Memutuskan Menjadi Freelancer, 5 Jenis Investasi Ini Adalah Modal Awal Saya

Memutuskan Menjadi Freelancer, 5 Jenis Investasi Ini Adalah Modal Awal Saya. Dulu, ketika masih bekerja kantoran, ada banyak fasilitas yang bisa saya nikmati. Misalnya laptop yang disediakan oleh kantor dan boleh dibawa pulang. Begitu juga dengan pulsa dan paketan internet yang juga sudah diberikan oleh kantor lama saya. Saya tinggal reimburse saja atas segala pengeluaran yang saya habiskan untuk keperluan kantor.

Namun ketika saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan lama tersebut, tentu saja semua fasilitas yang kantor berikan harus dikembalikan. Sudah menjadi resiko dari keputusan saya ini. Dan sejak saat itu, saya menekuni pekerjaan sebagai freelancer. Bekerja dari rumah sebagai seorang konsultan nama dan penerjemah dokumen. Saya ngeblog juga untuk refreshing, tapi baru belakangan ini diseriusin untuk menghasilkan uang.

Menjadi seorang freelancer memang bukan pekerjaan impian saya dulu. Saya tidak kenal dengan istilah freelancer waktu itu. Pekerjaan impian saya dulu adalah bekerja kantoran dengan jam yang teratur Senin sampai Jumat, berangkat jam 7 pagi pulang jam 4 sore, Sabtu Minggu libur.

Kecebur. Saya menjadi freelancer memang karena kecebur. Sejak punya anak, saya tidak diperbolehkan bekerja full time di luar rumah oleh suami saya. Saya diminta fokus mengurus anak di rumah, setidaknya (mungkin) sampai mereka mandiri nanti. Saya boleh bekerja di luar rumah, asalkan tidak menyita banyak waktu saya sebagai istri dan ibu dari dua orang anak.

Maka menjadi freelancer adalah jalan tengah bagi saya yang ingin tetap bekerja tapi tetap patuh pada permintaan suami untuk tetap bisa mengurus anak dari rumah. Dengan bekerja dari rumah, saya tetap punya kesibukan, tetap bisa berinteraksi dengan orang lain, dan tetap bisa menjaga level kewarasan serta jauh dari perasaan frustasi.

Baca: (Pernah) Frustasi

Namanya juga usaha ya, menjadi freelancer pun saya tetap harus mengeluarkan modal. Sejak memutuskan menjadi Ibu yang bekerja dari rumah sekitar 5 tahun lalu, ada beberapa jenis investasi yang pelan-pelan saya kumpulkan untuk memodali pekerjaan saya.

1. Komputer

Ini investasi wajib bagi saya. Modal utama. Kalau gak ada komputer, saya mau kerja pakai apa. Tadinya saya pakai laptop. Namun lama kelamaan laptop saya sering cepat panas dan layarnya terlalu kecil untuk menjembreng pekerjaan dokumen terjemahan saya. Akhirnya laptopnya saya pensiunkan dan saya hibahkan ke Akmal, saya ganti dengan komputer meja yang layarnya lebih besar dan spec-nya lebih bagus.

Sesekali saya masih bekerja dengan menggunakan laptop ini. Terutama kalau lagi bekerja di luar rumah. Misalnya pas lagi ada ketemuan sama klien, hadir di acara blogger, atau nongkrong cantik sambil kerja di cafe. Eh tapi yang terakhir jarang sih. Hehehe.

Untuk mendukung pekerjaan saya ini, spec komputer yang saya perlukan sekarang Intel Celeron dengan RAM 4 GB dan besar layar 21 inch. Iya, saya butuh yang besar biar dokumen yang saya terjemahkan bisa terlihat jelas. Butuh RAM yang besar juga soalnya programnya berat dan saya juga sambil buka aplikasi lain misalnya sambil buka internet, microsoft office dan lainnya.

Baca: Produk Investasi untuk Freelancer

2. Internet

Zaman sekarang, komputer tanpa internet itu kayak balon tanpa gas. Gak ada fungsinya. Hahaha. Sebegitu pentingnya internet zaman sekarang. Karena seluruh pekerjaan saya itu based on internet dan semua komunikasi dilakukan via e-mail, otomatis saya butuh internet.

