Terjemahan,  Uncategorized

Tips Agar Invoice Dibayarkan Tepat Waktu

Sebagai seorang pekerja lepas (penerjemah), biasanya saya biasanya menerima pembayaran setelah pekerjaan selesai. Ada yang dibayarkan satu minggu setelah pengiriman invoice ke klien, ada pula yang sampai 2 minggu. Normalnya sih sekitar 2 mingguan ya karena biasanya invoice ini perlu di administrasikan terlebih dahulu oleh bagian keuangan.

Yang paling saya seneng kalau pembayaran dilakukan di hari yang sama dengan pengiriman invoicenya. Ada salah satu mitra kerja saya yang membahagiakan banget. Beberapa kali pembayaran order terjemahan dibayarkan dalam hitungan menit setelah pengiriman invoice. Wow, luar biasa. Ada lagi mitra saya yang lain yang suka menanyakan invoice nya dan menyebutkan bahwa harus dikirimkan segera dikirimkan supaya pembayaran bisa diselesaikan hari itu juga. Padahal yah, dokumen belum selesai diterjemahkan, bagaimana bisa saya kirim invoice. Hehehe. Kalau ketemu mitra kerja model begini, siapa coba yang gak happy.

Tapi pernah juga loh saya baru menerima hak saya setelah berbulan-bulan. Saya sampai beberapa kali mengirimkan surat penagihan. Hihihi. Agak sungkan sih kirim email penagihan, tapi ya gimana lagi, la wong saya perlu dan itu adalah hak saya. Memang sih waktu itu ketabrak liburan lebaran sehingga pembayaran jadi lebih lama, tapi sayangnya kok sampai 5 bulan kemudian baru dilunasi. Tapi untunglah sekarang udah beres ya urusannya. Lega deh. Alhamdulillah. Ada beberapa rekan penerjemah yang kurang beruntung karena mereka terpaksa harus “mengikhlaskan” hilangnya pundi-pundi yang seharusnya mereka dapatkan. Sayang sekali ya, padahal ini adalah hak mereka yang seharusnya mereka dapatkan atas cucuran peluhnya.

Terkait dengan mitra kerja yang suka menunda-nunda pembayaran pekerjaan, saya punya beberapa tips nih supaya rekan-rekan terhindar dari problema ini.

  1. Buat perjanjian/kontrak kerja di awal dengan mitra
  2. Untuk mitra baru, cari tahu informasi mengenai profil mitra sebelum bekerja sama, baik mitra/agen lokal ataupun luar. Bisa cari di komunitas penerjemah seperti HPI atau tanya ke sesama penerjemah. Paling gampang cari di google.
  3. Bisa mengajukan pembayaran uang DP dulu sebelum dimulainya pekerjaan. Besarnya bisa 30% atau 50% tergantung kesepakatan. Uang DP ini gunanya untuk mengikat supaya mitra tidak lari dari pembayaran uang fee. Tentunya kalau uang DP sudah dibayarkan, kita harus melakukan pekerjaan kita sebaik mungkin ya supaya mitra/klien tidak kecewa.
  4. Kalau sudah melewati masa pembayaran yang telah disepakati, bisa mengingatkan kembali klien agar mereka melaksanakan kewajibannya.
  5. Jalin jaringan yang baik dengan sesama penerjemah dan mitra. Tentunya kita tidak ingin kerjasama hanya berlangsung satu kali, tapi berkelanjutan.

Bagaimanapun, pembayaran fee yang tepat waktu adalah hak penerjemah yang patut untuk diperjuangkan. Semoga informasi mengenai tips agar invoice dibayarkan tepat waktu ini berguna ya. Happy translating!

Salam,

Armita.

22 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.