Berapa Biaya yang Diperlukan Selama Hamil dan Biaya Melahirkan

Berapa Biaya yang Diperlukan Selama Hamil dan Biaya Melahirkan

Awal tahun 2018 ini, ada kejutan dari Allah untuk keluarga kami: aku hamil lagi untuk yang ketiga kalinya. Hamil yang ketiga ini memang bonus dari Allah karena memang kehamilan terakhir ini tidak kami rencanakan. Kenapa? Karena aku masih pakai KB IUD sejak kelahiran anak kedua 3,5 tahun lalu.

Baca: Cerita Melahirkan Anak Kedua

Tapi di blogpost kali ini aku tidak akan cerita banyak tentang hamil dengan IUD. Nanti detailnya akan aku ceritakan di blogpost terpisah ya.



Karena kehamilan ketiga ini tidak kami rencanakan, maka semuanya serba dadakan. Termasuk dana selama hamil ketiga dan persiapan dana melahirkan.

Well, memang pertamanya kaget juga sih dan sempat mikir aduh gimana ya nanti biaya periksa bulanan dan biaya persalinannya. Mana kan semakin ke sini biaya melahirkan semakin mahal. Ada uangnya gak ya nanti. Cukup gak ya uangnya. Dan berbagai kecemasan finansial lainnya.

Jadi, sejak ketahuan hamil anak ketiga kemarin, aku dan suami langsung diskusi tentang gimana menyiapkan dana persalinan. Untungnya ada waktu sekitar 9 bulan buat menyiapkan dana lahiran bayi.

Biaya Pra-Persalinan

Selama hamil, aku selalu membiasakan diri untuk rutin periksa hamil ke tenaga kesehatan, baik itu bidan maupun dokter kandungan supaya kondisi kandunganku terpantau dengan baik. Apalagi hamil terakhir kan ada IUDnya di dalam, aku harus lebih rajin menjaga kandunganku.

Biaya periksa di dokter kandungan di Bandung tahun 2018 harganya sekitar Rp 200.000 untuk sekali periksa. Biaya ini sudah meliputi biaya dokter spesialis kandungan dan administrasi rumah sakit. Tapi biaya ini belum termasuk biaya print USG (rata-rata Rp 50.000/print) dan biaya vitamin atau obat. Biaya vitamin atau obat berkisar antara Rp 50.000 โ€“ Rp 400.000.

Baca: Dokter Kandungan Perempuan di Bandung

Biaya periksa di bidan praktek mandiri/swasta sekitar Rp 100.000. Kalau vitaminnya Rp 25.000. Tapi kalau periksa di bidan puskesmas, biayanya gratis.

Aku sendiri periksa hamil ganti-ganti. Kadang di dokter, kadang di bidan. Di selang-seling aja biar ngirit, wakakak.

Untuk biaya tes lab selama hamil, aku cek lab di Puskesmas aja yang gratis. Eh bayar dink, tapi cuma Rp 4.000 aja buat biaya administrasi Puskesmasnya. Tapi cek labnya cuma ngecek HB dan HIV aja.

Kalau untuk baju bayi dan perlengkapan bayi baru lahir, Alhamdulillah aku masih nyimpan baju dan perlengkapan newborn milik anak pertama dan kedua. Jadi aku gak beli lagi buat anak ketiga. Paling beli yang habis pakai kayak popok sekali pakai, minyak telon, breast pad, dan lain-lain.

Baju hamil juga aman terkendali. Aku masih bisa pakai gamis sehari-hari. Kan kalau gamis itu bagian perutnya besar, jadi masih bisa dimanfaatkan untuk baju hamil. Ngirit ya ๐Ÿ˜›

Biaya periksa hamil (pra-persalinan) ini untungnya masih bisa diambil dari biaya hidup bulanan. Alhamdulillah, jadi gak terlalu ganggu cash flow uang bulanan keluarga.

Biaya melahirkan 2019

Biaya Persalinan

Nah biaya ini yang termasuk besar dan perlu kami persiapkan sejak pertama kali tahu kalau aku hamil lagi. Aku sendiri prefer melahirkan di bidan kalau tidak ada indikasi gawat.

Secara finansial, melahirkan di bidan biayanya lebih murah di bandingkan di rumah sakit. Waktu melahirkan anak ketiga kemarin di bidan langganan, aku cuma habis sekitar 2 juta saja. Bandingkan jika melahirkan di rumah sakit, minimal aku habis sekitar 5 juta untuk melahirkan dengan bidan. Kalau dengan dokter, biaya melahirkan normal di Bandung sekitar Rp 8 juta.

Impianku memang aku bisa melahirkan pervaginam. Tapi jika ada kondisi darurat yang mengharuskan aku melahirkan dengan cara operasi caesar, aku tetap harus menyiapkan dananya. Untuk lahiran dengan cara sesar, biayanya di Bandung itu minimal Rp 17juta. Nah dana sebanyak ini harus kami siapkan dalam waktu kurang lebih 9 bulan.

Memang sih kami punya BPJS yang bisa menanggung biaya melahirkan sampai anak ketiga. Tapi kan in case BPJS-nya gak bisa dipakai, kami tetap harus sedia uang segitu banyak.

Alhamdulillah pas lahiran anak ketiga kemarin, aku bisa melahirkan normal pervaginam di bidan langganan. Jadi biaya melahirkannya gak keluar terlalu banyak.



Biaya Pasca Persalinan

Saat baby sudah lahir, bukan berarti sudah selesai menyiapkan dana persalinannya. Masih ada kebutuhan seperti biaya pijat ibu dan bayi, syukuran nama bayi, biaya imunisasi dan kontrol setelah melahirkan, biaya suguhan kalau ada tamu dating menjenguk dan juga biaya aqiqah. Banyak juga ya? Iyaaa, hahaha.

