cara mengobati cacar

Merawat Anak yang Terkena Cacar Air

Merawat Anak yang Terkena Cacar Air. Seminggu terakhir ini Akmal (anak pertama saya) gak masuk sekolah. Pun sore juga izin ngaji dulu. Dia kena cacar air. T_T

Sakit cacar air adalah sejenis penyakit yang infeksinya disebabkan oleh virus varicella atau varisela. Cacar air bisa menyerang anak-anak atau dewasa, terutama mereka yang sebelumnya belum pernah menderita cacar air atau belum divaksinasi cacar.

Akmal sendiri (5,5 tahun) memang belum sempat vaksin cacar. Saya menunda-nunda terus karena belum sempat (padahal kalau disempetin bisa ya). Alasyan doang ini mah. Wkwk. Maafkan. Udah direncana, kepengen ambil vaksin cacar buat anak-anak, tapi belum kelaksana wae sampai anaknya keburu kena cacar duluan.

Di rumah, yang pernah kena infeksi cacar air cuma saya sendiri. Pas kelas 6 SD dekat-dekat mau ujian nasional. Sedangkan suami dan Azril (anak kedua, 3 tahun) belum pernah sama sekali kena cacar.

Diduga, Akmal kena cacar itu pas seminggu sebelumnya kami menengok tetangga yang baru melahirkan anak. Ternyata dia sedang terkena cacar air. Gak menyangka juga kalau Akmal bakal terinfeksi juga. Penyebaran virus cacar air ini melalui udara, jadi memang mudah sekali tertularnya.



Gejala cacar air yang ditunjukkan oleh Akmal adalah munculnya bintil-bintil seperti melepuh yang berisi seperti air di kulit. Biasanya terasa gatal. Tidak ada panas pada Akmal. Namun di beberapa anak lain, cacar air ini bisa menyebabkan panas tubuh meningkat (demam).

Hari pertama kena cacar, saya gak ngeh. Pulang sekolah dia cerita kalau belakang telinganya gatal. Saya periksa memang ada benjolan kecil berisi air. Tapi saya sedikit denial waktu itu. Oh ini mungkin benjolan biasa. Bukan cacar air.

Malamnya, pas lagi tidur, dia mengeluh gatal-gatal di bagian kepala lagi. Saya raba kulit kepalanya, ada beberapa benjolan serupa. Refleks saya buka baju dan cek bagian punggungnya. Boom! Sudah terlihat beberapa benjolan cacar air seperti terlihat pada foto di bawah ini.

merawat cacar pada anak
Hari kedua kena cacar

Paginya, langsung saya bawa Akmal ke dokter dekat rumah. Dan dibenarkan oleh sang dokter bahwa Akmal terkena cacar air. Kata dokter, untung segera ketahuan jadi bisa langsung diobati. Semoga nanti obat Acyclovir-nya bisa mencegah penyebaran dari virus variselanya. Jadi, bentol kecil-kecilnya tidak sempat menyebar banyak.

Masih menurut dokter tersebut, ada untungnya juga Akmal terkena cacar sekarang. Pas dia kecil usia 5,5 tahun. Soalnya kalau bekasnya nanti bisa cepat hilang. Tidak membekas seperti halnya jika terkena cacar air saat dewasa. Saya aja yang terkena cacar pas kelas 6 SD bekasnya masih abadi sampai sekarang. Gak bisa hilang total.

Pulang dari dokter, saya dibekali obat seperti ini:

obat cacar air
Pemberian obat cacar air harus disertai dengan konsultasi dokter ya

Obat Cacar Air untuk Anak

Dokter memberi resep obat-obat berikut ini untuk Akmal.

  1. Krim Acyclovir 5%

Acyclovir ini berfungsi untuk menghambat virus varicella dan harus diberikan secepat mungkin. Pemberiannya dioleskan pada luka cacar air di permukaan kulit sebanyak 4-5 kali sehari. Jangan dioleskan di area mata, mulut, dan alat kelamin.

Botolnya ini kecil banget sekitar 5 gram. Isi krimnya mengandung Acyclovir 50 mg. Pemakaian di hari ke-4 kena cacar air, sudah habis obatnya. Untung luka bintil cacar air Akmal tidak banyak, jadi saya gak perlu minta obat Acyclovir ini lagi ke dokter.

2. Acifar

Obat Acifar ini bentulnya kaplet, isinya Aciclovir 200 mg. Fungsinya sama dengan krim Acyclovir di atas yaitu untuk mencegah perkembangan/penyebaran virus varicella.

Cara minum kapletnya, tiap kaplet dibagi 2 dan lalu digerus dengan sendok. Tambahkan sedikit air supaya kapletnya larut. Lalu minumkan ke anak. Akmal minumnya 4x sehari (1/2 kaplet).

