Bermain di Taman Lalu Lintas Bandung

Bermain di Taman Lalu Lintas Bandung

Bermain di Taman Lalu Lintas Bandung. Yap, ceritanya kali ini mau nulis oleh-oleh liburan akhir tahun keluarga kami. Liburan akhir tahun 2016 ini kami memang gak sempat pergi-pergi jauh. Paling cuma di sekitar Bandung aja. Tadinya mau pulang kampung ke Purworejo dan suami sudah ambil cuti seminggu buat pulang kampung. Tapi ternyata ada BPK di kantornya jadi terpaksa suami tetap harus siaga sewaktu-waktu ada panggilan ke kantor (meskipun sedang cuti). Dan benar saja, walaupun statusnya cuti, suami tetap diminta masuk ke kantor untuk rapat selama 2 hari. #eaaa

Nah karena statusnya lagi gak bisa pergi jauh-jauh, maka saya dan suami memutuskan untuk main di sekitar Bandung saja. Kebetulan hari Sabtu kemarin, kami dapat undangan pernikahan dari teman sekantor suami. Undangannya jam 9 pagi dan ternyata jam 11 pagi acaranya sudah beres. Cepet ya

Dipikir-pikir daripada pulang mending kita kemana gitu, soalnya masih pagi, kalau mau pulang lagi ke rumah kok ya nanggung. Dan mumpung sudah di Bandung jadi kita putuskan untuk main saja di Bandung.



Menentukan mau main di mana saja saya dan suami berselisih. Saya maunya ngajakin anak-anak main outdoor seperti di taman, misalnya main di Taman Lalu Lintas, ke Taman Lansia, Taman Cibeunying atau yang lainnya. Yang penting taman, karena selama 5 tahun hidup di Bandung, ternyata kami sangat jarang menyambangi taman-taman di Bandung ini, padahal yah sejak era Ridwan Kamil, ada banyak taman yang sudah dibikin sama beliau dan semuanya bagus-bagus, cocok untuk bermain bersama keluarga.

Nah tapi ternyata suami berpendapat lain. Dia pengennya main yang indoor aja kayak ke mall BIP yang adem. Karena siang itu Bandung memang lagi panas-panasnya, jadi dia males kalau main di taman dan panas-panasan. Kalaupun mau yang outdoor, dia maunya main ke Kebun Binatang Bandung aja karena di kebun binatang ini banyak pohon gede-gede. Meskipun cuaca panas dan terik, tidak akan terasa terlalu panas ya karena banyak naungan pohon. Plus di kebun binatang, suami mau ngenalin berbagai hewan-hewan yang ada di kebun binatang karena terakhir kami ke sana tahun lalu, Azril berum terlalu mengerti dengan dunia binatang. Sekarang umur Azril sudah 1,5 tahun, jadi sudah bisa diajak komunikasi tentang hewan.

Tapi kata saya, kami kan sudah pernah dua kali ke Kebun Binatang Bandung, saya pengennya ke tempat yang lain saja yang belum pernah kami kunjungi. Ke BIP juga sudah sering. Kok saya kasihan kalau anak-anak diajak ngemall terus, pengennya yang aktivitas outdoor lah sekali-kali. Saya keukeuh tetap pengen Taman Lalu Lintas Bandung jadi saya merayu-rayu suami supaya dia mau ke Taman Lalu Lintas. Saya pun googling cari-cari info fasilitas apa saja yang disedikan oleh Taman Lalu Lintas ini dan menunjukkannya ke suami semata-mata supaya dia mau diajak ke Taman Lalu Lintas.

Dan yes akhirnya dia luluh dan mau juga diajak ke Taman Lalu Lintas. Saya bahagia donk sudah berhasil merayu dia. Hahaha.

