Plus-Minus Menggunakan Salep Jerawat

Plus-Minus Menggunakan Salep Jerawat

Jerawat? yap, makhluk mungil ini emang ganggu banget kan. Aku sendiri emang kulitnya cenderung normal kering. Tapi walaupun begitu, aku juga pernah kok beberapa kali jerawatan. Terutama kalau pas lagi mau PMS. Jerawat muncul di muka udah kayak jamur di musim hujan. Wkwk.

Baca: Problema Wanita dengan Kulit Kering

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi pada orang berusia remaja hingga dewasa muda. Meski tidak berdampak buruk pada kesehatan, jerawat dapat mengganggu penampilan. Oleh sebab itu, banyak yang mencari obat jerawat, agar penampilan tetap menarik.

Ngomong-ngomong tentang jerawat, aku pribadi juga Alhamdulillah gak terlalu punya masalah besar dengan jerawat. Jerawat kecil-kecil, masih bisa dikendalikan. Lain dengan suamiku yang memang basic kulitnya normal berminyak, dia punya problem dengan jerawat. Terutama pas masa muda dulu. Dulu, mukanya gak dirawat. Bekas jerawat banyak banget di mukanya. Jadilah mukanya sekarang banyak yang bolong karena bekas jerawat. Aku suka gemes lihatnya.

Taukah teman-teman kalau bentuk obat jerawat beragam loh. Mulai dari obat minum, salep, masker, hingga dalam bentuk plester. Di antara beragam jenis obat tersebut, yang paling umum digunakan adalah salep jerawat.

Terdapat bebagai keuntungan dan kekurangan dalam menggunakan salep jerawat. Namun, sebelum mengetahuinya, perlu ditelisik dulu penyebab timbulnya jerawat.

Penyebab Jerawat

Secara umum penyebab jerawat dapat dibagi jadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal jerawat adalah hormon dan genetik. Manusia kerap mengalami perubahan hormon pada masa pubertas.

Perubahan hormon tersebut tersebut memicu produksi minyak (sebum) berlebih yang dapat menyebabkan muka jadi berjerawat. Setelah melewati masa pubertas, ada dua kemungkinan yang terjadi pada wajah berjerawat.

Kemungkinan pertama hormon menjadi jauh lebih stabil, sehingga jerawat yang tadinya muncul dalam jumlah banyak di wajah dapat langsung menghilang begitu saja.

Namun, ada pula kemungkinan kedua, yaitu wajah akan terus berjerawat hingga usia dewasa, meski hormon telah stabil. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh faktor genetik.

Beberapa orang memiliki genetik produksi sebum yang lebih banyak dibandingkan orang pada umumnya. Hal tersebut yang menyebabkan orang akan terus berjerawat seperti ketika masa pubertas seumur hidupnya.

Secara khusus pada perempuan, perubahan hormon yang dapat menyebabkan jerawat juga dapat terjadi pada masa kehamilan.

Faktor eksternal yang dapat menyebabkan jerawat adalah kebersihan wajah dan pola hidup tidak sehat.

Pada usia dewasa muda, hormon sudah cenderung lebih stabil. Jerawat mulai muncul hanya jika dipicu oleh kebiasaan dan pola hidup tidak sehat.

Kebiasaan dan pola hidup tidak sehat meliputi jarang membersihkan muka terlebih jika habis beraktivitas di luar rumah seharian, tidak memakai masker selama berada di angkutan umum, merokok, dan makan makanan yang mengandung banyak minyak.

Dari kedua faktor yang telah dipaparkan tersebut, salep jerawat sangat ampuh untuk mengatasi jerawat dengan penyebab eksternal.

obat jerawat

PLUS!

  1. Mudah diperoleh

Salep jerawat merupakan pengobatan jerawat dari luar. Penggunaannya adalah dengan mengoleskan secara tipis salep tersebut pada bagian yang berjerawat. Keampuhan salep jerawat ‘cocok-cocokan’ dengan kulit pengguna, sehingga tidak bisa digeneralisasi salep apa yang paling ampuh.

Hingga saat ini, telah banyak beredar salep jerawat yang dapat diperoleh dengan mudah di apotek, minimarket, maupun toko online langganan. Pembelian salep jerawat sangat mudah karena tidak membutuhkan surat dokter. Untuk dapat menemukan salep yang sesuai, butuh teliti untuk mengenal jenis kulit masing-masing.

  1. Minim efek samping di dalam tubuh

Sebagai obat luar, maka salep jerawat tidak memiliki dampak pada organ dalam tubuh.  Sedangkan obat minum memiliki kemunginan alergi yang menyebabkan diare, berefek pada lambung, dan lain-lain.

Jika kandungan obat terlalu keras atau tidak cocok dengan jenis kulit, maka dampak alergi biasanya dapat langsung terlihat. Efek yang umum terjadi adalah jerawat bertambah banyak atau terjadi pengelupasan kulit.

Efek yang terlihat tersebut membuat efek samping penggunaan salep dapat segera ditangani dan tidak merusak organ dalam tubuh.

  1. Minim Efek Ketergantungan

Salep jerawat memiliki mekanisme mengobati dari luar, yaitu dengan membunuh bakteri penyebab jerawat pada pori-pori kulit. Hal tersebut tidak menyebabkan ketergantungan, sehingga apabila jerawat telah sembuh tidak perlu menggunakan salep tersebut secara terus-menerus.

MINUS!

  1. Berpotensi Menyebabkan Alergi

Beberapa salep memiliki kandungan yang terlalu keras untuk kulit sensitif. Meski tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan atau organ dalam tubuh, salep yang terlalu keras membuat muka menjadi meradang.

Biasanya peradangan diikuti dengan pengelupasan yang membuat kulit memerah dan perih. Selain itu bekas pengelupasan akan menghitam. Hal tersebut dapat mengganggu penampilan.

  1. Tidak Mampu Mengurangi Jerawat karena Hormon dan Genetik

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, salep jerawat merupakan obat luar, sehingga tidak mungkin dapat menjangkau penyebab-penyebab internal. Pada kulit berjerawat yang disebabkan hormon dan genetik, pengobatan luar hanya berfungsi menyebab peradangan dan mencegah jerawat meninggalkan bekas pada kulit wajah.

Meski memiliki beberapa kekurangan, namun menggunakan obat jerawat jauh lebih aman untuk mengobati jerawat. Saat ini telah banyak salep jerawat yang dijual dengan berbagai merk. Penjualannya pun tidak hanya dapat dijumpai secara offline pada toko-toko terdekat, telah banyak juga toko online yang menjual obat jerawat. Perlu lebih teliti dan kritis dalam memilih obat jerawat, salah satunya dengan membaca ulasan dengan klik di sini.

Oke deh teman-teman. Itu cerita sedikit tentang jerawat ya. Teman-teman yang punya masalah dengan jerawat, semoga segera teratasi ya masalahnya.

2 thoughts on “Plus-Minus Menggunakan Salep Jerawat”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.