Akupuntur kecantikan di Bandung
Health

Pengalaman Akupunktur di Bandung Lineation Centre

Tiba-tiba kepikiran untuk cari informasi tentang akupunktur di Bandung. Ini karena belakangan ini badanku sering remek. Kayak lelah yang lama sembuhnya.

Badan Lemah, Letih, Lesu

Misalnya aku perlu bergadang ya semalam. Entah itu untuk kerjaan bikin terjemahan dokumen, bikin order nama bayi atau karena pengen nulis di blog. Nah kalau udah bergadang gini, paginya badanku rasanya pegal-pegal. Dan untuk kembali segar itu butuh waktu cukup lama. Sekitar 2 harian baru balik segar lagi dengan catatan selama 2 hari ini aku istirahat full. Gak ngapa-ngapain. Bayar utang tidur dan gak pergi ke luar kota.

Nah sama juga masalahnya kalau aku pergi keluar kota yang agak jauhan gitu. Misalnya pulang mudik ke Subang yang notabene ditempuh dalam waktu perjalanan mobil selama 4 jam. Balik-balik ke rumah aku pasti tepar juga. Capek banget nget.

Jilbab Syar'i

Aku kira masalahku seperti ini cukup menganggu. Karena aku gak bisa donk istirahat total. Sementara aku butuh untuk ngurusin rumah dan juga ada anak-anak yang perlu diperhatikan. Entah itu masak makanan mereka, atau sekedar nyiapin baju sekolah.

Aku udah usaha buat minum suplemen atau makan makanan sehat. Minum kopi biar mata melek juga udah. Tapi kok masih kurang jozz ya. Hadeuh ada apa ya dengan tubuhku ini.

Akupunktur Kesehatan di Bandung Lineation Centre

Lalu aku kepikiran kalau klinik langganan aku tuh ada praktek akupuntur. Nama kliniknya Lineation Korean Centre. Aku beberapa kali menulis tentang klinik Lineation yang beralamat di Jalan Lemah Neundeut 10 Bandung ini. Klinik yang dulu bernama DF Clinic ini tidak hanya melayani klinik kecantikan di Bandung yang bagus, atau skincare Korea saja tapi juga ada pelayanan kesehatannya. Salah satunya adalah praktek akupunktur yang bagus di Bandung.

Akupunktur di Bandung
Ruang Periksa Akupunktur di Lineation Centre Bandung

Akupunktur di Lineation Centre Bandung dilakukan oleh praktisi dan juga dokter spesialis akupunktur (SpAk). Waktu Lineation membuka pertama kali layanan akupunktur di Bandung, aku pernah mencoba. Layanan akupunkturnya dilakukan oleh praktisi dan pengalaman akupunktur ini pernah aku tulis juga di blog.

Baca: Pengalaman Merasakan Akupunktur Pertama Kali

Nah kali ini aku akan mencoba pelayanan akupunktur dengan dokter spesialis akupunktur. Ini pertama kalinya aku ke dokter spesialis akupunktur.

Layanan akupunktur itu bisa dilakukan oleh praktisi medis dan nonmedis. Praktisi medis itu terdiri dari dokter spesialis akupunktur dan perawat/bidan. Kalau dari nonmedis, akupunktur bisa dilakukan oleh praktisi yang memang belajar/kursus mendalami ilmu akupunktur.

Bedanya layanan yang dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur, mereka bisa memberikan layanan dengan beberapa media. Misalnya dengan jarum, terus yang ditempel (aku lupa namanya). Rangsangan akupunktur juga bisa diberikan secara manual (digoyang-goyang) maupun dengan thermal (panas yang dialirkan). Akupunktur dengan thermal (panas) ini aku belum pernah ngrasain.

Pengobatan dengan akupunktur ini, supaya lebih maksimal juga bisa dibarengi dengan obat. Misalnya pada pasien stroke. Nah yang melakukan tugas ini biasanya dokter spesialis akupunktur.

Treatment dengan dr. Nadia Oktari, SpAk.

Kembali lagi ke masalah kesehatanku yang mudah lelah ya.

