Cirebon yang Mengundang untuk Kembali

Cirebon yang Mengundang untuk Kembali

Pernah punya impian gak sih kalau lagi berada di kota tertentu, pengen deh nyobain kuliner ini itu atau pengen datang ke icon wisata yang menjadi andalan dari kota tersebut? Kalau aku sih iya. Termasuk pas bulan Oktober kemarin aku mampir ke Cirebon.

Cirebon ini udah lama jadi masuk waiting list kota yang ingin aku kunjungi. Letaknya gak jauh dari Bandung, tempat tinggal kami saat ini. Hanya sekitar 120an km away. Waktu tempuhnya juga gak lama-lama amat, sekitar 3-4 jam perjalanan darat menggunakan mobil pribadi. Tapi nyempetin waktunya bisa ke sana itu loh yang agak-agak rempong. Kalau aku pas bisa, suami yang gak bisa karena ada kerjaan. Kalau pas suami libur, akunya yang gak bisa berangkat ke Cirebon karena ada deadline kerjaan terjemahan dokumen.



Makanya pas bulan Oktober kemarin suami ada dinas luar ke Cirebon, aku langsung semangat pengen ikut. Saat itu, kerjaan terjemahanku agak longgar karena deadline masih lama. Jadi aku bisa agak santai.

Baca: Awal Mula Menjadi Penerjemah

Berangkatlah kami sekeluarga ke Cirebon pagi itu. Rencananya, kami akan ada di Cirebon selama 2-3 hari, cukuplah buat sedikit explore Cirebon. Di sepanjang perjalanan Bandung – Cirebon, terbayang-bayang beberapa hal yang iconic dari kota Cirebon. Pengen icip-icip nasi jamblang dan empal gentong langsung di kota Cirebon, pengen mampir beli batik Trusmi, dan pengen main ke Keraton Cirebon.

Sampai di Cirebon siang hari. Pas banget dengan waktu check in hotel. Aku dan anak-anak langsung masuk ke kamar hotel dan leyeh-leyeh, sementara suami langsung kerja di lokasi yang tidak jauh dari tempat kami menginap.

Malamnya, suami mengajak kami untuk kuliner menikmati makanan lokal Cirebon yang ada di sekitar hotel. Tapi kondisiku terlalu capek dan butuh banyak istirahat. Maklumlah, sudah hamil tua sekitar 32-33W. Badanku bilang stay aja di kamar, gak usah ke mana-mana. Jadilah suami aja sendirian yang pergi keluar dan beli makan malam untuk kami.

Kirain doi bakalan beli kuliner lokal buat penganjal perut kami yang kelaparan. Ternyata dia beli roti moderen yang di Bandung juga ada. Wekekek. Kebetulan hotel tempat kami menginap posisinya bersebelahan dengan mall besar. Jadi dia beli roti aja di mall tersebut.

Paginya, setelah sarapan di hotel, suami kembali lagi rapat. Aku dan anak-anak menunggu di hotel saja sambil mengajak Akmal berenang. Sedangkan Azril gak bisa ikut berenang karena tangannya belum tersambung sempurna setelah mengalami patah tulang beberapa minggu sebelumnya.

Baca: Pengalaman Merawat Anak yang Mengalami Patah Tulang

Berenang siang-siang di Cirebon itu sungguh menyejukkan ya. Karena ternyata Cirebon itu panas banget saudara-saudara. Gak sesejuk Bandung. Pagi jam 9 aja udah kerasa gerahnya.

Full siang itu di hotel. Mau jalan-jalan ke mall yang ada di samping hotel juga gak berani karena kondisiku yang sudah hamil di trimester 3. Gak kuat bawa perut buncit sambil ngasuh 2 kakaknya. Padahal udah kepegen banget cuci mata. Paling nanti tunggu suami pulang baru berani explore, lumayan ada bala bantuan ngasuh anak. Wakakak.