Setelah sholat dzuhur di Masjid Al Istiqomah Citarum, Bandung, kami meluncur ke Taman Lalu Lintas. Lokasi Taman Lalu Lintas ini tidak terlalu jauh dari Masjid Al Istiqomah Citarum. Jaraknya sekitar 1,5 km dan bisa ditempuh dalam waktu 5 menit dengan mobil. Nah mungkin buat teman-teman yang mau main di Taman Lalu Lintas, bisa mampir ke Masjid Al Istiqomah ini kalau mau sholat. Masjidnya besar dan bagus, tempat parkir juga lega. Lokasi lengkap Taman Lalu Lintas Bandung bisa dilihat di peta di bawah ini ya:

Taman Lalu Lintas Bandung

Taman Lalu Lintas ini juga dikenal sebagai Taman Ade Irma Suryani Nasution. Sekilas, mendengar nama ini, saya jadi ingat dengan Taman Topi yang ada di Bogor. Seingat saya, Taman Topi di Bogor juga namanya Taman Ade Irma Suryani. Entahlah kenapa kedua taman ini memiliki nama yang sama, saya gak terlalu mengerti. Alamat lengkap Taman Lalu Lintas ini ada di Jalan Belitung No.1, Merdeka, Sumur Bandung, Merdeka, Sumur Bandung, Kota Bandung. Buka setiap hari kecuali Jumat dan hari libur nasional, Sabtu Minggu tetap buka.

 

View this post on Instagram

 

Mengasuh 2 anak laki-laki yang lagi ada dalam masa emasnya itu gimana ya rasanya, campur-campur lah. Kadang seneng, kadang kesel. Kadang amazing sendiri dengan perkembangan yang ditunjukkannya. Kadang juga harus ekstra sabar dengan segala tingkahnya. Seperti saat mengasuh Akmal di Taman Lalu Lintas Bandung ini. Dia aktif ke sana ke mari. Coba ini coba itu. Mainin ini, lalu pindah ke situ. Sementara saya kecapekan ngejar-ngejar dia. Gak bisa bohong ya. Umur saya sudah makin tua, pulang dari ngasuh Akmal outdoor badan rontok. Uhm, tapi senang bisa jemur Akmal seharian. Hahaha. . . . . . . #Bandung #outstandingmama #kids #playground #indonesia #ricefield #bloggerlife #blogger #wonderfulindonesia #happylife #happy #pesonaindonesia #bright #brightsky #like4like #likeforlike #followforfollow #follow4follow #clear #tropic #tropical #tropis #happykids #ceritaakmal #ayomain #traveling #jalanjalan #tamanlalulintas #taman #park

A post shared by Armita Fibriyanti (@armitafibri) on

Taman ini memang sering kami lewati kalau pas lagi ke Bandung, tapi kami belum pernah sekalipun mampir ke taman ini. Entah karena gak sempat atau terbatasnya waktu. Begitu sampai di lokasi, kami langsung cari tempat parkir mobil. Sayang sekali tempat parkir untuk mobil itu terbatas banget, paling cukup untuk 3-4 mobil. Sisanya mobil-mobil lain harus cari parkir di pinggir jalan. Kalau lagi beruntung, bisa dapat lokasi parkir yang dekat dengan pintu masuk. Tapi kalau lagi apes karena banyak pengunjung, kita harus cari parkir yang lokasinya agak jauh. Harga tiket parkir Rp 5.000 yang dibayarkan di awal. Tukang parkirnya bakalan ngasih kita tiket parkir (fotokopian).

Harga tiket masuk ke Taman Lalu Lintas ini adalah Rp 6.000,00 untuk anak-anak dan dewasa. Bayi di bawah usia 2 tahun tidak dikenakan biaya alias gratis. Jadi kemarin kami habis Rp 18.000 untuk 3 orang dan Azril masih gratis. Murah.

Ada banyak permainan yang ditawarkan oleh Taman Lalu Lintas. Mulai dari perosotan, ayunan, panjat-panjatan, kereta-keretaan, pancing ikan, dan lain-lain. Konsep sebenarnya dari Taman Lalu Lintas ini adalah taman tempat bermain anak-anak di mana saat bermain anak-anak juga bisa sambil mengenal rambu-rambu lalu lintas.

Memang sih di taman ini banyak sekali petunjuk rambu-rambu yang bisa dikenalkan ke anak-anak. Tapi untuk kasus saya yang membawa Akmal (usia menjelang 4 tahun) dan Azril (usia 1,5 tahun), pengenalan rambu-rambu lalu lintas ini belum terlalu penting. Mungkin pas untuk anak yang sudah masuk SD kali ya. Entahlah.