Dulu, saya pakai modem untuk koneksi internet ke laptop dan paket data untuk koneksi ke handphone. Tapi ternyata lumayan mahal euy. Setiap minggu, saya biasanya isi ulang modem. Minimal beli yang Rp 100.000. Sebulan habis Rp 400.000 untuk modem internet doang. Sebulan habis ratusan ribu untuk biaya internet ini. Belum lagi biaya internet di handphone suami yang kadang masih suka saya minta untuk tethering. Wkwkwk.

Segitu borosnya saya pakai internet soalnya kebutuhannya memang tinggi. File-file terjemahan yang dikirimkan seringkali besar dan menyita kuota. Kalau sudah begini, saya dulu suka mencari toko yang jual pulsa murah. Pernah juga, kepikiran untuk pakai Bolt lalu tinggal cari yang jual isi ulang Bolt. Tapi belum jadi-jadi euy.

3. Meja Komputer

Saya tipe yang gak betah mengetik lama-lama dengan cara duduk di lantai atau di kasur. Karena pekerjaan saya menuntut untuk duduk berjam-jam di depan komputer, akhirnya saya memutuskan untuk beli meja komputer. Lumayan terbantu banget dengan hadirnya meja komputer ini. Saya jadi tidak cepat pegal dan betah mengetik berjam-jam sampai pekerjaan selesai.

Baca: Perempuan Bekerja dari Rumah, Mengapa Tidak!

4. Gadget

Smartphone dan kamera sekarang juga adalah modal penting saya. Apalagi sebagai blogger zaman sekarang yang makin kece-kece. Smartphone buat saya sekarang fungsi utamanya masih sebagai alat komunikasi, chating dengan klien untuk order nama bayi dan perusahaan, cek instagram, dan e-email.

Ohya, buat foto anak-anak juga atau foto pas lagi ada undangan hadir di event blogger. Kalau buat foto-foto pribadi atau selfie kurang terlalu kepakai soalnya saya orangnya gak bisa foto selfie sih, jelek mulu perasaan. Hahaha.

Baca: Suka Duka Menjadi Seorang Konsultan Nama Bayi

5. Blog

Dulu banget, saya jualan jasa pembuatan nama bayi dan perusahaan itu awalnya dari ngeblog. Waktu itu gak kenal dengan blogger-blogger lain. Pokoknya nulis dan memperkenalkan jasa konsultasi nama bayi dan perusahaan saya via blog dan juga media sosial. Sekarang lama kelamaan kenal dengan blogger lain bahkan ada seleb blog juga. Timeline saya penuh dengan para blogger yang kece-kece.

Baca: Cara Mempromosikan Bisnis Kita di Media Sosial

Dulu juga, blog armitafibri.com ini awalnya hanya merupakan tempat memajang undangan pernikahan. Lama-lama saya isi dengan postingan random kehidupan after marriage. Eh lama-lama berkembang jadi blog tentang keseharian saya. Isinya memang campur-campur sih, apa aja yang membuat saya bahagia saya tuliskan di blog.

Begitulah, lima jenis investasi yang saya butuhkan sebagai freelancer. Masih ada lagi sih sebenarnya beberapa investasi yang lain tapi printil-printilan. Barangkali teman-teman ada yang berpikiran mau memulai bekerja sebagai freelancer juga dan bisa memulai mengumpulkan modal untuk tanam investasi seperti ini.

Yuk ah, semangat!

11 thoughts on “Memutuskan Menjadi Freelancer, 5 Jenis Investasi Ini Adalah Modal Awal Saya”

  1. Gara-gara tulisan ini saya jadi sadar kalau pengeluaran saya untuk internet terlalu besar :)) Di rumah pasang wifi yang sangat membantu sekali meski agak mahal. Tapi 2 smartphone ini kok ya lama2 boros. Paket internet dari telkomsel sudah tidak murah lagi (T_T)

  2. Aku dah lama banget ga pake komputer buat ngetik. Yang terakhir di rumah pun udah rusak total. Nah soal fasilitaa dari tempat kerja dulu juga aku manfaatin hehe. Sayang sih kuota ga kepake. Sekarang apa-apa sendiri buat tool. Kalau laptop eror benerin pake uang sendiri. Beda sama dulu, tinggal minta hehehe tapi aku lebih suk jadi freelancer sih.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.