Beli Kacamata Pakai BPJS

Beli Kacamata Pakai BPJS

Beli Kacamata Pakai BPJS. Sejak punya bayi Akmal 5,5 tahun lalu, saya sering banget ganti kacamata. Terutama sejak Akmal mulai aktif bisa berjalan dan berlari (terrible two). Saat keaktifannya mulai tak terkendali. Pernah dalam waktu 5 bulan, saya sampai ganti 5 kacamata. Berarti setiap bulan saya ganti kacamata selama periode itu. Wuih. Bukan apa-apa, soalnya saya gak bisa lihat jelas kalau gak pakai kacamata.

Padahal yah, kacamata sudah saya taroh di tempat yang menurut saya aman. Di atas lemari, di rak buku, di dalam tas, dan lain-lain. Eh tapi kadang masih kecolongan juga itu kacamata terlihat sama Akmal. Entah kenapa bocah itu tertarik banget dengan kacamata ibunya. Ada yang patah karena di ongklak-ongklek sama dia. Ada yang kedudukan gak sengaja, dan lain-lain.

Tiap bulan tekor ya kalau ganti kacamata. Mana kacamata bukan barang murah buat saya. Tapi ya mau gimana lagi. Meskipun enggak murah, mau gak mau kan harus dibeli lagi. La wong butuh.

Sekarang Akmal sudah umur 5,5 tahun. Sudah lebih bisa dibilangin. Jadi kejadian kacamata pecah/patah karena buat mainan Akmal sudah gak ada lagi. Dia udah tahu kalau kacamata adalah barang penting milik ibunya.

Masalahnya, sekarang ada adiknya, Azril, yang baru berusia 3 tahun. Dia memang enggak selasak Akmal. Sampai umur 3 tahun dia punya rekor gak pernah mecahin kacamata ibunya. Good news. Dua tahun saya belum ganti kacamata.



Eh la kok barusan membatin begitu, 2 minggu lalu, tiba-tiba pas kami lagi bercanda dengan Azril di tempat tidur, dia secara gak sengaja menabrak muka saya dengan badannya. Saya yang memang gak bisa lepas kacamata (meskipun lagi tidur-tiduran di kasur), gak bisa menghindar dari tubrukannya. Pas banget badannya kena muka saya bagian kacamata. Klek. Saya dengar ada bagian kacamata yang patah. Langsung saya periksa dan ops iya benar, gagang kacamata bagian kanan patah.

Pertolongan pertama saya buka kulkas. Ingat ada lem ajaib dari Korea yang bisa untuk segala macam perekatan. Pernah sukses pakai lem Korea ini nyoba mengelem bagian mobil yang patah, ngelem bagian kursi makan dari kayu jati juga, plastik rak kulkas, dan lain-lain. Alhamdulillah berhasil rekat lagi.

Lem Korea ini ajaib banget. Harganya murah cuma Rp8.000 aja. Bukan dibeli dari Korea tapi beli di toko material bahan bangunan dekat rumah. Kata Mamang penjaganya namanya lem Korea.

Saya jadi inisiatif gimana kalau gagang kacamata yang patah tersebut saya lem pakai lem Korea ini. Kali aja berhasil.

Eh ternyata beneran berhasil loh, gagang kacamata berhasil tersambung saat itu. Tapi cuma bertahan 2 hari. Saya lem lagi. Patah lagi 2 hari kemudian. Akhirnya saya lelah karena bolak-balik ngelem dan patah lagi. Mungkin karena gagang kacamatanya terbuat dari besi, jadi patah terus deh. Lemnya gak kuat ternyata buat ngelem besi.

Oke, ini saatnya ganti kacamata. Fix!

Review Lipstik Revlon
Kacamata yang ini yang patah kena bocah

Syarat Beli Kacamata Pakai BPJS

Saya ingat beberapa bulan yang lalu kalau ada teman yang share cerita kalau sekarang sudah bisa klaim kacamata pakai BPJS. Saya tertarik dan  penasaran pengen nyobain. Bener gak sih kalau kita bisa beli kacamata pakai BPJS.