Kalau untuk Akmal, saya sih baru ngenalinnya traffic light. Merah artinya berhenti, kuning artinya waspada/hati-hati, hijau artinya jalan. Baru itu aja. Yang lain, nanti menyusul sesuai dengan perkembangan usianya. Nyicil istilahnya. Wkwkwk.

Di Taman Lalu Lintas ini, Akmal suka dengan perosotannya. Banyak dan macam-macam bentuknya. Setiap perosotan sudah dicobainnya satu persatu. Celananya sampai kotor perosotan terus ke sana ke mari.

Dia tidak terlalu tertarik dengan ayunan, malah suka dengan permainan yang putar-putaran itu. Saya gak terlalu tau apa namanya, yang itu loh, kalau kita duduk di kursi, terus bisai diputar-putar. Iseng banget dia, sampai ketika saya duduk diputar-putarnya saya sampai pusing ini kepala. Duh, bocah.

Selesai main perosotan, Akmal kepengen naik kereta-keretaan. Baiklah, kami turutin. Saya minta suami nemanin Akmal dan Azril naik kereta, sementara saya nungguin aja di peron sambil makan es buah. Panas euy dan lumayan capek ngejar-ngejar Akmal main. Jadi saya pengennya duduk sambil makan es buah biar segeran. Tiket naik kereta-keretaan harganya Rp 5.000/orang. Bayi gratis, jadi kami keluar Rp 10.000 untuk dua orang.

Di Taman Lalu Lintas ini kita bisa bawa makanan dari rumah. Piknik sambil gelar tikar. Botraman juga bisa. Kalau misalnya gak bawa tikar, di sini juga ada kok penyewaan tikar. Untuk masalah harga sewanya berapa saya gak tau, soalnya kemarin gak sempat sewa tikar.

Tempat jajan dan jual makanan di dalam Taman Lalu Lintas ini saya juga gak terlalu tau. Alhamdulillah kemarin sempat bawa bekal makanan dan minuman dari rumah, jadi gak keluar uang buat beli makanan di dalam.

Ada dua macam permainan di Taman Lalu Lintas ini yang gak sempat dicobain oleh Akmal. Pertama, memancing ikan. Pas mau ke arena ini, pas banget kolam ikannya mau ditutup dan dikuras, jadi Akmal gak sempat mencoba memancing ikan. Dia kelihatan sedih banget karena udah kepengen banget ikut mancing ikan seperti anak-anak lain di situ. Saya coba rayu penjaga tiketnya supaya Akmal bisa main sebentar saja. Eh ternyata tetap gak diizinkan oleh petugasnya padahal masih jam 14.30. Ya sudah kalau tidak diizinkan.

Kedua, lihat tank. Ya, Akmal memang suka dengan tank tentara. Gak sempat lihat tank dari dekat karena kami baru sadar kalau ada tank ketika sudah keluar dari Taman Lalu Lintas ini. Mau masuk lagi takut bayar lagi. Hahaha. Lagian suami juga udah keleyengan karena kepanasan dan haus diminta masuk lagi gak mau. Akmalnya keukeuh pengen masuk lihat tank. Akhirnya saya rayu lagi Akmal kalau kita nanti bisa lihat tank di tempat lain, yang lebih besar dan lebih bagus. Hehehe.

Senang bisa bermain ke Taman Lintas Bandung ini, bisa mengajak Akmal dan Azril main outdoor meskipun tidak semua arena kami datangi. Kebetulan lagi kemarin pas kami ke sana sedang ada perbaikan dan pembangunan jadi beberapa arena tidak bisa dikunjungi. Dengar-dengar mau direvitalisasi menggunakan dana CSR sebuah perusahaan otomotif. Saya pribadi sih setuju banget kalau diperbaiki/direvitalisasi soalnya taman ini sudah terlihat tua dan kurang terurus. Anyhow, taman ini ramah anak dan mungkin bisa dijadikan salah satu tempat bermain bersama anak ketika teman-teman berkunjung ke Bandung.

Mampir ke Toko Sepeda

Pulang dari Taman Lalu Lintas ini, mumpung masih sore dan ada sedikit waktu, kami meluncur ke Pasar Kosambi Bandung. Ceritanya mau cari boncengan sepeda buat Akmal. Sebentar lagi kan Akmal sekolah TK, jadi saya sudah persiapan mau mengantar dan menjemput Akmal sekolah.

