Impian Membangun Usaha Kuliner Saat Pensiun

Impian Membangun Usaha Kuliner Saat Pensiun

Hai teman-teman. Selama berpuluh-puluh tahun, Ibuku mengabdi sebagai ASN di Purworejo. Akhirnya tahun depan, Ibuku akan pensiun.

Beberapa tahun terakhir ini, setiap aku pulang kampung ke Purworejo, pembicaraan kami gak pernah lepas dari kira-kira kalau nanti Ibuku sudah pensiun, beliau akan ngapain aja.

Santai-santai sajakah menikmati masa tua?

Kembali bekerja sebagai tenaga profesional?

Mengasuh cucu?

Atau dagang?



Setelah Pensiun, Mau Apa?

Ibuku bukan termasuk tipe yang suka santai-santai atau Bahasa Jawanya leyeh-leyeh. Beliau tuh wanita yang cekatan, sigap, dan apa-apa bisa. Dari mulai kerja kantoran, ke pasar, ke warung, bahkan membimbing petani dijalani. Sejak aku kecil, Ibuku sebagai working mom gak pernah punya ART. Semua kerjaan rumah dikerjakan sendiri gotong royong sama Bapak.

Kalau setelah pensiun kembali lagi kerja sebagai tenaga profesional, mungkin bisa. Tapi akan sekali-kali. Misalnya sebagai pembicara atau pengisi materi di radio. Oh ya, Ibuku suka diundang oleh radio-radio lokal di Purworejo sebagai pengisi materi seputar dunia pertanian loh.

Kalau mengasuh cucu, mungkin akan sekali-kali. Gak setiap hari. Soalnya cucu-cucunya jauh. Aku di Bandung. Dan adikku tinggal di Depok.

Dagang adalah opsi yang paling cocok. Selama ini memang Ibuku sudah dagang buka warung kelontong di depan rumah. Yang jaga Mbak sepupuku. Ibuku bagian belanja ke pasar. Atau kadang dagang di warung juga kalau Mbak sepupuku sudah pulang ke rumahnya.

Tips Mudik Membawa Balita Naik Pesawat Terbang
Ibuku

Membangun Usaha Kuliner Saat Pensiun

Selain dagang barang kelontong di warung, Ibuku juga punya impian dagang makanan saat pensiun nanti. Ibuku basic-nya memang senang berdagang.

Tapi aku sempat meragukan usaha kuliner yang akan dibangun oleh Ibuku nanti. Bukan aku tidak percaya dengan kemampuan beliau. Tapi bikin usaha kuliner atau dagang makanan itu capek banget. Apalagi kalau baru mau mulai merintis menjelang usia pensiun.

Bayangin ya. Dini hari sudah harus bangun tidur untuk belanja bahan makanan mentah ke pasar. Pulang dari pasar langsung masak supaya pagi-pagi kalau ada orang mau beli sarapan, makanan sudah tersedia di warung. Siang melayani lagi orang-orang yang mau beli buat makan siang. Begitu juga sore orang pada beli makanan untuk stok makan malamnya.

Itu baru urusan tenaga. Belum lagi urusan cuci-cuci piring. Yang pasti akan sangat merepotkan sekali. Aku gak kuat ngebayanginnya.

Saat warung makan tutup, bukan berarti pekerjaan selesai. Kebayang Ibuku harus ngitung berapa uang yang masuk dan apa aja makanan yang laku dijual. Pekerjaan merekap transaksi harian ini cukup menyita waktu dan pikiran karena harus dikerjakan dengan teliti.

Lalu, kapan Ibuku akan istirahat? Padahal usianya sudah tidak muda lagi.

Bisa sih hire karyawan untuk bantu-bantu Ibuku jualan di warung. Karyawan buat teman masak, bantu melayani pembeli, atau bantu-bantu cuci piring dan gelas. Ibuku tinggal meng-supervise aja. Jadi kerjaan lebih ringan dan ibuku tetap ada kegiatan setelah pensiun. Gak nganggur-nganggur amat.

Aplikasi SPOTS untuk Memudahkan Usaha

Selain karyawan yang bisa membantu pekerjaan Ibuku jadi lebih mudah, sekarang ini juga ada aplikasi kasir yang bisa membantu kelancaran usaha. Adalah SPOTS yaitu perangkat multifungsi dari GOJEK untuk semua kebutuhan pelaku UMKM di Indonesia. Dari terima pemesanan GO-FOOD, pembayaran GO-PAY, hingga laporan harian dari beragam tipe pembayaran dan cetak resi secara instan bisa dilakukan dengan bantuan SPOTS ini.

Aplikasi kasir SPOTS dapat menghemat waktu dan uang dengan mengotomatisasi banyak tugas penjualan sehari-hari. Coba lihat video berikut ini ya teman-teman.

Perangkat SPOTS ini dapat dibeli dengan harga terjangkau. Biaya aktivasinya Rp. 290.000. Sedangkan biaya pemeliharaan Rp. 2.900/hari. Cukup terjangkau kan ya.

SPOTS POS seperti ini yang dibutuhkan penjual seperti Ibuku. Bukan hanya untuk jualan kuliner saja, tapi juga bisa digunakan untuk warung kelontong Ibuku.

Doakan nanti kalau sudah pensiun, Ibuku bisa tetap sehat. Bisa berkegiatan dengan lancar dan tercapai cita-citanya membuka warung makanan ya  teman-teman. Nanti coba aku kenalkan Ibuku dengan SPOTS ini supaya pekerjaan dagangnya jadi lebih mudah.

Artikel ini didukung oleh SPOTS



13 thoughts on “Impian Membangun Usaha Kuliner Saat Pensiun”

  1. Kalau biasa kerja memang saat pensiun akan terasa sekali.
    Tapi anak-anaknya suka gak tega yaa…kalau orangtua kembali harus kerja.
    Yang paling pas, punya usaha sendiri, jadi hanya sebagai pemodal.
    Biar karyawan yang pakai SPOTS untuk urusan keuangan, dll nya.

  2. Melengkapi usaha dengan aplikasi yang bakal memudahkan kegiatan sehari-hari pastinya akan sangat membantu ya. Ini kan aplikasi kasir SPOTS bisa membuat catatan keuangan harian, pemilik usaha jadi tak repot lagi melakukan pencatatan

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.