Suami pulang dari rapat, aku sudah siap mau explore Cirebon. Mau makan empal gentong dan nasi jamblang. Eh, ternyata suami malah ngabarin kalau dia harus segera balik ke Bandung karena bosnya manggil. I was like…. what? seriously? Kita kan belum ke mana-mana di Cirebon. Belum makan ini, makan itu. Belum ke sini, belum ke situ. 🙁

Sedih pastilah.

Dengan muka tertekuk, terpaksa aku mengiyakan kata suami untuk segera balik ke Bandung dan dia berjanji nanti kalau waktunya agak longgar dia mau ngajakin lagi ke Cirebon. Jelajahi Cirebon sepuasnya. Dan suami pengen lain kali ke Cirebonnya dengan menggunakan moda transportasi lain.

Cirebon, kalau dari Bandung, selain bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, Cirebon juga bisa dijangkau dengan menggunakan kereta. Kebetulan kami belum pernah ke Cirebon naik kereta. Udah kepengan banget dari sejak kereta Bandung-Cirebon diresmikan beberapa tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum terlaksana juga ke Cirebon naik kereta.

Cek tiket kereta api jurusan Bandung – Cirebon di aplikasi Pegipegi, ada 2 jenis kereta api yang beroperasi. Yang pertama adalah kereta api Ciremai dengan harga tiket kereta api termurah adalah Rp 220.000/orang. Ada tiket kereta api Ciremai yang harga Rp 175.000/orang, tapi pas aku ngecek, tiketnya sudah habis. Yang kedua adalah kereta api Harina dengan harga tiket Rp 270.000/orang untuk kelas ekonomi dan Rp 360.000 untuk kelas eksekutifnya.

aplikasi pegi pegi

Pegi pegi
Jadwal kereta api dari Bandung ke Cirebon

Pesan tiket kereta api di aplikasi Pegipegi cukup mudah. Kita tinggal login kalau sudah punya akunnya. Kalau belum punya akun di Pegipegi ya register dulu. Pilih “kereta api”. Lalu masukkan data kita mau pergi dari mana ke mana. Misalnya dari stasiun Bandung ke stasiun Cirebon. Lalu pencet “cari tiket”. Setelah itu akan keluar data kereta api yang melayani perjalanan dari Bandung ke Cirebon. Kita tinggal pilih mau menuju Cirebon pakai kereta apa. Kalau kereta Ciremai, berangkat pagi pukul 06.15 sedangkan kereta Harina berangkat malam hari pukul 21.25.

Jangan lupa ngecek tab promo di aplikasi Pegipegi karena suka ada aja promo menarik di Pegipegi. Selesaikan transaksi dengan membayar tiket kereta api tersebut dan nanti kita akan dapat kode booking-nya. Kode booking ini yang nanti bisa kita tukarkan dengan tiket kereta api asli saat kita boarding di stasiun.

Perjalanan dari Bandung ke Cirebon dengan menggunakan kereta api akan ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam 12 menit. Nyaman, tinggal duduk dan tunggu deh nanti akan sampai.

Pesan tiket kereta api, sekarang mudah ya. Tinggal pencet-pencet aplikasi Pegipegi dari rumah. Kita gak perlu lagi pergi ke stasiun seperti zaman dulu kalau mau beli tiket kereta api online. Alhamdulillah dunia digital saat ini memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya.

Jadi gak sabar nih mau ke Cirebon. Aku mau nyicip empal gentong dan sego jamblang langsung dari tempat aslinya. Siapa yang mau bareng sama aku ke Cirebon?



14 thoughts on “Cirebon yang Mengundang untuk Kembali”

  1. Eh…kereta Harina ini yang ke Surabaya bukan….tujuan akhirnya?
    Belum pernah naik KA ini…
    Dan sesungguhnya, aku uda lama banget teh…gak bepergian pakai KA. Biasanya kalau ga bawa kendaraan sendiri yaa…pesawat.
    karena pesan tiket online sekarang mudahnya kebangetaaan…
    Alhamdulillah~

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.