Tahun Baru, Resolusi, dan Langkah Usaha Untuk Mewujudkannya

Tahun Baru, Resolusi, dan Langkah Usaha Untuk Mewujudkannya

Waktu bergulir, dalam hitungan hari kita akan segera memasuki tahun 2018. Tahun baru adalah harapan baru. Begitu juga bagiku. Aku percaya bahwa dengan memiliki harapan dan impian, hidup kita akan menjadi lebih bersemangat. Seperti ada sesuatu yang harus dikejar.

Setiap tahun berganti aku biasanya memiliki harapan baru atau sebut saja sebagai resolusi. Resolusi ini biasanya aku tuliskan menjelang pergantian tahun sehingga kelak bisa dievaluasi lagi apakah resolusi yang sudah ditulis di tahun sebelumnya sudah tercapai atau belum. Saat menuliskan resolusi ini, aku juga sambil mengevaluasi apakah resolusi di tahun sebelumnya sudah tercapai atau belum. Jika ada yang belum, maka akan aku jadikan patokan kenapa belum tercapai. Apa kendalanya, apakah aku kurang keras usahanya, atau karena faktor lain.

Mumpung sebentar lagi awal tahun 2018, aku juga akan menuliskan resolusiku. Supaya lebih mudah, aku membagi resolusiku menjadi 4. Yaitu resolusi sebagai diri sendiri, sebagai anak dari orang tuaku, sebagai istri dari suamiku, dan ibu dari kedua putraku.

RESOLUSI UNTUK DIRI SENDIRI :

LEBIH SEHAT

Tahun 2017 ini, Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan tugasku untuk menyusui si kecil saat usianya menginjak 2,5 tahun. Total aku menyusui kedua anakku selama 5 tahun tanpa jeda karena aku hamil lagi saat si sulung belum disapih.

Aku bahagia sekali bisa menuntaskan tugasku tersebut. Tapi entah mengapa sejak berhenti menyusui, aku merasa bahwa berat badanku meningkat lebih cepat. Mungkin karena sudah tidak ada yang “menghisap” jadi lemak-lemak menempel setia ditubuhku. Peningkatan berat badan ini terjadi tidak merata. Menumpuk di bagian paha dan pinggang.

Foto Ibu dan Anak
Aku dan Anak Bungsuku. Di Foto Ini Tidak Terlihat Tumpukan Lemaknya Karena Aku Memakai Baju yang Longgar

Peningkatan berat badan ini mengakibatkan ketidakseimbangan dalam ritme kehidupanku. Misalnya, aku jadi sering merasa capek dan enggap. Napas terasa lebih pendek dan lebih ngos-ngosan. Aku juga mudah merasa mengantuk padahal aku sudah beristirahat dengan cukup. Belum lagi celana dan rok yang sudah tidak muat lagi karena lingkar pinggang meningkat.

Padahal sebagai seorang ibu dari 2 anak laki-laki yang sedang aktif-aktifnya dan dalam masa eksplorasi, aku harus prima dan sigap dalam mendampingi setiap proses tumbuh kembang mereka. Selain itu, aku juga harus membagi waktu antara mengasuh kedua anakku dengan menyelesaikan tugas pekerjaanku sebagai seorang konsultan nama dan juga penerjemah. Dalam kasus seperti ini, aku dituntut memiliki stamina yang bagus sehingga tugas mengasuh anak dan pekerjaan bisa berjalanan beriringan.

Menyadari ada komposisi yang salah tubuhku, aku harus bertindak secepatnya. Karena jika berlarut-larut dan mendiamkan tumpukan lemak itu bersarang di tubuhku, bisa jadi masalah kesehatan yang baru datang menghampiri. Lemak tubuh kalau pas memang baik, tapi kalau berlebihan akan berbahaya.

Usaha Untuk Mewujudkan Resolusi

Resolusi hanya akan menjadi impian jika didiamkan saja. Usaha adalah langkah untuk menjadikannya nyata. Untuk mewujudkan resolusi menjadi lebih sehat ini aku sudah mulai melakukan beberapa usaha. Yaitu mengatur pola makan. Misalnya mengurangi konsumsi karbohidrat dan gula serta menambah jumlah air, buah, dan sayur yang masuk ke tubuhku. Mendahulukan mengonsumsi buah dan air putih dulu baru makan besar. Menganti sumber karbohidrat nasi ke jagung, kentang, ubi, dan lain-lain.

Selama ini aku sudah sadar bahwa lemak jahat sudah menumpuk. Tapi kadang aku malas untuk berangkat olahraga. Yang perlu aku tambahkan kadar rajinnya di tahun depan adalah olahraga. Jujur selama ini aku masih bolong-bolong olah raganya. Kadang pergi, kadang enggak. 

lari

Semoga di tahun 2018 ini aku lebih rajin olah raga lagi karena sekarang sudah ada sepeda yang bisa digunakan untuk olah raga. Aku juga sudah mengunduh video senam aerobic dan zumba. Jadi tidak ada alasan untuk malas-malasan lagi. Jangan kasih kendor.

