Kids dan Baby Spa di DF Clinic Bandung

Baby Spa di Bandung

Kids dan Baby Spa di DF Clinic Bandung. Hari Kamis 23 Juni 2016 yang lalu, saya dan dua orang Blogger Bandung lain ada kegiatan di DF Clinic Bandung. Pagi-pagi, saya sudah bersiap dari rumah dan berencana mengajak anak-anak (Akmal 3,5 tahun dan Azril 1 tahun) karena kami janjian pukul 11 siang di DF Clinic. Jam 09.30 kami meluncur dari rumah kami di Cileunyi dan sampai di klinik utama DF Clinic tepat pukul 11.00.

Rencananya, saya dan kedua teman Blogger Bandung akan melakukan perawatan tubuh. Tadinya, anak-anak tidak akan saya ajak dan rencananya anak-anak akan saya titipkan ke suami. Namun karena ternyata hari itu suami ada seminar dan tidak bisa dititipi anak-anak, maka akhirnya saya pun membawa mereka serta.

Sesampainya di DF Clinic yang beralamat di Jalan Lemah Neundeut 10 Bandung, anak-anak terlihat begitu antusias. Kami disambut dengan ramah oleh Bapak Satpam yang membukakan pintu masuk sambil melayangkan senyuman manis dan memberikan ucapan selamat datang. Lalu kami menuju kursi di ruang tunggu dan berbincang sebentar dengan dua Blogger Bandung (Teh Rani dan Raja) yang sudah tiba lebih dulu.

Tidak lama kemudian, Teh Efi Fitriyah datang. Chit chat sebentar dengan mereka, menanyakan kabar dan masalah apa yang kami hadapi dan kira-kira apa yang akan kami konsultasikan dengan dr. David Budi. Sembari kami ngobrol, anak-anak terlihat sedang mengamati ruangan besar nan megah di hadapan mereka. Jalan ke sana ke mari, bahkan sampai naik turun kursi. Saya biarkan mereka beradaptasi dulu dengan keadaan ini.

Puas mengobrol dengan mereka, kemudian saya ditawari untuk membawa anak-anak ke lantai atas tepatnya di lantai empat. Ternyata, di lantai empat, ada ruangan khusus untuk baby and kids spa. Saya bisa meninggalkan anak-anak di sini sembari saya berkonsultasi dengan dr. David dan melakukan perawatan.

Tanpa ragu, saya membawa anak-anak ke lantai empat ditemani oleh salah satu terapis DF Clinic bernama Teh Rini. Dari lantai bawah ke lantai empat, kami menggunakan lift. Anak-anak seneng banget bisa naik lift dan kalau di tempat umum memang hobi mereka naik turun lift.

“Woooww!!!” seru Akmal begitu sampai di ruang khusus anak. Saya tau, Akmal suka sekali dengan ruangan yang didesain khusus untuk anak-anak ini. Warna catnya ceria sekali dengan dominan warna hijau dan biru. Terlihat banyak mainan anak-anak di sini sehingga Akmal makin terlihat sumringah.

Begitu buka sandal dan masuk ke ruangan, Akmal langsung mengeksplorasi ruangan. Dia masuk ke ruang pijat bayi, ruang ganti pakaian, ruang pijat anak, kamar renang dengan beberapa bak mandi, dan bath tub anak. Bolak-balik ke sana kemari. Sekali lagi saya tau, dia senang sekali, sampai bingung mau ke mana dulu. Mau main apa duluan. Hahaha, dasar anak-anak.

Tadinya Akmal duluan yang akan di spa. Tapi karena dia terlalu asyik dengan banyaknya mainan di sini, akhirnya kami memutuskan spa akan dilakukan ke Azril duluan.

Saya ajak Azril untuk buka baju dan celana. Popok tetap dipakai karena saya takut dia malah ngompol pas dipijat. Hehe. Ohya, saya kelupaan bawa baju ganti, cuma bawa popok ganti doang. Biasanya saya selalu bawa baju ganti kemanapun kami pergi. Karena tadinya memang gak berencana mau spa anak dan bayi, jadi saya gak bawa baju ganti. Terus, tas juga sudah penuh dengan kamera dan gadget. Wkwkwk. Tapi melihat di DF Clinic juga ternyata ada layanan spa untuk bayi dan anak, saya kemudian tergoda untuk mengajak mereka spa.

Mengajak anak umur setahun untuk spa gampang-gampang susah ternyata. Tidak semudah seperti ketika bayi masih berumur 5-6 bulanan. Karena di umur setahun ini, bayi sudah mengenal Ibunya. Dia agak pilih-pilih dengan orang yang baru dikenal. Maunya dekat-dekat Ibu atau orang yang setiap hari bersamanya (bisa keluarga atau pengasuh). Sedangkan bayi yang masih di bawah setahun biasanya akan lebih tenang karena masih belum bisa “apa-apa”, dalam artian belum banyak protes.

