Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak
Advertorial,  Dapur dan Makanan

Peralatan Rumah Tangga yang Perlu Disediakan Jika Istri Tidak Bisa Memasak

Jika istri tidak bisa memasak, tenang kawan… kamu tidak sendiri. Karena saya pun begitu. Saya berangkat ke gerbang pernikahan 6 tahun lalu, tanpa membawa kemampuan memasak. Nyaris nol. Saya hanya bisa merebus air dan menggoreng telur ceplok. Bahkan saya tidak tahu caranya bagaimana memasak telur rebus. Mama saya tahu persis. Saya sampai khusus menelepon beliau menanyakan bagaimana ciri-ciri telur rebus yang sudah matang.

Pernah juga dulu di awal pernikahan. Suami pulang dari mancing membawa berkilo-kilo ikan mas segar. Dihadapkan dengan sepuluh ekor ikan mas hidup, saya bingung dan hilang akal. Saya betul-betul tidak tahu bagaimana mengolah ikan segar. Saya mengakhiri kebingungan saya dengan membagi-bagikan ikan mas segar tersebut ke tetangga-tetangga. Masalah selesai sementara. Saya cuma bisa nyengir pas suami bertanya, dikemanain ikan masnya.

Parah. Iya, sebegitu payahnya kemampuan memasak saya dulu.

Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak

Beruntung saya dinikahi oleh seseorang yang tidak terlalu peduli dengan kemampuan masak saya yang belepotan. Beruntung saya dijodohkan dengan seseorang yang punya kemampuan memasak jauh lebih jago daripada saya. Beruntung pula keluarga tidak terlalu mempermasalahkan kelemahan saya ini.

Baca: Tips Agar Mudah Menikah

Dari suami, saya belajar bagaimana membuat sambal. Dia juga yang menunjukkan kepada saya caranya membumbui ikan. Saat hidup bersama dia, saya jadi tahu rasanya ikan goreng sambal goang.

Untuk teman-temanku, yang saat ini sedang mempersiapkan pernikahan. Jika kamu tidak bisa memasak, carilah calon suami yang bisa memasak. Karena dengannya, hidup setelah pernikahan akan lebih indah. Kita bisa saling bekerja sama di dapur. Suami yang masak, kita yang cuci piring. Suami sedang masak, kita bisa intip ilmu memasaknya.

Baca: Suamiku Sering Membantu Pekerjaan Rumah Tangga, Bagaimana dengan Suamimu?

Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak

Jika kita tidak bisa memasak, tenang kawan. Memasak dan mengolah makanan adalah kemampuan yang bisa kita dipelajari. Lihatlah sekarang sudah banyak sekali aplikasi memasak online/offline yang ada di Playstore. YouTube terbuka 24 jam, kita bisa belajar kapanpun. Begitupun dengan Google yang siap memberikan segudang resep masakan di pencarian. Kita tinggal searching pakai internet kencang dari XL, sudah tersedia berbagai resep masakan yang kita inginkan. 

Kalem, mari kita pelukan dulu ya. Jika kita merasa dapur bukanlah tempat ternyaman, ada banyak warung makan tetangga yang senang bila kita datangi. Belilah makanan hasil masakannya. Karena selain berbagi rezeki dan membantu melarisi dagangannya, kita juga jadi bahagia. Kenyang tanpa perlu repot berjibaku di dapur.

Baca: Perjalanan Memiliki Rumah Pertama

Bosan dengan masakan tetangga? Coba pesan makanan yang bisa diantar ke rumah. Sudah banyak restoran yang menyediakan jasa delivery food. Tinggal telpon saja, tau-tau sudah ada yang ketok pintu rumah kita mengantarkan makanan. Hidup jadi mudah.

Baca: Makanan Khas Bandung yang Bisa Dipesan di GO-FOOD

Setidak bisanya kita tidak bisa memasak, tetap harus mau belajar memasak. Setidak betahnya kita di dapur, tetap harus dibiasakan. Apalagi jika status kita sudah berubah menjadi ibu. Suami, masih bisa dikondisikan dengan kondisi kita yang tidak bisa memasak. Tapi kalau anak? Saya rasa tidak. Masa ia harus makan makanan instant terus. Ya tidak lah. Masa anak harus ikut-ikutan jajan makanan di luar rumah. Sekali-kali gak papa. Tapi jangan terlalu sering.

Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak

Belajar memasak demi siapa? Demi anak-anak. Saya mau anak saya makan bergizi yang terjamin kebersihannya. Saya juga ingin mereka memiliki tumbuh kembang optimal dengan nutrisi yang tercukupi dari dapur sendiri.

Pelan-pelan saya mulai belajar memasak dan mengumpulkan peralatan rumah tangga, terutama perlengkapan dapur. Dari mulai ulekan, blender, parutan, pisau, wajan, sutil, sampai open. Ada peralatan yang langsung diimpor dari rumah Mama di Purworejo, ada juga sebagian yang minta dari rumah mertua di Subang. Sebagian lagi kumpulin dengan cara beli sendiri sambil intip-intip belanja online dengan kunjungi halaman ini.

Teman-temanku yang tidak pandai memasak, jika kamu sekarang sedang mengumpulkan alat rumah tangga untuk dapur mungilmu, pilihlah alat dapur yang pokok-pokok saja dan betul-betul mendukung kemampuan belajar memasakmu. Pilihlah yang praktis dan tidak membebanimu. Misalnya, belilah blender yang akan membantumu menghaluskan bumbu. Saya tahu bagaimana rasanya mata perih saat harus menghaluskan bawang merah secara manual. Saya juga merasakan saat tangan terasa panas saat harus mengiris cabai. Beruntunglah sekarang sudah ada blender yang membuat pekerjaan ulek-mengulek menjadi mudah.

Baca: Rumah Impian

Jangan pernah membeli peralatan dapur yang justru akan menjadi beban. Kita tahu bahwa kemampuan memasak kita pas-pasan. Tidak usah sok-sokan beli mixer dan oven. Harapannya memang kita bisa membuat kue atau bolu ala-ala. Tapi apa daya, kemampuan belum mendukung. Akhirnya kita memilih beli kue/roti yang sudah jadi dan itu peralatan berdebu di pojokan.

Teman-teman, percayalah. Bahwa setiap kita sudah dibekali dengan kemampuan masing-masing. Jika kita tidak lihai di dapur, saya yakin kita semua punya kecakapan di bidang lain. Biarlah masing-masing keahlian berjalan beriringan. Agar hidup kita bisa saling melengkapi.

Salam sayang.

Dari saya yang sekarang sedang terus belajar memasak.

Ohya, please share tulisan ini kalau kamu juga senasib sama saya 😉


(1) This is a sponsored post, please read disclosure

25 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.