Tips Menyiapkan Dana Persalinan

Karena biaya punya anak itu gak sedikit, kali ini aku mau share gimana caraku menyiapkan dana persalinan sekaligus gimana cara menghemat biaya selama hamil dan pasca hamil.

  1. Menabung sedini mungkin. Begitu ย ketahuan hamil, aku langsung cek saldo bank dan hitung-hitungan sama suami. Kira-kira perlu siapin uang segini nih buat lahiran dsb. Aku dan suami jadi tambah semangat kerja dan begitu dapat uang gaji, langsung disisihin buat biaya lahiran. Kalau ada bonus juga langsung dialokasikan ke dana tabungan untuk lahiran.
  2. Menghindari utang. Meskipun kehamilan ketiga kemarin terbilang di luar rencana, tapi aku dan suami menghindari berutang. Kalau kepepet banget bisa gadai BPKB mobil atau motor yang ada dulu deh.
  3. Membedakan tempat kontrol selama hamil. Biaya kontrol di dokter kandungan lebih mahal daripada biaya kontrol hamil di bidan. Jadi selama hamil, aku ganti-ganti periksanya. Misalnya bulan ini di dokter kandungan, nanti bulan depan di bidan. Kalau mau gratis, periksa hamil bisa di Posyandu atau Puskesmas. Irit kan?
  4. Menggunakan BPJS. Kalau punya BPJS, bisa loh dimanfaatkan untuk periksa kandungan. Bisa minta rujukan ke faskes 1 kalau mau periksa kandungan di obgyn.
  5. Manfaatkan baju dan perlengkapan new born milik kakaknya. Kalau perlengkapan bayi milik kakaknya masih ada, gak perlu lagi belanja perlengkapan bayi.
  6. Berikan ASI eksklusif. ASI manfaatnya banyak banget buat bayi dan ibu, salah satunya adalah pengiritan. Kita gak perlu ngeluarin uang buat beli sufor.

Oke deh teman-teman, itu aja ya cerita tentang kehamilan anak ketigaku dan gimana persiapan biaya selama hamil dan pasca persalinan. Semoga bermanfaat ya ☺




25 thoughts on “Berapa Biaya yang Diperlukan Selama Hamil dan Biaya Melahirkan”

  1. Wah kirain pengen punya 3 anak mba tp gpp ya semoga semuanya bahagia dan sejahtera. Penting banget cz aku aja pujya bpjs ngga kepake pas lahiran bayar cash aja lah ke Bidan, kasian cairnya lama. Btw kok blognya udah lama sering lola ya mba, berat

    • iya, kemarin disc capacity dari wordpressnya penuh jadi weh lola heuheu, belum sempat dihapusin yang gak pentingnya. Hari ini udah di delete-in yang gak pentingnya, moga-moga udah gak lola lagi ya

  2. Seandainya urusan ibu hamil dan menyusui ini jadi perhatian besar untuk pemerintahan ya, biar biaya persalinan nggak membengkak. Apalagi untuk ornag yang kurang mampu.

    TFS, Mit. Infonya menarik sekali.

  3. Ini nih yang dulu pernah bikin saya cemas. Nyiapin dana persalinan. Untungnya dulu ada Askes. Lumayan tertolong jadinya gak terlalu mahal. Nah pas anak ke-4, untungnya di bidan, jadinya murah. ๐Ÿ˜€

  4. Waduh, serius sekarang biaya cesar sampai 17 juta? Lumayan juga yah, tapi Insya Allah suka ada aja sih rejekinya kalo buat anak mah.

    Aku waktu lahiran Kayla pake dokter di RS, waktu lahiran Fathir mah di bidan, yang penting mah pada lancar aja yah ๐Ÿ™‚

  5. Penting banget mempersiapkan dana untuk persalinan ya, Teh.
    Dulu waktu lahiran anak pertama, saya lebih memilih dengan bidan. Karena biaya sendiri.
    Sedangkan waktu anak kedua, milih ke dokter spesialis kandungan, soalnya biaya ditanggung kantor.
    Eh ternyata pas lahiran, dokternya telat datang, akhirnya tetep dibantu sama bidan deh. Biaya yang diganti ya..biaya untuk bidan. Kok, merasa rugi ya #eeh wkwkwkwk…

  6. Pelajarannya,
    Dari skrg harus nyicil dana darurat ya biar kalau tiba-tiba hamil dan harus melahirkan ada dana yg bs dipakai saat itu juga.

    Alhamdulillah udah nyicil dana darurat meski blm sampai ke target

  7. Huaaaa, well prepare emang penting ya, Mit. Ngeri kalau terlalu selow terus ga memperhitungkan biaya tak terduga. Duh belsaan juta bitu bukan uang sedikit. Buat lajangers (halah) pos yang ahrus disiapkan bukan cuma buat walimahan api juga setelahnay termasuk perkiraan buat lahiran ini, ya *kemudian lirik nominal tabunganku*

  8. Kalau melahirkan normal masih bisa dijangkau lah. Kalau kemudian Dokter memutuskan untuk mengambil tindakan lain itu lho yang bikin kaget-kaget..hehe

  9. terima kasih mbak masukanya, kebetulan istri saya lagi hamil juga, usia kandungan sekarang sudah menginjak 3 bulan. emang rata rata pengeluaran perbulan untuk kontrol sekitar 300-500rb,
    semoga dede bayinya sehat dan rejekinya di lancarkan. aamiin

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.