Weekend kemarin sengaja bawa Akmal dan Azril keliling Bandung naik bis. Terakhir naik bis itu pas Akmal usia sekitar 1,5 tahun dari Bandung ke Depok. Setelah itu belum pernah lagi naik bis.
Mumpung hari Sabtu kemarin rada slow, saya dan suami kepikiran untuk ngajakin anak-anak jalan-jalan keliling naik bis ke Bandung. Iseng aja sih.
Dari rumah kami naik motor dulu. Motor rencananya akan dititipin di tempat servis motor sekalian motornya di servis. Soalnya udah beberapa bulan gak di servis. Nah sambil nungguin motor di servis, kami keliling aja naik bis.
Bis yang kami pilih adalah bis DAMRI jurusan Jatinangor – Dipatiukur. Kenapa pilih DAMRI?
- Bis ini trayeknya lewat jalan depan tempat kami servis motor
- Nyaman
- Dingin karena ada ACnya
- Lega, tidak berdesak-desakan
- Bebas asap rokok
- Murah.
Hal pertama yang Akmal tanyakan saat ia sudah ada di dalam bis adalah kenapa kok tidak ada seatbeltnya di dalam bis? Sementara di pesawat dan di mobil selalu ada seatbeltnya. Pertanyaan ini belum sempat saya jawab karena Akmal sudah terlanjur sibuk mengamati situasi di dalam bis.
Sebenarnya saya sendiri juga tidak tahu, kenapa tidak ada seat belt di kursi penumpang bis. Ada yang tahu dan bisa bantu saya menjawab pertanyaan Akmal?
Bagi Akmal, ini udah ke berapa kalinya dia naik bis. Lupa tepatnya ke berapa kali. Dulu waktu dia bayi, suka diajak mudik naik bis ke kampung halaman di Purworejo. Sejak hamil dan punya Azril, kami belum pernah lagi naik bis baik jarak dekat maupun jarak jauh.
Akmal sendiri suka di ajak naik bis. Terbukti dia terlihat menikmati perjalanannya. Sesekali mengamati apa yang terjadi di luar bis. Dia juga heran kenapa saat di dalam bis, kendaraan yang ada di luar jadi terlihat lebih rendah dan kecil.
Kalau Azril justru agak takut. Mungkin karena ini pengalaman pertamanya naik bis dan ada banyak orang asing di dalam bis. Azril ini memang kalau sama orang asing agak takut. Puncak takutnya itu pas dia lihat ada pengamen genjrang-genjreng nyanyi sambil mainin gitarnya. Saking takutnya, dia peluk ayahnya sampai ketiduran.
Tadinya kami akan memutuskan untuk turun di Dipatiukur, tujuan akhir bis DAMRI ini. Tapi mengingat sudah adzan Dzuhur dan nanti di Dipatiukur kami gak tahu lokasi masjid ada di mana, jadi kami putuskan berhenti di PUSDAI. Di PUSDAI kami bisa istirahat sekalian sholat Dzuhur.
Mengajak anak jalan-jalan keliling naik bis itu ternyata menyenangkan ya. Ada banyak hal yang bisa mereka rasakan dan mereka lihat. Contohnya kasus temuan seat belt oleh Akmal yang ternyata tidak ada di bis. Coba kalau dia gak diajak naik bis beneran, pasti dia gak tahu kalau kursi penumpang di bis itu enggak ada seat belt nya. Beda sensasinya dari sekedar mainan bis-bisan atau naik bis yang berhenti.
Buat teman-teman yang kepengen juga ngajakin anaknya jalan-jalan naik bis, ini tips ala saya ya.
- Sounding ke anak sehari sebelumnya supaya ia tahu bahwa kita akan jalan-jalan naik bis.
- Bawa perbekalan (cemilan, minuman) biar gak lapar. Kebetulan kemarin pas bulan puasa, kami tetap bawa bekal sih buat anak-anak, tapi gak dimakan di tempat umum.
- Bawa baju ganti, khawatir anak mabuk perjalanan dan muntah.