Saya cari informasinya di Google tentang klaim kacamata pakai BPJS dan memang sudah beberapa yang cerita kalau bisa loh ganti kacamata pakai BPJS. Syarat-syaratnya untuk beli kacamata pakai BPJS ini ya manteman:

  1. Punya kartu BPJS. Punya saya namanya KIS atau Kartu Indonesia Sehat, dulu namanya kartu Askes. Punya KIS ini karena suami saya PNS.
  2. Bawa rujukan dari faskes 1 (fasilitas kesehatan tingkat 1).
  3. Di periksa di RS yang ditunjuk oleh faskes 1.
  4. Bawa surat keterangan dari RS ke optik yang bekerja sama dengan rumah sakit.
  5. Tunggu deh, kacamatanya nanti akan jadi.

Saya sendiri (dan keluarga inti), sejak 7 tahun menjadi istri Alhamdulillah belum pernah menggunakan BPJS untuk periksa kesehatan. Alhamdulillah Allah kasih nikmat sehat. Kecuali untuk proses melahirkan Azril tahun 2015 lalu.

Baca: Melahirkan dengan Bantuan Dana BPJS

Dari record kartu BPJS saya yang bisa dilihat di aplikasi Mobile JKN, Alhamdulillah masih kosong. Jadi belum pernah periksa dengan kartu BPJS. Nah mumpung belum terpakai sama sekali dan kali ini memang lagi butuh banget ganti kacamata, makanya saya mau memanfaatkan fasilitas BPJS ini untuk ganti kacamata baru.

Beli kacamata pakai BPJS
bye-bye kacamata lama

Datang ke Faskes 1

Langkah pertama, saya datang ke faskes 1 yang tertulis di KIS saya. Di tempat ini saya diperiksa oleh seorang dokter umum muda dan cantik (hihi, perlu ya disebut). Saya ditanyain apakah sebelumnya pernah periksa di tempat tersebut dll. Saya cerita aja kalau saya belum pernah ke faskes 1 ini dan sekarang lagi mau periksa mata karena butuh kacamata baru.

Dokternya langsung nanyain kapan terakhir ganti kacamata. Dua tahun lalu, jawab saya. Oke, dokternya langsung tahu dan ngasih surat rekomendasi untuk periksa di rumah sakit rujukan karena memang di faskes tersebut tidak ada dokter mata.

Surat rujukan ini berlaku 1 bulan. Jadi kalau bisa saya menggunakannya kurang dari sebulan ke depan. Kalau lebih dari itu ya terpaksa minta surat rujukan lagi.

Datang ke Rumah Sakit

Waktu diperiksa di faskes 1, saya ditawarin apakah mau periksa di RSUD Ujung Berung atau RS AMC. Faskes ini memang hanya bekerja sama dengan 2 rumah sakit tersebut. Saya pilih RS AMC Cileunyi karena letaknya lebih dekat dengan rumah dari pada RSUD Ujung Berung Bandung.

Sebelum datang ke RS AMC Cileunyi, sehari sebelumnya saya make sure tentang jadwal dokter mata yang praktek di sana. Memastikan bahwa pada hari Sabtu saya bisa datang ke sana untuk memeriksakan mata dengan BPJS. Karena saya pasien baru, maka disuruh mengisi formulir dulu dengan syarat membawa :

  1. Fotokopi kartu keluarga dan KTP masing-masing 2 lembar.
  2. Fotokopi KIS/Kartu BPJS 4 lembar.
  3. Surat rujukan dan fotokopinya 1 lembar.
Pakai BPJS buat kacamata
Pendaftaran di RS AMC Cileunyi

Hari Sabtu pagi, suami sudah datang ke RS AMC. Antrean dibuka pukul 06.00 – 08.00. Setelah mengisi formulir dan menyerahkan syarat-syarat tersebut di atas, suami dapat lagi antrean untuk ke polimata yang baru buka jam 10.00. Dia dapat antrean poli mata nomor 21.

