Mengungkap Fakta Saya dan Fun Blogging

Mengungkap Fakta Saya dan Fun Blogging. Setahun belakangan ini, saya galau. Tidur gak nyenyak, perasaan juga gak tentram. Kepikiran terus, sampai terbayang-bayang, kapan ya saya bisa seperti mereka.

Mereka yang sudah membagi foto-foto keseruan mengikuti sebuah acara sudah berhasil membuat saya iri. Foto-foto mereka berseliweran di timeline sosial media saya. Banyak juga diantara mereka yang menulis reportasenya di blog. Saya baca reportase mereka sambil membatin bahwa suatu hari, saya mau bergabung dengan komunitas itu.

Komunitas itu adalah Fun Blogging, sebuah komunitas yang digawangi Shintaries, Haya Aliya Zaki dan Ani Berta dengan kegiatan utama adalah belajar dunia perbloggingan. Anggotanya adalah para blogger baik yang sudah profesional maupun pemula seperti saya.

Balik lagi ke memori setahun lalu, ketika ketiga suhu mengumumkan untuk pertama kalinya bahwa workshop Fun Blogging dengan tema Dari Hobi Menjadi Profesi akan segera digelar, saya sudah deg-degan. Saya baca pengumumannya pelan-pelan, sambil memicingkan mata. Materi? Sip! Pengisi materi? Jangan diragukan! Waktu? Bisa! Berbayar? Gak papa!

Masalahnya cuma ada di lokasi. Yak, sayang sekali workshopnya di Jakarta. Saya tinggal di Bandung dan rasanya kalau datang ke Jakarta seperti mau berlayar ke pulau sebrang, jauuuh.. Padahal yah, sebenarnya kalau nekad, Bandung-Jakarta bisa ditempuh 2.5 jam dengan catatan kondisi jalan lancar dan gak macet plus tanpa tersesat. Nah yang terakhir ini yang bikin saya jiper, takut tersesat. La wong di Bandung aja masih sering tersesat, apalagi di Jakarta. Sudah dijamin pasti tersesat, walaupun sudah pakai GPS. Hahahaa.. Parah. Iya, skill navigasi saya agak rendah 😛 (lebih…)

Lipstik Purbasari Murah

Xiaomi: Smartphone Murah dan Berkualitas

Xiaomi: Smartphone Murah dan Berkualitas. Smartphone yang saya pakai sekarang sudah bersama saya sekitar setahun. Dapat dari suami, hadiah ulang tahun pernikahan setahun yang lalu.

Tahun lalu, suami nawarin pengen dibeliin apa buat hadiah ulang tahun. Hihihi, saya sih nyengir-nyengir girang aja dapat tawaran seperti ini. Saya langsung minta request untuk dibelikan HP baru. Kebetulan, HP saya yang sebelumnya matot alias mati total karena dilempar-lempar oleh Akmal, anak pertama saya. Dikiranya itu lempar lembing kali ya. Yang punya anak toddler pasti tau rasanya.

Gak sia-siain kesempatan, saya langsung googling sana sini nyari HP yang sesuai dengan spek yang saya butuhkan. Sempat nyari juga di beberapa marketplace. Oke, ketemu deh HPnya. Deal. Transfer. Tiga hari kemudian, HP nya sampai di rumah dengan sehat, selamat dan sentosa.

Setahun berlalu. HP saya mulai menunjukkan performa yang tidak sehebat ketika pertama kali datang. Mulai cepat panas dan baterai boros. Sebentar-sebentar saya harus ngecharge. Yang paling menyebalkan, HP saya ini kadang gak bisa baca kontak. Aneh kan, padahal saya perlu kontak-kontak tersebut ya untuk berbalas pesan atau keperluan telpon. Yang paling penting, saya butuh HP tersebut untuk menunjang pekerjaan saya sebagai konsultan nama, penerjemah dan blogger.



Kesal dengan performa HP tersebut, suami menyarankan untuk membeli HP baru lagi. Daripada menggerutu terus, mendingan coba cari lagi HP yang bagusan, performanya baik, batre gak boros, dan tidak cepat panas. (lebih…)

Produk Investasi Untuk Freelancer

Produk Investasi untuk Freelancer. Lima tahun lalu saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya di sebuah perusahaan konsultasi di bidang lingkungan yang baru saya rintis sekitar satu setengah tahun itu. Ya ampun, baru setengah tahun kerja aja belagu banget pakai resign segala.

Bukan tanpa sebab saya meninggalkan posisi saya sebagai penerjemah di kantor tersebut. Oktober 2010, saya diterima sebagai salah satu mahasiswa master di sebuah perguruan tinggi di Kota Bogor. Atas nama fokus kuliah, akhirnya saya memberanikan diri menghadap manager saya dan Alhamdulillah sang manager mengabulkan keinginan saya untuk fokus kuliah dan meninggalkan pekerjaan saya tersebut.

Belum sampai lulus kuliah, saya menikah. Tepatnya September 2011. Lulus kuliah akhir tahun 2012, setahun setelah menikah. Idealnya, setelah lulus kuliah, adalah bekerja (lagi) di perusahaan yang sudah saya incar sejak dulu. Kerja di ibukota negara dengan ritme yang lebih dinamis dan gaji yang cukup buat kipas-kipas.

Tapi itu ternyata cuma jadi bayangan yang tidak sempat menjadi nyata. Saya keburu hamil. Diamanahi anak adalah anugerah yang tidak bisa dikalahkan oleh keegoisan saya memburu karir di ibukota. Lagian, suami tidak meridhoi saya berkarir kantoran. Lagi, atas nama ketaatan kepada suami, saya menuruti sarannya untuk mulai usaha saja dari rumah.

Sejak itu, mulailah peran saya sebagai seorang ibu dan juga pekerja dengan virtual office. (lebih…)

Tips Traveling ke Luar Negeri

Surat Kuasa Untuk Mutasi SIM

Cek ricek, SIM A-ku sudah kadaluarsa selama 10 bulan. Mau pergi nyetir kemana-mana kalau gak pakai SIM keder juga ya. Takut ditilang sama Pak Polisi hihihi.

SIM A-ku yang lama ini masih beralamatkan Purworejo karena dulu dibuatnya pas aku masih lajang. Setelah menikah, aku pindah ke Bandung ngikut suami. KTP pun juga ikutan pindah jadi KTP Bandung.

Daripada bikin SIM A yang baru dan pastinya ribet, mending perpanjang aja. Tapi karena SIM A lamaku sudah expired, aku jadi sedikit was-was, bisa gak ya diperpanjang. Hasil nanya sana-sini dan googling bolak-balik, ternyata SIM yang sudah kadaluarsa masih bisa diperpanjang asalkan kadaluarsanya gak lebih dari setahun. Oke sip, SIM A-ku masa kadaluarsanya masih 10 bulan, berarti masih di bawah setahun dan bisa donk diperpanjang tanpa harus tes tertulis dan ujian praktek lagi.
(lebih…)