Kepikiran mau antar jemput Akmal pakai sepeda saja sekalian olah raga soalnya lokasi calon TKnya Akmal tidak terlalu jauh dari rumah. Kalau jalan kok kayaknya capek, kalau pakai mobil kok kayaknya ribet. Deket tapi pakai mobil kayaknya gimana gitu ya. Cari jalan tengah, mau pakai sepeda saja.

Sampai di toko sepeda, penjual sepedanya ragu-ragu mau menjual boncengan sepeda soalnya kami gak bawa sepedanya dan kebetulan tipe sepeda yang kami punya adalah sepeda gunung yang dilengkapi dengan cakram. Kata penjualnya, sepeda yang seperti punya kami ini boncengannya harus khusus dan kalaupun masang sendiri harus ada baut (atau mur?) yang khusus gitu. Saran penjualnya sih, sebaiknya dibawa saja sepedanya ke toko sepeda ini dan nanti bisa dibantuin pasang boncengan sepedanya.

Baiklah, kami masih mikir-mikir kalau harus bawa sepedanya ke toko. Soalnya kami gak punya tali buat gantungan sepeda di mobil. Mau dimasukin sepedanya ke dalam mobil kayaknya mobilnya gak cukup karena mobil kami tipenya city car yang cuma ada dua baris dan bagasi kecil.

Alternatif yang bisa dipilih saat itu adalah beli online dan pasang boncengan sepedanya sendiri di rumah. Cari-cari toko sepeda online yang menjual boncengan sepeda untuk anak. Disesuaikan dengan kebutuhan kami dan kondisi sepeda yang kami punya.

Begitulah, cerita akhir tahun kami yang penuh warna, dari mulai datang ke kondangan nikah, main di Taman Lintas Bandung, sampai berburu sepeda untuk persiapan sekolah tahun depan. Capek tapi bahagia.

Liburan sambil mengajak anak-anak bermain di Taman Lalu Lintas Bandung ini cukup murah dan terjangkau. Total saya keluar uang Rp 32.000,00 untuk 4 orang (2 orang tua dan 2 anak). Rinciannya sebagai berikut ya:

  • Biaya parkir : Rp 5.000,00
  • Tiket masuk  3 orang (bayi gratis) : Rp 18.000,00 (@Rp 6.000,00)
  • Naik kereta-keretaan 2 orang (bayi gratis) : Rp 10.000, 00 (@Rp 5.000,00)

Nah, kalau teman-teman akhir tahun ini liburan juga gak, dekat atau jauh nih liburannya? Sudah pernah ke Taman Lalu Lintas Bandungkah? Yuk ke sini yuk…



20 thoughts on “Bermain di Taman Lalu Lintas Bandung”

  1. wah seru ya mbak taman ini. Memang kita mesti sering2 ngajak anak terpapar area outdoor even cuma ke taman seperti ini. Biar anak ga melulu main gadget ya mbak. Murmer pula tiket masuknya 🙂 Salam kenal ya mbak

  2. Mau piknik guntreng dulu sama bapak suami ya mit, hihiii akhirnya menang ealaah..

    Taman lalu lintas emang tempat piknik yang masih rame ampe sekarang, aman buat anak2 balita juga. Terakhir ke sana waktu kopdar halbil KEB, bayangkan coba botram di sana seruuuu

  3. Taman Lalu Lintas Bandung tempat masa kecil saya berekreasi Mbaaaaa duh saya kerap diajak ke sini sama nenek juga saudara-saudara. Betah banget kalo udah di sana. Banyak edukasinya juga 😀
    Sayang anak saya gak ngerasain piknik ke sana, sekarang udah gede hehehe
    Murah meriah lagi ya Mba 😀

  4. Pingback: Berenang di Kolam Renang Air Panas di Cipanas, Garut – Armita Fibriyanti
  5. Pingback: Perawatan Kulit Gosong Setelah Pulang dari Liburan – Armita Fibriyanti
  6. Pingback: Ngeblog Tahun Ini Mau Ngapain – Armita Fibriyanti

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.