Lipstik Sulamit

Review Sulamit Cosmetics

Review Sulamit Cosmetics. Hai hai hai. Mau cerita nih sedikit tentang keseharian saya dan kosmetik.

Yang tiap hari ketemu sama saya pasti tau ya kalau saya ini jarang banget dandan. Pakai kosmetik lengkap itu cuma sekali-kali, sebulan sekali aja udah untung banget. Wekekek.

Kosmetik lengkap itu buat saya maksudnya pelembab, foundation, BB cream, bedak, eye shadow, blush on, dan lipstik. Hihihi.

Apalagi sejak punya dua bayi, saya jadi makin jarang pakai make up. Paling seminggu sekali kalau pas mau jalan-jalan weekend. Itu juga cuma pakai pelembab, bedak dan lipstik. Udah.

Kenapa saya jarang pakai make up? La wong saya tiap hari ada di rumah, ngurusin dua krucils. Gak ke mana-mana.

Suami juga gak terlalu nuntut harus dandan ala-ala. Yang penting bersih kalau dia ada.

Terus ya, kalau saya dandan, anak-anak suka ikut-ikutan ‘dandan’. Dikasih tanda petik, soalnya mereka ujung-ujungnya bukan dandan tapi mainin alat-alat kosmetik saya.

Udah berapa aja tuh lipstik yang patah, compact powder yang merekah kemana-mana, loose powder yang bertaburan ke mana-mana isinya, pensil alis yang buat ngegambar tembok dan pensil mata yang hilang tutupnya lalu kering.

Ibu-ibu, siapa yang juga ngalamin kayak saya ini?

Masalah datang lagi kalau saya dandan kelamaan. Anak-anak suka jerit-jerit. Teriak minta Ibu cepat selesai dandan.

Aarrgh, aku kan jadi grogi dan gak nikmatin waktu dandan kalau lagi dandan gini terus diburu-buru sama anak-anak. Skill dandan saya juga masih taraf amatir yang gak bisa cepet dandan bagus.

Ya gitu deh, akhirnya saya dandan sekenanya aja. Yang penting gak kucel dan lecek. Mandi dengan bersih walau acara mandi penuh dengan drama.



(lebih…)

Klinik Kecantikan Murah di Bandung

Problema Wanita dengan Kulit Kering

“Bu. itu kenapa sih kulit mukamu putih-putih belang bentong gak rata gitu” tanya suami

“rrrr… iya nih, ini gara-gara sabun cuci muka yang aku pakai kemarin itu loh, ternyata gak cocok”

Saya memiliki sedikit masalah dengan kulit terutama kulit wajah. Tipe kulit saya itu termasuk kulit normal cenderung kering. Seseorang yang memiliki kulit kering seperti saya menghadapi beberapa masalah seperti kulit yang cepat keriput sehingga nampak lebih tua dari usia sebenarnya dan kulitnya akan mudah menghitam. Apalagi jika terpapar matahari dalam waktu yang lama, kulit akan kusam dan rasanya seperti keripik.

Kulit saya juga termasuk kulit yang sensitif. Tidak bisa sembarangan memakai produk kecantikan. Tidak bisa sering-sering ganti merk kosmetik. Tapi, kadang saya suka ngeyel dan penasaran dengan hadirnya produk kosmetik baru. Gatal, ingin mencoba.  (lebih…)

Hari Pelaksanaan Kelas Inspirasi Subang

“Keluar… keluar… takut mobilnya gak kuat!” Setengah berteriak, suami saya memburu kami untuk lekas bergegas keluar dari mobil. Perintah yang kemudian kami ikuti dengan segera turun dari mobil. Sedetik kemudian dua orang laki-laki dan dua perempuan berlari menuju mobil kami. Satu dari mereka sigap menempatkan batu sebesar kepala orang dewasa di ban mobil belakang kami. Yang lainnya mengerahkan tenaga besarnya membantu mendorong mobil dari belakang agar lajunya mampu melewati tanjakan terjal berbatu di jalan menuju Desa Cisalak, Subang, Jawa Barat.

Pagi itu, Sabtu 23 Januari 2016, mulut saya tidak berhenti merapal doa. Memohon kepada Yang Kuasa agar diberikan kemudahan, kelancaran, dan keselamatan sehingga perjalanan kami para relawan Kelas Inspirasi disampaikan di tempat tujuan dengan tanpa suatu kekurangan apapun. Jika medan jalan tidak seterjal itu, mungkin saya bisa duduk dengan tenang di kursi belakang mobil tanpa rapalan doa. Namun, kondisi jalan dengan bongkahan batu dan kerikil tak beraturan sungguh menguji nyali. (lebih…)

Mengenal Kelas Inspirasi Subang

Mengenal Kelas Inspirasi Subang. Perkenalan saya dengan Kelas Inspirasi Subang dimulai bulan November 2015 lalu, kalau saya tidak salah ingat. Waktu itu, seorang rekan saya bernama Ferdi memasukkan saya ke sebuah grup Facebook yang kemudian saya ketahui adalah grup Kelas Inspirasi/KI Subang. Personally, saya mengenal Ferdi karena ia adalah adik kelas sewaktu saya menempuh pendidikan master di MB IPB. Ternyata juga, Ferdi adalah rekan baik dari adik saya di Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Kebetulan yang baik ya.

Jadi, ketika Ferdi memasukkan saya ke grup KI Subang, saya tidak merasakan keberatan sama sekali. Justru senang karena saya sudah lama ingin bergabung dengan keluarga besar Kelas Inspirasi Indonesia. Di saat sekarang ini sedang marak oknum-oknum yang menjebloskan saya ke grup-grup gak jelas (yang langsung saya leave dan unfriend yang bersangkutan), saya malah bersyukur dimasukkan ke grup KI Subang ini.

Bagi teman-teman yang belum tau apa itu KI, saya jelaskan sekilas ya. Lengkapnya bisa lihat-lihat di google, ada banyak informasinya kok.

Kelas Inspirasi adalah salah satu program dari Indonesia Mengajar yaitu sebuah gerakan di bidang pendidikan yang merekrut, melatih, dan mengirimkan lulusan terbaik untuk mengajar sekolah dasar di daerah pelosok Indonesia selama 1 tahun. Indonesia Mengajar telah aktif berkontribusi pada perbaikan dunia pendidikan di tanah air sejak pertengahan tahun 2010. Melalui KI, Indonesia Mengajar ingin mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia.

Saya mulai tertarik dengan kegiatan KI ketika saya melihat rekan saya Dhama mengajar di KI Bogor. Dhama ini adalah rekan saya dari sejak SMP, SMA, sampai kerja dan ngekost bareng di Bogor. Saya melihat foto-foto kegiatan KI Bogor yang diunggah Dhama sangat menarik. Dhama terlihat sangat menikmati perannya dan memancarkan aura positif sebagai pengajar yang menginspirasi anak-anak. Begitupun anak-anak yang terlihat takjub dengan profesi yang dijalani oleh Dhama sebagai seorang konsultan di bidang lingkungan. Tidak jarang tawa lepas mereka terabadikan dalam lensa kamera. Dan sejak saat itu saya berjanji bahwa saya akan mendaftar menjadi relawan KI. (lebih…)