Dapur Hangus
Reportase

Rahasia Sukses 3 Wanita Ini Membangun Usaha Berbasis Kuliner

Rahasia Sukses 3 Wanita Ini Membangun Usaha Berbasis Kuliner. Hai teman-teman. Hari Sabtu 10 Februari 2018 kemarin, aku menghadiri sebuah acara ngobrol-ngobrol ringan seputar dunia blogging, tulis-menulis, kuliner, dan foto makanan.

Acara ini bertajuk Sharing Session with Grand Tjokro. Dari judulnya, sudah ketahuan ya lokasi tempat acaranya di mana. Yap, bener banget, acaranya berlangsung di Grand Tjokro Premiere Hotel Jalan Cihampelas 211 – 217 Bandung.

Sekitar pertengahan Januari kemarin, aku lihat flyer di atas bertebaran di timeline Facebook aku. Dalam hati, duh pengen banget datang ke acara ini. Lihat temanya cocok buat aku yang memang lagi butuh upgrade ilmu di bidang foto makanan. Secara ya, aku kalau memfoto makanan itu kok gak ada indah-indahnya. Belum terlalu bikin ngiler. Padahal kalau foto makanan yang bagus katanya yang sampai bisa bikin orang ngacai. Qiqiqi.

Terus, aku lihat pembicaranya. Duh kece badai semua. Dyah Prameswarie dan Dapur Hangus. Siapa sih yang gak kenal mereka. Mereka itu top banget kalau udah urusan foto makanan. Coba deh yang belum tahu mereka, bisa intip akun Instagramnya di @dyahprameswarie dan @dapurhangus. Aku jamin kalian pasti mupeng lihat foto-foto mereka.

Gak lama, aku langsung daftar untuk bisa ikutan acara ini. Alhamdulillah keterima dan Sabtu pagi langsung siap-siap merapat ke Grand Tjokro Bandung. Untunglah Sabtu kemarin suami lagi libur, jadi aku bisa nitip anak-anak ke suami. Seneng banget, karena aku bisa jadi konsentrasi mengikuti acara Sharing Session ini.

Acara Sharing Session diselenggarakan dengan sangat ringan dan dimoderasi oleh Mbak Merry dari Angin Photo School. Acaranya malah lebih kayak ngobrol-ngobrol aja seputar latar belakang masing-masing pembicara. Namanya juga Sharing Session, ye kan, ya pantas aja sih kalau acaranya cukup ringan.

Acaranya full booked, dihadiri oleh 30 orang peserta. Ada yang dari Bandung, bahkan sampai dari luar kota seperti Solo dan Jakarta. Wow, antusias sekali ya mereka ingin hadir diacara Sharing Session ini.

Pembicara di acara ini ada 3 orang. Yaitu, Teh Dyah Prameswari (Teh Didye) dari The Kitchen Hero, Mbak Ika Rahma dari Dapur Hangus, dan Amelia dari Food Note Stories. Foto ketiganya bisa dilihat di bagian awal blogpost ini ya. Sudah lama aku mengenal Dyah Prameswarie dan Ika Rahma. Ada sekitar 3 tahun belakangan ini. Tapi kalau Amel, terus terang aku baru tahu dia pas acara Sharing Session ini.

  1. Sharing dari Dydie The Kitchen Hero

Perkenalan aku pertama kali dengan Teh Dyah Prameswarie waktu kami sama-sama menghadiri sebuah acara Fun Blogging di Bandung. Aku masih ingat, waktu itu di bulan September tahun 2015. Dari situ, perkenalan kami berlanjut. Dari mulai menjadi teman di Facebook, Twitter, dan Instagram serta tergabung dalam grup WhatsApp yang sama.

Baca: Fun Blogging 6 

Teh Dydie ini ternyata seorang penulis yang sukses menerbitkan beberapa novel fiksi kuliner, fabel. Sebut saja beberapa novelnya : Dua Masa di Mata Fe, Djoeroe Masak, Hot Chocholate for Teenagers, Itik Buruk Rupa Menyelamatkan Pemburu, Bola-Bola yang Tersesat dll. Selain penulis, Teh Dydie juga ngeblog di www.dyahprameswarie.com

Kecintaannya pada dunia tulis-menulis sejak kecil membawa Teh Didye berkarir menjadi penulis, khususnya bidang makanan. Ini karena basic keluarga Teh Didye yang menyenangi makanan dan dunia masak-memasak.

