Hobi,  Uncategorized

Belum Bisa Cinta Sama Drama Korea

Belum Bisa Cinta Sama Drama Korea. Oh yess, this is so true. Gak tau ya, saya kurang bisa menikmati aja nonton film/drama korea yang sekarang lebih ngetop dengan istilah drakor. Ketika teman-teman di lingkaran saya sibuk nonton drakor sampai berpuluh-puluh episode, dibela-belain gak tidur malam karena mereka harus nonton sampai larut, katanya penasaran kalau gak nonton sampai tuntas, saya mendingan tidur ngelingker di kamar.

Tulisan saya kali ini gak ada maksud apa-apa, apalagi memojokkan pecinta drakor. No, big no. Cuma curhat aja sih kalau saya gak bisa nonton drama korea. Gak cuma drakor aja sebenarnya, drama-drama yang lain sekarang. Maksud saya sekarang ya, kondisi saat ini, beda dengan kondisi dulu saat masih single. Saya sekarang adalah IRT dengan dua balita yang kadang bisa mandi dua kali sehari aja udah untung banget, bisa nyisir plus nguncir rambut aja udah sujud syukur. Wkwkwk. Makanya saya mending milih tidur saat ada waktu luang daripada nonton drama baik di TV maupun di laptop. Atau mendingan duduk depan laptop ngerjain pesanan nama bayi dan perusahaan, plus ngecek dokumen terjemahan yang kadang deadlinenya Alhamdulillah banget, saling salip-salipan. 

Dulu, waktu masih single dan belum punya banyak tanggungan, saya menikmati waktu me time itu juga dengan nonton. Tapi lebih suka nonton yang bahasanya pakai Bahasa Inggris, misalnya serial Monk. Saya suka banget tuh. Saya juga bisa nonton serial Monk itu sampai dini hari. Buat saya, tontonan yang pakai Bahasa Inggris itu lebih mudah dipahami, walaupun tanpa subtitle. Gak suka yang disulih suara.

Pas zaman ngekos dulu, teman-teman kuliah di kos-kosan pada getol banget nonton drama korea. Waktu itu, drakor sedang ramai-ramainya masuk ke Indonesia, sekitar tahun 2008-2009an. Teman-teman di kosan, mereka nontonya ramai-ramai di TV kosan, atau nonton bareng di kamar siapa gitu yang laptopnya lagi nganggur dan yang bersangkutan punya stok banyak drakor. Saya sendiri cuma inget baru satu kali nonton drakor yang benar-benar saya suka dan ikuti dari awal sampai akhir yaitu serial Full House, tokohnya Han Ji Eun dan Lee Young Jae. Haha, katrok banget ya saya. Piss. Drakor yang lain saya gak pernah tau.

Full House. Pic from lifestyle.dreamers.id

Makanya, saya suka bengong aja kalau pada ngobrolin drakor, saya bener-bener gak tau. Angkat tangan deh.

Drakor ini rupanya gak cuma disukai remaja kok. Bahkan yang dewasa sampai ibu-ibu yang sudah bersuami pun sampai pada ngefans banget. Ya wajar sih, selain karena katanya alur ceritanya natural dan bagus untuk diikuti, pemerannya juga cakep, tampan, dan cantik-cantik. Kulitnya mulus, bersih, rambut lurus hitam, mata bulat, hidung mancung ideal banget ya dijadiin idola walaupun ternyata kecantikan/ketampanannya gak asli alias hasil operasi plastik.

Tapiii… gimana ya, saya agak gak sreg sama pengidola artis korea yang sudah ibu-ibu macam saya apalagi kalau yang sudah bersuami memuja artis Korea dengan pujian yang kadang keterlaluan. Misalnya nih, ada teman A yang upload foto artis Korea tampan di timeline Facebook, terus ada Ibu B komen seperti ini: mau donk di gendong artis X. Ada juga Ibu C yang menimpali dengan komen: mau atuh lah minum ngopi-ngopi cantik sama artis Y. Berlanjut dengan komen Ibu D: haduuh kapan ya aku ke Korea, kalau ke Korea mau peluk Mr. Z, pengen donk jadi istri keduanyaaa…bla.. blaa…dan komen-komen senada lainnya. Saya gak cuma sekali dua kali nemu komen begini, tapi seriiing 😀 whehehe, soalnya timeline saya beberapa pecinta drakor 😀

Saya sih sedih ya lihat yang ginian, apalagi tau kalau ibu-ibu ini statusnya sudah menikah, punya anak pula. Gimana coba kalau komennya dilihat suaminya, apa gak sedih tuh suami. Bolehlah suka sama artis, tapi ya sewajarnya aja. Gak perlu sampai yang bilang/komen seperti itu.  Apalagi sampai ada yang rela katanya siap dijadiin istri si artis Korea. Ada loh yang sampai begitu. Beneran. Ya ampun, saya cuma ngelus dada sih bacanya, gak sampai hati mau ngingetin. Takut tersinggung. Ya sudah, mending saya bikin jadi blogpost aja ya.

Saya sih ngebayangin ya, gimana coba itu perasaan suaminya kalau tau ternyata istrinya mengidolakan artis sampai seperti itu. Ibu-Ibu, kita mah udah menikah, jadi milik suami. Ada baiknya kita jaga harga diri dan suami dengan tidak mengidolakan secara berlebihan gitu. Gak cuma mengidolakan artis Korea aja sih, artis lokal Indonesia atau Amerika juga sepatutnya yang wajar-wajar saja.

Tulisan ini murni curhatan aja, no hard feeling. Maaf-maaf kalau saya berbeda dan gak terlalu ngeflow dengan drakor ya.

Kalau teman-teman suka dengan drakor dan cinta banget ya gak papa. Toh ini tentang masalah kesukaan/hobby. Beda orang beda hobi udah biasa ya. Teman-teman yang suka drakor bisa nih tengok blog K-addict milik Mbak Lendy Agasshi. Di salah satu blogpostnya, Mbak Lendy nulis tentang ulasan film berjudul One Way Trip.  Ada beberapa pesan moral yang disampaikan dari Film One Way Trip ini, salah satunya yang berkaitan dengan persahabatan, untuk menerima keadaan sahabat kita apa-adanya, tidak saling menyalahkan atau justru mencari kambing hitam. Selain itu, masih ada beberapa pelajaran lain yang bisa di ambil. Mau tau? Cuss langsung ke blognya Mbak Lendy ya dear.

One Way Trip, Korean Film. Pic from cinemania.wordpress.com

Uhmm… mau tau aja sih, ada gak ya teman yang sama dengan saya, yang gak terlalu suka dengan drakor? Bolehlah buka suaranya 🙂

Atau, yang suka sama drakor siapa hayo? Apa drakor favorit kamu? boleh donk kasih referensi film yang must-read selain One Way Trip ini, siapa tau nanti saya punya waktu luang dan sempat nonton drakornya.

Saya sekarang belum bisa cinta sama drama korea, bukan berarti saya gak bisa cinta selamanya. Bisa jadi nanti di masa datang Allah memberi jalan, kasih saya kemampuan manajemen waktu yang baik, saya jadi ada waktu luang, bisa belajar nonton drakor dan akhirnya jatuh cinta ke drakor.

61 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.