Dengan menjadi sehat, aku juga bisa menularkannya kepada suami dan anak-anak. Kalau aku sehat, aku bisa melakukan pekerjaan lain menjadi lebih gampang dan aku juga bisa mengasuh anak-anak dengan tenang. Mendapatkan tubuh yang kembali langsing aku anggap sebagai bonus.

RESOLUSI SEBAGAI ANAK:

MELUNASI BIAYA ORANG TUA NAIK HAJI

Umur memang salah satu rahasia yang kita tidak pernah tahu akan sampai di angka berapa. Sampai detik ini aku masih sangat bersyukur bahwa kedua orang tuaku masih ada. Walaupun saat ini mereka sudah menua dan mulai mengalami beberapa masalah kesehatan. Bapak menderita glaukoma dan juga gangguan saluran kencing.

Jika Allah mengizinkan dan masih memberi umur panjang kepada Bapak & Mama, Insya Allah tahun 2018 mereka akan berangkat haji. Aku sangat mengerti bahwa naik haji adalah impian yang sangat diidam-idamkan oleh kedua orang tuaku. Mereka sudah mendaftar sejak tahun 2011 dan mendapatkan antrean tunggu selama 7 tahun.

Vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan
Sehat Terus, Ya!

Sebagai seorang anak, darma baktiku adalah mendoakan supaya keduanya senantiasa sehat sampai tiba waktunya ke tanah suci dan berbakti mumpung mereka masih ada. Saat naik haji mereka naik haji nanti, aku ingin sekali melunasi biaya naik haji kedua orang tuaku. Saat ini memang mereka sudah membayar sebagian ongkos naik haji tersebut dengan tabungan haji mereka. Namun aku ingin berkontribusi dengan melunasinya supaya langkah orang tuaku ringan dan tidak lagi memikirkan masalah biaya.

Usaha Untuk Mewujudkan Resolusi

Orang tuaku adalah orang tua yang sangat baik. Mereka pribadi tidak pernah mengharapkan balas budi dari anak-anaknya. Tapi dengan mencoba berkontribusi melunasi biaya naik haji keduanya, aku berharap langkah ini bisa menjadi salah satu membalas segala jasa mereka.

Untuk mewujudkan resolusi ini di tahun depan, aku saat ini sudah mulai mencicil dan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit di tabunganku. Insya Allah menjelang keberangkatan mereka di bulan haji tahun 2018 nanti, aku bisa mentransfernya kepada orang tuaku.

RESOLUSI SEBAGAI ISTRI:

MEMBELIKAN HADIAH UNTUK SUAMI

“Bu, ini ya please…”

Dua hari yang lalu, aku menerima sebuah pesan di WhatsApp. Suami tiba-tiba mengirimi sebuah gambar sepeda motor retro yang sangat ia idam-idamkan. Memang sejak remaja, ia ingin sekali memiliki sebuah motor klasik yang elegan. Sudah berpuluh tahun berlalu, impiannya belum sirna juga. Sampai sekarang belum terbeli karena belum ada alokasi dana untuk membeli motor klasik tersebut.

Vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan
Motor Klasik Impian Suami

Suamiku sebenarnya tipe yang gak pernah minta yang macem-macem. Baru kali ini aja dia ingin mewujudkan impian masa kecilnya. Sebagai istri, aku sebenarnya trenyuh dan ingin mengabulkan keinginannya. Karena motor yang kami miliki saat ini juga sudah mulai bermasalah dan sudah bolak-balik masuk bengkel.

Usaha Untuk Mewujudkan Resolusi

Untuk mewujudkan impian ini, aku harus menerapkan beberapa strategi mengingat harga motor retro yang ia inginkan tidak murah. Beberapa usaha yang perlu aku lakukan untuk mewujudkan resolusi ini adalah mengatur arus keuangan lebih ketat dengan menempatkan uang sesuai dengan pos-posnya. Tahun depan tambah 1 pos lagi untuk membeli motor retro.

Selain itu, aku juga akan berusaha menambah sumber penghasilan tidak hanya mengandalkan dari gaji suami. Tahun 2018 nanti yang akan aku lakukan untuk menambah penghasilan adalah lebih memonetisasi blog dengan mengikuti beberapa lomba blog dan optimalisasi akun Adsense di YouTube. Aku memang baru belajar Adsense 3 bulan terakhir dan tahun ini pendapatannya belum begitu banyak. Semoga tahun depan pendapatannya berlimpah supaya uangnya bisa dipakai buat nambahin beli motor buat suami.

RESOLUSI SEBAGAI IBU:

SURVEI SD

Akmal, anak sulung kami saat ini berusia 5 tahun dan masih duduk di kelas TK A. Insya Allah Akmal akan masuk SD di tahun 2019. Jika dihitung, Akmal memiliki waktu sekitar 1,5 tahun lagi.