2. Sharing dari Food Note Stories

Berbeda cerita dengan Amel dari Food Note Stories. Ia mengawali karir sebagai foodies/food reviewer saat ini masih kuliah di tahun 2011. Waktu itu, ia suka jajan dan mulai mengunggah jajanannya di blog. Belum ada Instagram waktu itu karena Instagram baru ada tahun 2013. Jadi, Amel dulu benar-benar mengandalkan blognya.

Sekarang, Amel lebih aktif main di Instagram daripada blognya. Followersnya sudah mencapai 117k. Banyak banget ya. Akun Foodnotestories ini bahkan dijadikan rujukan tempat jajan makanan di Bandung loh. Kalau mau tanya-tanya seputar makanan di Bandung, bisa colek-colek @foodnotestories

Tidak ada yang menyangka bahwa Amel akan mendapatkan kesuksesannya sebagai food reviewer seperti ini. Kedua orang tuanya pun sempat meragukan. Tapi Amel justru menjawab keraguan orang tuanya dengan membuktikan pilihan karirnya ini. Bahkan ia sampai bisa mengambil KPR rumah dari job-nya sebagai food reviewer. Salut!

3. Sharing dari Dapur Hangus

Sedangkan Mbak Ika dari Dapur Hangus lain lagi ceritanya. Dulu, karir Mbak Ika adalah seorang wartawan. Kemudian sekitar tahun 2011 Mbak Ika mulai berjualan properti foto. Bahkan bisa diklaim bahwa Mbak Ika dengan Dapur Hangus-nya adalah online shop pertama di Indonesia yang menjual properti foto makanan.

7 tahun berlalu, sekarang bisa dilihat ya kesuksesan usaha Mbak Ika sebagai food photographer. Bisa dilihat dari larisnya jualan Mbak Ika, bahkan sekarang sampai punya asisten sendiri khusus menangani jualannya. Pengikut di Instagramnya hampir 50k. Sering menjadi pembicara di berbagai workshop tentang food phography dll.

Dari ketiga cerita dari pembicara, bisa ditarik kesamaan bahwa mereka sukses berkarir dibidang yang dicintainya baik sebagai food writer, food photographer, maupun food reviewer. Semuanya mengerjakan pekerjaan karena memang passion mereka di situ. Tidak ada beban dalam melakukan pekerjaannya karena memang mereka benar-benar cinta dengan karirnya.

Ohya, satu lagi kunci kesuksesan yang bisa aku lihat dari mereka. Yaitu konsisten. Baik itu konsisten melakukan review, menulis blog, unggah foto, maupun konsisten dengan tagline-nya. Seperti Dapur Hangus yang konsisten tidak mau dipanggil dengan “sis” saat ada calon customer yang ingin membeli barang dagangannya. bahkan ada hestek khususnya loh. Apa itu? #janganpanggilsis. hestek ini khas banget dan sudah seperti brand milik Dapur Hangus. wkwk. Sedangkan Amel, konsisten melakukan unggah foto, minimal satu foto setiap harinya supaya orang selalu ingat dengan Food Note Stories.

Setelah puas ngobrol-ngobrol tentang bisnis kuliner, para peserta diberikan challenge untuk memfoto makanan. Ada 4 jenis makanan yang disediakan oleh Grand Tjokro Premiere Bandung yaitu: Sate Maranggi, Crispy Duck Meat, Pad Thai Noodles, dan Steak SGF. Makanan ini diolah di Street Grill and Friends.

Terlihat antusiasme para peserta yang ingin memotret dengan apik. Karena dari berita yang aku dengar, foto makanannya dilombakan loh dan yang menang akan mendapatkan hadiah staycation di Grand Tjokro Bandung dan hadiah jalan-jalan ke Jogjakarta. Wow. Ngiler ya. Akupun jadi ikutan lomba foto ini karena siapa sih yang menolak staycation di hotel keren macam Grand Tjokro ini. Aku juga mau kalau dapat hadiah menang jalan-jalan ke Jogja.

