ruang. Oh ya harus segera diminum ya. Soalnya kalau telat minum, minumannya akan mengental jadi seperti agar-agar.

Fibro ini cocok banget ya teman-teman buat mereka yang memiliki masalah dengan berat badan (kegemukan) seperti suami saya. Bisa juga dikonsumsi untuk untuk mereka yang ingin mendapatkan berat badan ideal.

Untuk saya, minuman ini tidak disarankan. Karena saya masih menyusui eksklusif. Begitupun untuk ibu hamil tidak boleh minum Fibro ini ya. Anak-anak di bawah 12 tahun pun tidak disarankan.

Minuman Serbuk Rasa Lemon

Fibro ini rasanya lemon ya teman-teman. Segar deh. saya sempat nyicip soalnya. Hehe. Didistribusikan oleh PT Dusdusan Dotcom Indonesia.

Supaya hasilnya maksimal, Fibro sebaiknya diminum satu sachet per hari. Minum sebelum tidur ya teman-teman. Imbangi juga dengan menerapakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan berimbang dan olahraga teratur.

Untuk suami saya, belum terlihat hasilnya sih karena dia baru sekali minum saja. Nanti coba di update lagi ya 2 minggu ke depan hasilnya gimana.

Nah kalau mau lihat hasil dari mereka (tim internal Dusdusan) yang minum Fibro, bisa dilihat di video di bagian bawah ini. Selamat 14 hari, mereka ditantang untuk menerapkan pola hidup sehat dan juga mengonsumsi Fibro. Hasilnya, ada yang turun 2 kg bahkan sampai 9 kg.

Kabar baiknya, Alhamdulillah Fibro ini sudah halal ya teman-teman. Informasi Halal pada FIBRO sudah tertera pada kemasan produknya. Bersertifikat halal dari MUI. FIBRO juga sudah terdaftar dalam BPOM dengan nomor 867009029575. FIBRO ini dikemas dalam kemasan sachet seberat 15 gram. Dikemas dalam box dengan warna biru kuning yang catchy dan fresh. Di dalam setiap boxnya terdapat 15 sachet FIBRO. Harga per box-nya Rp 270.000 saja.

Jika teman-teman tertarik dengan produk Fibro, teman-teman bisa mendapatkannya di Dusdusan.com atau di reseller dan TDS resmi Dusdusan.com yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baiklah teman-teman. Sekian tulisan saya tentang hidup sehat dengan Fibro. Semoga bermanfaat dan salam sehat. 2019 say good bye to perut buncit ya…



10 thoughts on “Hidup Sehat Bersama Fibro”

  1. Pas aku post di status WA ada temenku yang tertarik pengen cobain dan maunya beli di aku wkwkwk aku ya ngakak kubilang beli di dusdusan ya sist :p

    btw aku juga tim bekelin suami makan siang teh demi kesehatan maka repot di pagi hari no problemo

  2. Urusan bekal membekal ini memang tugas istri yaa…
    Hihii…
    Pagi-pagi, Abinya anak-anak juga gak mau sarapan di rumah. Ngakalinnya yaa..bawain bekel. Meskipun seadanya, tapi in syaa Allah sehat dan hemat.

    Aku minum Fibro beberapa kali, terasa nyaman banget di badan.
    Alhamdulillah…

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.