Di Lineation Centre, aku disarankan untuk berkonsultasi dengan dr. Nadia Oktari, SpAk salah satu dokter spesiali akupunktur di Bandung. Kepadanya, aku cerita tentang kondisiku ini yang 3L (lemah, letih, lesu).

dokter spesialis akupunktur di Bandung

Berdasarkan cerita yang aku sampaikan ini, kemudian dr. Nadia menyimpulkan bahwa aku imunitasnya kurang. Dokter Nadia akan mencoba mengembalikan imunitasku dengan treatment tusuk jarum di beberapa titik yaitu tangan kanan, tangan kiri, bawah pusar, kaki dan bawah lutut.

Yang aku rasakan saat kulitku di tusuk dengan jarum adalah nyeri seperti digigit semut. Jarum akan ditusukkan selama kurang lebih 20 menit. Ada beberapa bagian yang terasa pegal saat ditusuk ini terutama di bagian tangan kiri. Mungkin karena aku sering mengendong di bagian kiri, makanya saat ditusuk jarum lebih terasa sakitnya.

Jarum Akupunktur
Berbagai jenis media untuk Akupunktur. Ada yang jarum ada yang bentuk lingkaran kuning, pink, dan hijau itu.

Tusuk jarum ini efektivitasnya kurang lebih 72 jam. Makanya tusuk jarum ini sebaiknya dilakukan 2x seminggu. Sedangkan metode akupunktur yang lain ada yang bisa sampai 3 minggu dan 1 bulan. Tergantung kasusnya.

Selain akupunktur untuk tujuan medis, di Lineation Centre Bandung juga ada akupunktur kecantikan. Harga akupunktur medik Rp 100.000/sesi. Sedangkan untuk akupunktur kecantikan Rp 150.000/sesi.

Ohya, kalau teman-teman yang ibu-ibu punya masalah dengan jumlah ASI yang kurang, bisa juga diusahakan dengan akupunktur. Akan lebih efektif jika ibunya masih menyusui di 6 bulan pertama (ASI eksklusif). Ini karena bayinya sumber makanan utamanya masih ASI belum ada tambahan MPASI.

Bayiku kebetulan sudah berusia 12 bulan, sehingga dokter Nadia tidak bisa melakukan akupunktur ASI untuk kasus aku.

Begitu juga saat aku cerita bahwa sampai bayiku usia 12 bulan, aku belum dapat haid lagi setelah melahirkan. Dokter Nadia juga tidak bisa melakukan tindakan untuk mempercepat datangnya haid setelah melahirkan. Ini karena tubuhku masih dipengaruhi oleh hormon laktasi dan masih juga sebagai KB alami.

Akupunktur Kesehatan di Bandung
Wajah Ceria Setelah Akupunktur

Lineation Promo

Kalau teman-teman punya masalah yang sama dengan aku di atas, atau punya kasus lain yang perlu tindakan akupunktur medik, teman-teman bisa coba akupunktur di Bandung Lineation Centre. Tempatnya enakeun, gedung elegan dengan harga bersahabat, bersih, mewah, dan wangi. Dokter Nadia ramah dan jelas banget menjelaskan tentang seluk beluk akupunktur dan hal-hal yang terkait dengannya. Ah, loveable!

Mumpung sekarang di bulan Desember 2019 ini sedang ada Lineation Promo Month of Joy, teman-teman bisa memanfaatkan program ini loh. Ada banyak potongan harga yang bisa kalian dapatkan. Kapan lagi ada promo semacam ini kan.

Baiklah teman-teman. Itu aja tulisan pengalamanku melakukan akupunktur di Bandung Lineation Centre. Semoga menambah informasi buat kalian ya. Sehat-sehat semuanya dan sampai ketemu di tulisanku berikutnya ya!

21 Komentar

  • Suciarti Wahyuningtyas

    Sudah lama juga aku gak akupunktur, terakhir tuh tahun 2018 kalau gak salah dan itu emang badan lagi gak karuan banget. Heheheheee… Awalnya aku takut banget loh akupunktur tapi malah demen, jadi ingin menjadwalkan lagi berakupunktur.