Ini hasil potretan ke empat menu dari Street Grill and Friends karya aku. Gimana, kece gak? Udah pantes jadi food photographer belum?

Crispy Duck Meat Sate Maranggi Steak Daging Pad Thai Noodles

Foto-foto makanan di atas, sudah aku unggah di akun Instagram aku @armitafibri. Yuk mampir ke akun IG aku ya teman-teman. Kalau suka dengan foto karya aku, jangan lupa kasih love and comments ya. Plus minta doanya juga biar foto-foto aku itu bisa meluluhkan hari juri, dan fotoku dipilih deh jadi foto terbaik dan dapat hadiah staycation atau jalan-jalan ke Yogyakarta.

Btw, aku sudah mencicipi keempat menu di atas. Rata-rata semuanya enak. Nanti review lengkapnya bakalan aku tulis di blog juga. Tapi terpisah dari blogpost ini ya. Insya Allah setelah ini bakalan aku tulis review menu makanan dari Hotel Grand Tjokro Bandung ini. Tungguin tulisanku berikutnya ya.

Baca: Review Menu Makanan Terbaru dari Street Grill and Friends

Oke deh teman-teman. Intinya, aku bahagia banget bisa ikutan sharing session bersama Dyah Prameswarie, Dapur Hangus, dan Foodnotestories di Grand Tjokro Bandung hari Sabtu kemarin. Semoga kebahagiaanku juga menular ke teman-teman ya.

Happy long weekend!



You may also like...

18 Comments

  1. […] Review Menu Terbaru dari Street Grill and Friends. Hai teman-teman, masih melanjutkan cerita blogpost aku sebelumnya ya tentang Grand Tjokro Hotel Bandung. Kalau yang belum baca cerita aku sebelumnya tentang Sharing Session di Grand Tjokro Hotel Bandung, bisa baca dulu cerita saya di sini. […]

  2. Seru sekali acaranya, nambah pengalama baru ya

    1. Armita Fibriyanti says:

      Yuk ikutan yang bulan Maret ya Risky 🙂

  3. Selalu asik kalo udah foto2 makanan, yq. Kalo dapet hasil foto sesuai sama rasanya, itu seneeeeeng banget

    1. Armita Fibriyanti says:

      Iya, bener banget Teh 🙂

  4. Makasih banyak informasi nya Mba Mita, jadi tahu deh ketiga profil diatasgudlak ya

    1. Armita Fibriyanti says:

      Sama-sama Sandra. Yuk ikutan acaranya yang bulan Maret, biar makin deket dengan ketiga wanita cantik di atas 🙂

  5. Aahh, gagal pokus sama poto makanannya atulaah, meni menggairahkan yaa..
    Mereka bertiga emang kece, top, sukses buat semuanya..

    1. Armita Fibriyanti says:

      Enak-enak Teh makanannya, terutama steak dan sate marangginya 🙂

  6. Kalau lihat hasil foto para foodies, semuanya menggugah selera ya…kayaknya enak-enak.
    Jadi ingin belajar buat foto yang bagus seperti itu.

  7. Selalu terinspirasi klo hbs acara beginian ya, passion dan konsisten. Selalu mudah diucapkan tp sulit dilakukan…

  8. Waaah seru sharing season-nya
    Saya juga lagi belajar fotoin makanan, semoga bisa kayak ketiga pembicara.

  9. Wah pembicaranya keren-keren ya. Dari ketiganya yang belum kenal Mbak Amelia. Mereka memang inspirator ya 🙂

  10. Terima kasih, Mita, sudah ikut hadir acara Sharing Session. Foto-fotonya keren dan jernih 🙂

  11. Pembicaranya keren2 ya teh… Dirimu juga keren ih..foto2nya dah bagus2..:)

  12. Pembicaranya keren2 ya teh …Dirimu juga keren deh..foto2nya juga sudah bagus hehe..

    NB: Eh punten komen di atas dihapus saja salah lilnk

  13. Cinta dan Komitmen. cateeet

  14. […] Baca: Rahasia Sukses 3 Wanita Ini Membangun Usaha Berbasis Kuliner […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.