Drama Korea

10 Alasan Mengapa Tidak Nonton Drama Korea

10 Alasan Mengapa Tidak Nonton Drama Korea. Tentang blogpost saya sebelumnya di mana saya menulis tentang drama Korea. Ternyata lumayan banyak yang senasib sama saya yaitu mereka yang kurang bisa menikmati menonton drama Korea. Saya kirain, saya doang yang gak bisa nonton drama Korea. wikikikik. Yang belum baca, boleh baca dulu tulisan saya sebelumnya ya.

Baca: Belum Bisa Cinta Sama Drama Korea

Membaca tanggapan pembaca yang kebanyakan ibu-ibu itu, saya bisa sarikan sepuluh alasan mengapa ternyata banyak yang tidak terlalu suka nonton drama Korea:

(lebih…)

Belum Bisa Cinta Sama Drama Korea

Belum Bisa Cinta Sama Drama Korea. Oh yess, this is so true. Gak tau ya, saya kurang bisa menikmati aja nonton film/drama korea yang sekarang lebih ngetop dengan istilah drakor. Ketika teman-teman di lingkaran saya sibuk nonton drakor sampai berpuluh-puluh episode, dibela-belain gak tidur malam karena mereka harus nonton sampai larut, katanya penasaran kalau gak nonton sampai tuntas, saya mendingan tidur ngelingker di kamar.

Tulisan saya kali ini gak ada maksud apa-apa, apalagi memojokkan pecinta drakor. No, big no. Cuma curhat aja sih kalau saya gak bisa nonton drama korea. Gak cuma drakor aja sebenarnya, drama-drama yang lain sekarang. Maksud saya sekarang ya, kondisi saat ini, beda dengan kondisi dulu saat masih single. Saya sekarang adalah IRT dengan dua balita yang kadang bisa mandi dua kali sehari aja udah untung banget, bisa nyisir plus nguncir rambut aja udah sujud syukur. Wkwkwk. Makanya saya mending milih tidur saat ada waktu luang daripada nonton drama baik di TV maupun di laptop. Atau mendingan duduk depan laptop ngerjain pesanan nama bayi dan perusahaan, plus ngecek dokumen terjemahan yang kadang deadlinenya Alhamdulillah banget, saling salip-salipan.  (lebih…)

Cara Mengatasi Blog WordPress Yang Kena Hack

Cara Mempromosikan Bisnis Kita di Media Sosial

Cara Mempromosikan Bisnis Kita di Sosial Media. Hai teman-teman. Punya anak dua laki-laki semua sambil mengurus rumah tangga tanpa ART dan bisnis yang dijalankan dari rumah itu gampang-gampang susah.

Pada saat yang bersamaan saya harus menjadi seorang chef, suster, pendongeng, supir, perencana keuangan, juru gambar, dan sebagainya di samping sebagai seorang konsultan nama dan penerjemah tentunya, dua profesi yang sekarang sedang saya geluti juga. Ohya, di sela waktu, saya juga nyambi jadi blogger.

Baca: Melejitkan Bisnis dengan Internet nan Legit

Kurang lebih tiga tahun belakangan ini, profesi ibu rumah tangga yang “ngantor” di rumah saya jalani, melayani pesanan dari para klien yang ingin dibuatkan nama baik nama bayi maupun perusahaan, dan juga pesanan dokumen terjemahan.

Ada beberapa tips yang bisa saya bagi untuk teman-teman nih, seputar bagaimana memanfaatkan sosial media yang kita punya sembari mempromosikan bisnis yang kita jalani. Kebetulan bisnis saya bergerak di bidang jasa dan tips di bawah ini berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Kalau misalnya teman-teman punya pengalaman berbeda dan bisa ditambahkan, please feel free to add yours di kolom komentar ya. (lebih…)