- Bawa tisu basah buat ngelap keringat dan debu yang menempel di dahi atau tangan mereka.
- Bawa jaket dan topi karena di bis DAMRI itu full AC yang lumayan dingin. Topi juga bisa dipakai untuk menghindari terik matahari yang menyengat.
- Bawa receh dan uang kecil. Receh bisa dipakai untuk memberi pengamen. Kalau uang kecil untuk bayar tiket naik bis. Kemarin bisa DAMRI jurusan Jatinangor – Dipatiukur ongkosnya Rp 8.000. Jauh dekat ongkosnya sama aja. Siapkan uang pas biar gak ribet nunggu uang kembalian.
- Bawa tas anak untuk menyimpan bekal snack, minuman, baju ganti, dan topi.
Jalan-jalan naik bis sambil membawa anak-anak emang nagih. Suami sendiri juga seneng naik bis karena dia juga gak capek harus nyetir lama-lama. Bahkan saking enjoy-nya naik bis, dia ngajakin untuk ngetrip lagi ke luar kota naik bis. Mungkin tujuannya ke Depok lagi ke rumah adik saya. Atau mungkin nyobain ke Bintaro. Tidak ada saudara sih di Bintaro, tapi pengen aja sekali-kali ke kota yang jarang kami kunjungi. Kalau di Depok, kemungkinan sih nginep di rumah adik saya, tapi kalau ke Bintaro mau nyobain nginep di Aviary Hotel (1).
Ohya, jalan-jalan naik bis ini termasuk murah. Soalnya sekali jalan kami berempat hanya mengeluarkan uang Rp 16.000. Kalau bolak-balik totalnya Rp 32.000. Anak-anak duduknya dipangku, jadi tidak ambil jatah orang lain. Kalau longgar dan sepi penumpang, baru deh mereka bisa duduk sendiri.
Teman-teman pernah ngajakin anaknya wisata murah meriah di dalam kota sambil naik bis? Cerita donk apa keseruannya! Share di kolom komentar yaa…
Cerita keseruan naik bis pertama kali ini juga sudah tayang vlog nya. Jangan lupa ditonton videonya, kasih jempol kalau teman-teman suka ya.
https://youtu.be/kFZZUQ1gPho
(1) sponsored link, please read disclosure
10 Komentar
andyhardiyanti · 20/06/2017 pada 7:18 pm
Eh sama, saya juga beberapa kali nanya ke teman-teman kenapa bis gak seatbeltnya dan gak ada yang bisa jawab. Huhuhu.
Yasinta Astuti · 20/06/2017 pada 11:49 pm
Iioo juga seneng kalau diajak naik bis teh. Heboh dan seru banget ya.
Iya juga ya aku malah ga pernah kepikiran soal seat belt ini dong >.<
Ida Tahmidah · 22/06/2017 pada 8:04 am
Wah jd pengen jln2 pake bis hehe..
Firda Winandini · 22/06/2017 pada 8:32 am
Kangen naik bis, udah lama ga naik bis Damri hahaha
herva yulyanti · 22/06/2017 pada 9:44 am
aku juga kabita teh pengen naik bis dari Cimahi ke Bandung sayangnya belum weh kesampean anakku belum pernah pisan naik bis hahaha
Evrinasp · 03/07/2017 pada 5:21 pm
Kalau di Indonesia kayanya emang gak ada selt belt di bis ya, aku baru nemuin di Korea, harus pake selt belt di bis
Sri Mulyani · 06/07/2017 pada 7:53 pm
Wah masih ada Damri ya?
Di Medab sudah gada loh
Armita Fibriyanti · 07/07/2017 pada 8:46 am
Ada. DAMRI jadi salah satu public transportation idola di Bandung 🙂
emanuella aka nyonyamalas · 07/07/2017 pada 10:04 am
Kalau ke Bintaro meet up yuuuukkkk…. 🙂 kabar2i ya mbaaaa….
Armita Fibriyanti · 07/07/2017 pada 11:04 am
Boleh..boleh..