Kira-kira jam 11.00 saya datang ke RS karena diperkirakan nomor antrean 21 dapatnya jadwal pemeriksaan jam segitu. Daripada nunggu capek dan lama di RS, mending nunggu di rumah kan.

Gak begitu lama nunggu, saya disuruh masuk bersama 3 pasien lain. Diperiksa oleh asisten dokter saya ditanyain terakhir pakai kacamata minus berapa. Seingat saya mata saya ini yang kanan -2,5 dan yang kiri -1,5. Wohoho tapi ternyata hasil pemeriksaan sekarang berbeda. Ya iyalah udah 2 tahun berselang, ada kemungkinan minus saya bertambah. Sekarang jadinya – 2,75 dan kiri -1,0 Dan malah ada silinder -0,5. Hiks.

Selanjutnya dokter mata yang bertugas memeriksa kondisi mata saya. Dicocokkan dengan hasil pemeriksaan susternya. Ohya, saya sekalian periksa kondisi mata apakah ada kemungkinan terkena glaukoma atau tidak. Karena Bapak saya penderita glaukoma, maka anak-anaknya berpotensi kena glaukoma juga. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada gejala glaukoma.

Untuk pasien mata dengan riwayat keturunan glaukoma, sebaiknya dilakukan pemeriksaan minimal 1 tahun sekali. Karena glaukoma ini menyerangnya tiba-tiba, jadi lebih baik diperiksa lebih dini untuk mencegah kebutaan.

Baca: Pengalaman Operasi Mata dengan BPJS

Ibu dokter ini kemudian memberikan saya sebuah surat pengantar buat dibawa ke optik yang ditunjuk. Tapi sebelum bisa saya bawa, surat keterangannya harus diperiksa dulu sama petugas BPJS.

beli kacamata pakai BPJS
Hasil periksa mata untuk ditukar dengan kacamata

Nah kalau sudah di acc sama BPJS, nanti kita dapat selembar surat dari BPJS ini. Kita bawa bareng surat dari dokter matanya ke optik yang ditunjuk.

Ke Optik Mata

RS AMC Cileunyi, bekerja sama dengan 4 optik di Bandung:

  • Optik Imam di Jalan Ki Astramanggala, Baleendah.
  • Soreang Optik di Jalan Raya Cipatik nomor 71 Soreang.
  • Optik Krida di Jalan Terusan Kopo nomor 337.
  • King Optik di Gedung Al Ma’soem Center, Rancaekek.

Optik yang paling dekat dengan rumah saya adalah King Optik. Jadi saya pilih beli kacamatanya di King Optik saja. Jarak RS AMC ke King Optik juga gak begitu jauh kok. Sekitar 4 km saja.

Di optik, kita tinggal menyerahkan berkas-berkas tadi yang dari RS. Kasih aja ke petugasnya, dia langsung tahu kok. Gak usah difotokopi gak papa. Di sini, kita disuruh pilih mana frame yang akan kita pakai. Deretan frame untuk kelas 1 BPJS beda dengan kelas 2. Karena saya ditanggungnya yang kelas 1, maka saya langsung ditunjukkan ke rak yang ada frame untuk kelas 1.

Saya pilih 2 jenis kacamata. Yang warna coklat seperti di bawah ini dan yang warna hitam. Menurut Teteh penjaganya, saya cocok pakai yang warna coklat. Oke deh, saya nurut aja.

Beli kacamata pakai BPJS
Kacamata baru pilihan saya. Gimana menurut kalian?

Untuk lensanya, nanti akan dibuatkan sesuai pesanan yang tertera di surat keterangan dokter matanya. Nah kemarin saya gak ditawarin apa mau ganti dengan lensa yang lebih bagus dengan membayar selisih pembayaran. Ternyata pas kacamata jadi, lensanya jenis yang lensa biasa. Bukan yang supersin. Jadi masih agak berbayang. Nanti kalau punya rezeki bisa diganti sendiri pakai lensa yang supersin.