  • Damar Aisyah

    Belum pernah nyobain akupuntur, tapi dari review temen2 rata2 positif dan bikin ketagihan. Sebenarnya aku pengen nyoba akupuntur medis untuk masalah nyeri leher. Cuma belum nemu aja yang model klinik kayak gini. Soalnya agak males kalau di RS. Antrinya beuh

  • Dzulkhulaifah

    Badan saya juga lagi pegal-pegal nih, Mbak. Tadi malam malahan sampai nggak bisa tidur gara-gara tangan kiri nyeri banget. Diolesin krim otot gitu enakan dan bisa pulas sebentar. Eh tapi pagi ini kerasa lagi pegalnya. Apa saya harus akupunktur juga, ya? Belum pernah nyobain, sih. Hehe.

  • Ranny

    Lineation centre ini ada nggak ya mbak cabangnya di kota lain? Saya lagi nyari tempat akupuntur juga, mau terapi vertigo saya nih. ๐Ÿ™
    Biayanya terjangkau juga ya.

  • April Hamsa

    Zaman dulu sering liat pilem2 Cina nusuk2in jarum gtu hehe, yg kerasa justru pegel, trus ada nylekitnya gtu ya? Tapi abis itu kerasanya gmn mbak? Atau sesuai sarannya kali ya gak bisa kalau dilakukan sekali trus langsung keliatan hasilnya?
    Pengen jg eui nyobain akupuntur gtu.

  • lendyagasshi

    Akupunktur ini terkenal banget sebagai salah satu alternatif yang aman dilakukan oleh segala kalangan usia. Aku punya teman yang terapi maag dan alhamdulillah, rutin akupunktur, saat ini badannya perlahan lebih kuat.
    Penasaran sama efeknya sebenernya, teh..
    Apa langsung terasa ((seperti pijat)) setelah beres akupunktur?
    Atau harus dilakukan rutin minimal berapa kali treatment?

  • Sulis

    Belum pernah aku nyoba metode penyembuhan dengan akupuntur mba…takut dengan jarum duluan… ๐Ÿ˜€ lha aku bayangin, ditusuk sekali aja kadang rasa bekasnya ga ilang2..klo banyak trus gimana mba? Bekas2 nya sakit nggak mba?

  • Uniek Kaswarganti

    Aku pernah nyobain akupunktur saat terkena vertigo. Minum obat saja sudah tidak manjur kala itu. Walaupun takut banget sama jarum, akhirnya nyerah karena gangguan vertigonya udah ga enak banget rasanya. Alhamdulillah sampai sekarang udah ga pernah kumat lagi. Asalkan tidak sembarangan minum dingin aja sih pesan shinsenya waktu itu.

  • Diah Agustina Wulandari

    Wah aku baru tahu mbak, ternyata akupuntur bisa untuk badan yang kecapean.. Dulu ketika masih kerja di depan komputer, area sekitar mataku berasa sakit, padaha tidak ada minus pada mata, terus dokter nyuruh aku untuk akupuntur

  • Helena

    Dari dulu aku tuh serem lihat akupunktur dan enggak kepikiran pakai, deh. Tapi waktu ke rumah sakit tempatku melahirkan, dijelasin akupunktur tuh banyak manfaatnya. Enggak cuma soal kecantikan. Kelancaran menyusui juga bisa dibantu dengan akupunktur.

  • Hikmah Khaerunnisa

    Hai mba salam kenal kayaknya aku perdana dh berkunjung ke blog ini.. btw aku blm pernah sih mencoba akupuntur tapi ayah/om rutin akupuntur kayaknya memang pengobatan yang patut dicoba ya

  • Eri Udiyawati

    Pengen banget merasakan bagaimana rasanya akupuntur. Tapi di daerahku belum ada yang resmi gitu. Masih hanya seseorang yang bisa dipanggil ke rumah untuk melakukan teknik akupuntur.

    Kalau di Lineation Centre itu ada dokternya ya. Jadi dari jalur medis, itu lebih terpercaya menurutku. Dokter Nadia juga terlihat ramah gitu. Jadi pasien bakalan seneng deh.

  • Ria Rochma

    Ooo.. ternyata akupuntur ini dilakukan bertahap ya, mbak. Aku pikir, hanya satu kali ajah per kasus kesehatan. Di Gresik ada, bolehlah dicoba kalau ngerasa capek gitu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.