3. Lerzin Cetirizine 2HCl

Lerzin Cetirizine 2HCl ini fungsinya untuk meredakan alergi dan gatal-gatal pada anak. Bentuknya sirup diminum 1×1 sendok takar.

4. Caviplex

Caviplex ini fungsinya sebagai vitamin/suplemen makanan buat anak, supaya daya tahan tubuhnya meningkat. Diberikan 1×1 sendok takar. Azril juga boleh minum vitamin anak ini untuk mencegah Azril tertular cacar juga.

Nah kalau misalnya teman-teman anaknya juga kena cacar air, saran saya, segera bawa ke dokter. Konsultasikan pengobatan apa yang diperlukan untuk sang anak. Karena beda kondisi anak, tentunya obat cacar airnya beda. Obat cacar air untuk Akmal di atas jangan dijadikan acuan ya. Apalagi beli sembarangan obat di apotek/warung. Tidak saya sarankan.

Akmal itu biasanya susah banget disuruh minum obat. Tapi pas kena cacar air ini, Alhamdulillah gampang banget dia minum obatnya. Gak ada drama sama sekali. Mungkin karena dia udah tahu kalau kena sakit cacar, makanya mudah pas minum obatnya.

Ohya, saya gak ngasih bedak tabur macam Caladin atau Salisil gitu soalnya pas nanyain ke apotek sekarang gak usah pakai obat ini karena takutnya bisa menutupi luka malah bikin lukanya jadi borok.

Hari ke-5 Akmal kena cacar! Untuk sementara, dia dikurung dulu di dalam rumah biar gak nularin anak-anak lain. Libur sekolah & ngaji dulu. . . Main berdua aja sama adiknya di dalam rumah & Azril toleran banget sama Masnya. Mau nemenin Masnya main, sampai dibela-belain dia gak main sama temennya karena mau di rumah nemenin Akmal. Sweet bangettt ya 😄🤗😍 moga-moga akur terus deh. . . Btw, mau tanya nih. Kalau anak kena cacar, sampai berapa lama sih dia boleh main keluar dan melakukan aktivitas normal lagi? Plis kasih info ya teman-teman soalnya sepertinya udah ada yang mulai bosan ngerem di dalam rumah terus 😂 . . . . #ceritaakmal #cacar #cacarair #varisella #boysoftheday #parenting #momblogger #momstories #clozetteid #instaboys

A post shared by Armita Fibriyanti (@armitafibri) on

 

Selama kena cacar air (kurang lebih seminggu), Akmal tidak saya izinkan main di luar. Cukup main di dalam rumah saja. Ini karena sifat virus varisela yang mudah menyebar dan menular ke orang lain. Takutnya kalau Akmal main ke luar, malah menulari anak-anak sekomplek. Bahaya kan. Sekolah dan ngaji juga untuk sementara libur dulu.

Kegiatan Akmal selama di dalam rumah ya gitu-gitu aja. Nonton TV, YouTube, main robot, main air, bantuin masak, dan lain-lain. Aktivitas mandi kata dokter boleh-boleh aja. Gak harus pakai handuk atau sabun khusus. Tapi karena saya agak parno, jadi sabun dan handuk Akmal saya pisahin dengan milik adiknya. Mandi juga 2 hari sekali, walau kata dokter aktivitas mandi boleh normal-normal aja. Tapi saya takut kalau malah lukanya basah dan bikin coplok.

Baca: Agar Anak Terbiasa Mandi Air Dingin, Ini Loh Caranya

Perkembangan Cacar Air Pada Anak

Hari kedua dan ketiga kena cacar air, masih bisa terlihat beberapa bintil baru yang muncul. Paling banyak muncul di area punggung dan kepala. Yang paling repot adalah bintil cacar air di bawah mata sebelah kiri, di bibir dan gusi (seperti sariawan), dan juga di selangkangan. Yang di bibir penampilannya malah seperti flu singapur. Kasian anak jadi susah kalau makan. Akibatnya bibirnya kering dan tampak jedor.

Hari ke-4 dan 5 kena cacar air, sudah tidak ada bintil baru yang muncul. Obat juga masih rajin diminum dan dioleskan. Sekarang tinggal fokus mengeringkan bekas lukanya dan juga nunggu luka coplok sendiri. Bintil bekas kena cacar air kalau bisa jangan dikopek-kopek. Biarkan lepas sendiri biar tidak terlalu berbekas.

anak kena cacar air
Kondisi cacar air pada hari ke-5 luka cacar air pada anak sudah mulai mengering

Setelah 6 hari, luka sudah mengering. Tinggal nunggu coplok sendiri. Akmal sudah mulai sedikit-sedikit dibolehin main ke luar rumah.