Kacamatanya baru jadi dan bisa diambil 1 minggu kemudian. Lama ya proses pengerjaannya. Mungkin karena ngantri. Beda dengan kalau kita beli di optik kacamata pakai duit sendiri, ada yang bisa ditungguin udah jadi. Atau paling lama 1 hari kemudian baru jadi.

Kalau teman-teman mau nyobain beli kacamata pakai BPJS bisa juga loh. Syaratnya seperti yang saya tulis di atas ya. Untuk kelas 1 BPJS, seperti saya, biaya pertanggungnya Rp300.000. Dan baru boleh ganti lagi kacamata dengan BPJS 2 tahun kemudian. Kalau dalam waktu tersebut kacamata udah rusak atau patah, terpaksa rogoh kocek sendiri deh buat beli kacamatanya. Harus dijaga bener deh nih kacamata jangan sampai patah lagi.

Surat keterangan rujukan untuk ke optik juga berlakunya 1 bulan. Lebih dari 1 bulan, terpaksa harus minta surat rujukan lagi. Makanya harus segera dibawa ke optik ya biar gak repot bolak-balik cek/periksa mata lagi.

Oke deh teman-teman, itu aja dulu share kali ini tentang gimana saya klaim kacamata pakai dana BPJS ya. Semoga bermanfaat!



34 thoughts on “Beli Kacamata Pakai BPJS”

  1. Kakanya udah gede dan udah paham klo kaca mata salah satu barang berharga ibunya jadi lebih hati-hati, drama kacamata udah ga lagi, lanjut sama adeknya ga sengaja nubruk , tandanya ibu harus ganti kacamata model baru. hehehe

    Infonya lengkap banget. Tenyata memang rata-rata banyak yang bingung dan malah ada yang ga tau klo kacamata bisa dicover bpjs. Bener ini kita mambah sedikit gpp, kacamata kan mayan mahal, ya.

    Makasih sharingnya ya, teh Mita.

  2. Adik saya juga pernah beli kacamata lewat BPJS, Mbak. Prosesnya persis seperti tersebut di atas. Harus ke faskes 1 kemudian dirujuk ke Rumah Sakit setekah itu baru ke Optik. Dan kata adik saya, misalnya jatah kita kelas 2 tapi ingin membeli frame yang kelas 1 boleh saja asal kita nambahin selisihnya.

    Kacamata memang mahal ya, namun dengan adanya BPJS sangat membantu kebutuhan kacamata yang sangat penting dengan membeli melalui BPJS. Sehingga semua lapisan masyarakat bisa membeli kacamata untuk kegiatan sehari-hari :).

  3. Aku sering dapat sms juga nih bikin kacamata pakai bpjs dari salah satu brand, nanti coba juga ah… Lumayan banget kan hemat

  4. Sejak kapan gitu aku kepikiran buat bikin kacamata, karena sesungguhnya padanganku itu siwer hahahaha… Kerasa banget kalau lagi nonton. Sub title sih jelas, cuma kalau ada tulisan semisal layar chat yang muncul di film aku ga bisa baca dengan jelas. Cuma masih mikir soal kenyamanan dan pas enggaknya di muka wkwkwk…. kebanyakan mikirnya ya ini mah 😀

  5. Aku juga pengen ganti teh kacamata yang buat dirumah kena semburan minyak langsung burem dong lumayan juga ya dicover 300rb..insyaAlloh ah bulan depan hehehe minusku udah 3 soalnya kalau diperiksa takut kayak teteh nambah lagi :p

  6. Anak saya nih kacamatanya ga awet banget, dlm bbrp bln hrs ganti berkali2… Dasar anak laki2, gagangnya pernah patah, lensanya pernah pecah. Sementara jatah bpjs udah abis hehehe…

  7. Pingback: Menghilangkan Mata Minus dengan Teknologi Lasik Mata - Armita Fibriyanti
  8. makasih mba share pengalamannya, saya juga pernah ke amc beberapa tahun lalu buat periksa mata, dan karna baru pertama kali ke amc, jadi harus pake KK dsb, tapi saya lupa setelah itu dapet kartu dari RS atau engga ya mbak?

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.