memilih susu bayi
Parenting

Susu Bayi

Salah satu hal yang saya syukuri dari perjalanan menjadi seorang Ibu adalah bisa memberikan ASI bagi kedua anak saya. Alhamdulillah ASI saya ngucur, deras, dan lancar. Bahkan sampai bisa menyusui sampai kedua anak saya berusia 2,5 tahun.

Baca: Saatnya Menyapih Anak

Namun, saya juga sadar kalau tidak semua orangtua di luar sana bisa dengan mudah memberikan ASI terbaik kepada buah hatinya. Sehingga mereka perlu berpikir keras memilihkan susu bayi yang tepat di pasaran. Susu formula menjadi alternatif yang bisa dan kerap diambil oleh orangtua yang kesulitan memberikan ASI untuk buah hatinya. Sebab tersedia bebas di pasaran bahkan bisa dibeli melalui kegiatan belanja online saat kita berbelanja perlengkapan bayi di internet. Sehingga semua orangtua tidak punya kesulitan memberikan makanan bernutrisi untuk buah hatinya.

Saya pribadi, setelah anak lepas ASI juga memberikan susu formula sebagai pilihan. Walau tidak selalu ada, tapi kalau pas ada rezeki ya anak-anak saya belikan susu. Susunya lebih beragam sih. Kadang susu pasteurisasi, kadang susu UHT, kadang juga susu formula yang dalam bentuk bubuk.

Perjalanan mencari susu formula yang cocok ini seperti mencari jodoh. Wkwk. Soalnya kadang ada yang malah bikin anak jadi alergi, mencret, susah buang air besar, dan gejala lain. Saya sendiri pernah mencoba satu kali memberikan susu formula merek X untuk kedua anak saya Akmal dan Azril. Di Akmal, ia tidak ada gejala alergi terhadap susu formula X tersebut. Tapi di Azril justru ada gejala tertentu setelah minum sufor tersebut. Azril jadi sering mencret. Jadi, saya stop deh pemberian susu formula merek X itu deh.

Pertimbangan Penting Dalam Memilih Susu Formula

Gambar Susu Bayi

Untunglah tidak ada gejala lain selain mencret-mencret. Makanya penting banget buat kita sebagai ibu-ibu dalam menentukan susu formula untuk anak-anak kita. Ada beberapa pertimbangan penting yang perlu kita pikirkan dalam memilih susu formula untuk anak.

Selain tidak menyebabkan alergi, pemilihan susu formula ini pun perlu diimbangi dengan beberapa pertimbangan penting berikut ini:

  1. Pilih yang karakternya paling mirip ASI

Memilih susu untuk bayi ternyata tidak semudah memilih baju di sebuah toko online, sebab perlu mencari yang karakternya mirip dengan ASI. Caranya adalah mengetahui kandungan nutrisi pada ASI kemudian membandingkan dengan informasi nilai gizi pada kemasan susu formula, lalu pilih yang paling mendekati sama.

  1. Kandungan nutrisinya lebih kompleks

Opsional tambahan adalah mencari susu bayi dalam kemasan yang memang mengandung nutrisi lebih kompleks. Tentunya bisa dikonsultasikan dulu dengan dokter anak yang menangani buah hati kita untuk mengetahui nutrisi tambahan apa saja yang aman diberikan ke si kecil. Kemudian baru mencari yang nutrisinya memang disediakan oleh salah satu produk susu formula di pasaran. Cara ini membantu memberikan nutrisi lebih beragam bagi optimalisasi tumbuh kembang anak.

  1. Memilihkan yang sesuai usia buah hati

Pada saat berbelanja susu formula untuk buah hati kita di rumah maka jangan sampai tergesa-gesa. Selain memeriksa komposisi bahan dan informasi nilai gizi pada kemasan kita pun perlu mengecek tanggal kadaluarsa sekaligus susu tersebut cocok untuk bayi usia berapa. Biasanya detail usia ini kerap terabaikan saat belanja terlalu terburu-buru, padahal kalau sampai salah memilih umur bisa memicu diare. Alangkah baiknya pilih yang memang sesuai usia anak kita agar aman untuk pencernaannya.

  1. Sudah terbukti aman untuk bayi

Saat memilih susu formula beberapa orangtua cenderung fokus pada persoalan merek juga soal harga. Semakin terkenal mereknya dan semakin mahal harganya maka menjadi indikasi yang menunjukan kalau susu tersebut bagus. Padahal dua faktor ini bukanlah jaminan, paling tepat adalah mencari susu formula yang sudah terbukti aman untuk bayi. Sebab tidak menjamin merek terkenal aman dari kasus menyebabkan seorang bayi masuk rumah sakit bahkan meninggal.

  1. Produk susu formula yang mudah didapatkan

Kebutuhan susu bagi buah hati kita tentu perlu diberikan secara kontinyu, bisa anak lepas dari susu asalkan sudah menginjak usia remaja. Ketika masih di masa anak-anak biasanya makanan cair ini menjadi sumber nutrisi paling dominan pada tubuhnya. Memang tetap perlu diimbangi dengan asupan lain yang sekiranya sudah sesuai dengan pencernaan anak. Maka penting mencari produk susu bayi yang tersedia dimana-mana baik toko online maupun offline supaya bisa disediakan kapan saja.

Baca: Tips Memilih Botol Susu Bayi

Oke deh teman-teman, itu aja sih cerita singkat saya tentang pengalaman memberi susu bayi untuk kedua anak saya dan sedikit tips tentang gimana cara memilih susu bayi. Semoga bermanfaat ya!



You may also like...

9 Comments

  1. Wah makasih tipsnya Teh, saya juga ingin memberikan Asi sampai Gen 2 tahun

  2. Alhamdulillah saya bisa kasih ASI dua anak saya sampai usia 2 tahun, Mbak.
    Enam bulan eksklusif dan sesudahnya ASI dan MPASI. Lalu minum susu bubuk atau UHT untuk anak pertama. Dan anak kedua UHT dan susu segar saja. Karena saat si kecil baby kami tinggal di Amerika dan saya baru tahu, kalau mereka jarang memberikan susu bubuk untuk anak. Kebayakan susu segar dan UHT. Dengan alasan proses pembuatan yang tidak panjang:)

  3. Saya juga patut bersyukur bisa memberikan ASI selama 2 tahun pada anak-anak saya. Dan ketika menyapih mereka saya juga berhati-hati ketika memilih susu formula. Dulu saya sangat memperhatikan kandungan nutrisinya dan juga keamanannya. Alhamdulillah, anak-anak cocok.

  4. Anak pertama dan kedua, dulu pake sufor. Soalnya aku banyak kr luar rumah. Bener banget, milih sufor harus bisa teliti

  5. Alhamdulillah ya Mitaaa kalo bisa menyusui ASI, bersyukur pisan. Sama ASIku juga dl berlimpah, senengnya. Tapi sufor juga tetep sangat penting bagi buibu yang memang butuh tambahan karena ASInya kurang. Teliti memilih sufor wajib yaa, Yang penting anak anak sehat…

    1. Armita Fibriyanti says:

      Alhamdulillah dikaruniai ASI yang banyak ya Teh

  6. Wah, aku pas Fathir sih full ASI tapi pas zaman Kayla campur sufor. Emang harus hati2 dan teliti yah memilih sufor buat anak 🙂

    1. Armita Fibriyanti says:

      Bener, Teh.

  7. setelah anakku 1 tahun aku sempat mau ngasih sufor ke anakku karena produksi asi siang hari sangat berkurang. cuma karena anaknya nggak mau akhirnya dikasih uht aja. memang harus teliti banget memilih sufor untuk anak ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.