Hari ke 7 setelah kena cacar air, Akmal sudah saya izinkan keluar rumah. Soalnya beberapa luka bekas cacar air pada anak sudah mulai coplok. Tinggal beberapa saja yang belum copot. Akmal juga sudah berani berangkat sekolah dan ngaji.

Baca: Ngaji Zaman Sekarang

Mitos Saat Anak Kena Cacar Air

Tentang pantangan makanan saat anak kena cacar air. Saya tanya ke dokter, katanya tidak ada pantangan makanan kecuali anak punya alergi terhadap makanan tertentu. Apa aja boleh dimakan. Saya tanya begini soalnya ada beberapa orang yang menyebutkan bahwa saat anak kena cacar air, tidak boleh makan yang amis-amis seperti ikan, udang, telur dsb. Padahal  makanan ini bagus loh karena merupakan sumber protein. Bisa mempercepat kesembuhan cacar air pada anak.

Mitos lain yang disuruh lakukan oleh orang-orang saat anak kena cacar adalah letakkan sapu lidi/sapu kasur di pojokan kasur dengan posisi terbalik. Maknanya saya gak tahu. Mungkin untuk menghalau sesuatu. Sesuatunya apa ya saya enggak tahu. Hehehe. Ini gak saya lakuin soalnya gak punya sapu nyere/sapu lidi khusus kasur. 😀

Tetangga juga ada yang menyarankan untuk meletakkan baskom isi air di bawah tempat tidur atau di kolong. Katanya biar cacar air pada anak cepat sembuh. Gak saya lakuin juga soalnya gak punya kolong. Fyi, kasur di rumah saya semuanya diletakkan di lantai, tidak ada yang pakai dipan. Jadi kami gak punya kolong tempat tidur deh 😛

Kalau teman-teman masih percaya gak mitos kayak gini? saya sih enggak ya, soalnya gak saya lakuin tapi Alhamdulillah anaknya sembuh juga. Saran saya kalau ada yang ngasih tahu mitos-mitos gini, dengerin aja dulu. Diiyain aja. Soalnya yang ngasih tahu biasanya orang-orang tua. Kita kan wajib menghormati orang tua ya. Takutnya kalau kita ngeyel, malah orang tua jadi sakit hati. Dengerin dulu, lakukan atau enggak itu urusan nanti.

Oke deh teman-teman, sekian aja sharing saya kali ini tentang merawat anak yang kena cacar air. Intinya, kalau anak kena cacar air, kita sebagai orang tua tidak perlu panik. Segera bawa ke dokter untuk dapat pengobatan secepatnya. Jangan ditunda-tunda karena cacarnya bisa semakin banyak dan malah berpotensi menulari yang lain.

Ohya, jangan lupa untuk vaksin varisela ya untuk mencegah cacar air yang lebih parah.

Keep healthy, ya!



23 thoughts on “Merawat Anak yang Terkena Cacar Air”

  1. Inget taun lalu cacar air pas nyusuin rasanya perih banget, sakitnya ga kerasa tp hati ini ya alloh hrs nyusuin n mandiin anak sendiri karena gada yg bantu kecuali Suami, Alhamdulillah 3 hari sembuh dan gada bekas sama sekali, karena cpt k dokter sblm 72 jam, semoga keluarga kita sehat selalu ya mba aamiin

    Reply
  2. Aku dulu pas kelas duabelas SMK dong teh hihihi. Dan bekasnya beberapa emang susah hilang. Apalagi waktu itu di bagian wajah banyaknya. Dan itupun ketularan dari temen yang baru kena cacar, belum sembuh total tapi udah sekolah dan aku sendiri belum kena cacar dan jadilah. Semoga cepat sembuh Akmal

    Reply
  3. Iya aku setuju. Kalo dikasih tau sama orang-orang tua didengerin dan iyain aja. Tapi dilakuin atau enggak urusan belakangan. Hehe
    Thanks banget teh buat sharingnya. Laaaf. Anak2ku semuanya belum adayg kena cacar nih. Ini buat bekal ntar kalo mereka kena cacar.

    Reply
  4. Waktu kecil pernah kena cacar air dan menyiksa banget, katanya semua anak harus kena cacar ar ya, duh semoga anak-anak nggak kena, kasihan banget, gatal tapi nggak boleh digaruk, nggak boleh main, dll

    Reply
  5. Anak saya tahun 2016 kena cacar, padahal udah vaksin cacar hehehe.

    Cuman Alhamdulillah gak sampai ke dokter, saya obatin sendiri pakai salep acyclovyr, lalu mandiin ama larutan PK, Alhamdulillah hari kedua udah kering cacarnya.

    Untungnya juga setahun sebelumnya saya udah pernah kena cacar jadi udah kebal 🙂

    Reply

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.