Tugasku sebagai Ibu adalah mencarikan sekolah SD yang baik untuknya. Sebenarnya ini adalah tugasku dan suami. Namun suami sibuk bekerja dan sering keluar kota sehingga tugas mencari sekolah dipercayakan kepadaku. Kami sudah sepakat bahwa kriteria sekolah yang kami inginkan adalah SD berbasis agama dengan akreditasi A, biaya tidak terlalu mahal dan sesuai dengan kantong kami, dekat dari rumah, jumlah anak per kelas tidak terlalu banyak, sekolahnya bersih (terutama toiletnya), minim pem-bully-an, dan kurikulum nasional atau internasional tidak menjadi masalah.

Vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan
Dulu Mereka Sekecil Ini, Sekarang Sudah Mau Masuk SD

Usaha Untuk Mewujudkan Resolusi

Dengan berlandaskan kesepakatan kriteria tersebut, tahun 2017 ini aku mulai mencari informasi berbagai macam SD yang ada di sekitar rumah kami. Namun pencarianku baru sekedar tanya-tanya ke tetangga dan online survey. Belum sampai survei langsung ke sekolah.

Di tahun 2018 nanti, resolusiku sebagai Ibu dari Akmal adalah survei langsung ke sekolah-sekolah. Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, membuat daftar sekolah impian (menyortir), dan lalu memutuskan mau sekolah di mana. Walau masih 1,5 tahun lagi, namun aku percaya bahwa persiapan yang baik akan mendapatkan hasil akhir yang baik pula.

Aku ingin mencari SD yang terbaik untuk Akmal karena jika tidak ada konflik berarti, Insya Allah Akmal akan berada di SD tersebut paling tidak selama 6 tahun. Ditambah lagi nanti adiknya (Azril) yang akan menyusul masuk SD 2 tahun kemudian. Jadi dengan melakukan survei SD dengan baik, aku sudah menabung informasi untuk kedua anakku.

HIDUP SEHAT ADALAH KUNCI MEWUJUDKAN RESOLUSI

Untuk mewujudkan semua resolusiku tersebut di atas tentunya aku harus sehat. Aku teringat saat suamiku sakit 2 minggu yang lalu. Saat itu, ia mengeluhkan pusing tiba-tiba yang teramat sangat di kepalanya seperti berputar. Selain itu, ia juga mual dan rasanya ingin muntah. Pusing yang berbeda dibandingkan dengan pusing biasanya. Ia mengeluh tidak tahan.

Aku membawanya ke dokter jaga 24 jam di dekat rumah. Setelah melalui pemeriksaan dokter, ternyata ia didiagnosa vertigo. Oleh dokter ia diberikan kapsul untuk mengobati vertigo yang baru pertama kali menyerangnya dan juga sirup untuk meredakan rasa mualnya.

Setelah 3 hari minum obat dari dokter tersebut, ia merasa agak mendingan tapi badan masih lemas. Selama seminggu, ia tidak bisa melakukan aktivitas dengan maksimal. Jadwal pekerjaan keluar kota juga harus dibatalkan karena ia masih merasakan kepala pusing berputar dan mual-mual.

Aku teringat bahwa aku punya stok Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Suami meminum 1 tablet setelah makan malam dan menurut pengakuan suami, ia merasa lebih baik. Malamnya ia bisa tidur lebih nyenyak dan pagi harinya ia bisa berangkat kerja setelah 3 hari absen. Kandungan multi vitamin dan mineral yang terkandung dalam Theragran-M dipercaya dapat mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit.

Vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan

Dengan cepat dibawa ke dokter, kami jadi tahu penyakit apa yang diderita suami dan bisa diambil tindakan pengobatan dengan tepat. Dibantu oleh Theragran-M, suami bisa sembuh lebih cepat. Sempat pesan juga ke suami kalau sakit jangan lama-lama soalnya sedih kalau lihat orang yang kita sayang menderita karena sakit.

Berkaca dari kejadian yang menimpa suamiku ini, aku bisa melihat bahwa kesehatan adalah sumber produktivitas. Sakit akan menghalangi kita dalam beraktivitas. Saat kita sehat, kita bisa melakukan tugas apapun dengan tenang. 

Semoga di tahun 2018 ini kita semua sehat, bisa tercapai resolusinya ya teman-teman. Selamat datang tahun 2018 yang penuh harapan, Bismillah, aku siap!


***

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

49 thoughts on “Tahun Baru, Resolusi, dan Langkah Usaha Untuk Mewujudkannya”

  1. Kita udah jadi orangtua, doanya selalu untuk anak dan suami. Padahal kita juga punya orangtua ya. Baca ini, aku jadi diingetin bahwa aku juga ada orangtua yang masih harus didoain :’)

  2. Aku juga pengen nurunin berat badan mba.. Habis lahiran bert badanku belum normal.. Masih 5kg lebih berat dibanding sebelum hamil.. Masih pengen ngurusin cuma belom kesampean..

  3. mba mit, semoga rejekinya lancar ya untuk tahun 2018, karena persiapan berangkat haji ortu, motor untuk suami dan akmal yang mau SD, pasti akan banyak menguras pundi pundi dolar. semoga penghasilan dari blognya tetep lancar mba

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.