Jadi ketika Azril ini mau dipijat sama Teh Rini, dia pertamanya gak mau. Ada sedikit rasa takut bertemu dengan orang yang belum pernah dilihatnya. Dia sama sekali gak mau dipijat. Teh Rini merayu dengan menawarinya mainan sebagai pengalih perhatian dan supaya dia juga tertarik dengan Teh Rini. Saya memangkunya dan juga sambil memainkan piano-pianoan. Sedikit-sedikit Azril sudah mulai tenang dan mau dipijat di kasur lantai kecil khusus bayi oleh Teh Rini.

Teh Rini mulai memijat dari arah tangan, kaki, punggung, dan perut. Seluruh badan Azril dipijat dengan lembut. Teh Rini menggunakan minyak khusus supaya proses memijatnya lebih gampang. Azril mulai terlihat asyik dan menikmati pijitan Teh Rini. Rupanya Azril tidak betah dipijat di kasur lantai. Dia lebih tertarik dengan mobil truk yang ada disampingnya dan berusaha meraihnya. Teh Rini menawarinya untuk pijat di atas mobil truk. Dia pun mau. Tuh, dia terlihat sumringah pijat sambil naik truk. Hihihi. 😀 Ya sudah, terserah mau pijat dimana yang penting dia bahagia.

Ohya, Azril ini sudah terlihat menyatu dengan Teh Rini. Saya tinggal berdua sebentar dengan Teh Rini, dia mau loh. Saya gak kemana-mana sih. Ya masih di ruangan juga, foto-foto dan mengajak ngobrol Akmal yang tengah asyik main.

Ketika Azril dipijat, Akmal masih terlihat mondar mandir, putar-putar di ruangan. Coba ini coba itu. Semua tampak menarik baginya. Maklum, baru pertama kali dia diajak ke DF Clinic ini dan dia happy sekali. Semua mainan dicobanya.

Saat memijit Azril, Teh Rini juga sambil mempersiapkan bak mandi untuk mandi Azril. Bak mandi yang diisi dengan air hangat suam-suam kuku supaya ketika selesai pijat, bak mandi sudah siap. Dan Azril tinggal nyemplung berenang.

Pijat Azril selesai kurang lebih 15-20 menit. Sekarang giliran Akmal pijat. Sambil menunggu Akmal pijat, Azril main-main dulu. Mainnya masih dengan mobil truk itu. Rupanya dia senang sekali dengan mobilan truk ini. Saya maklum kenapa dia suka dengan mobil truk ini, karena di rumah cuma ada satu mobil-mobilan seperti ini. Tapiii, di rumah itu dia berebutan dengan Akmal dan Akmal sudah pasti menang la wong Akmal lebih besar. Akmal belum mau mengalah dengan adiknya.

Ketika pijat, Akmal memilih untuk dipijat di ruangan pijat yang ada kasurnya. Kalau Azril tadi kan dipijat di kasur lantai. Akmal anteng dan nurut banget pas dipijat. Geli-geli dikit gitu katanya. Relatif gak banyak protes dia. Wajar sih, karena dia juga sudah besar (3,5 tahun) dan bisa diajak tenang. Yang paling penting, dia menikmati sekali sesi pijat oleh Teh Rini yang sudah kerja selama 5 tahun di DF Clinic ini.

Sesekali Akmal terdengar menyanyi mengikuti lagu yang disetel. Lagunya lagu anak-anak seperti lagu Kereta Api, Balon, Pelangi, dsb. Pas lah ya dengan kesukaan dan selera Akmal.

Pijat sudah selesai, dua anak sudah dipijat semua. Sekarang saatnya mandi dan berenang. Ohya, sebelum mandi, anak-anak di streching dulu. Gunanya untuk peregangan, supaya otot-otot lentur dan tidak kaget ketika masuk ke bak mandi. Teh Rini memandu sesi streching. Saya sambil menggendong Azril dan Teh Rini melakukan peregangan di tangan, kaki, dan badan Azril.

Azril tidak rewel dan sangat kooperatif ketika peregangan ini. Mungkin karena saya gendong dan dia juga sudah mengenal Teh Rini.

Akmal kemana? Dia mah langsung kecibak-kecibik aja di dalam bathtub. Wkwkwk.

Umur berapa anak bisa mandi air dingin
Mandi Susu

Sebelum dimasukkan ke dalam bak mandi, Teh Rini memastikan air yang ada di dalam bak tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Dia juga menanyakan kepada saya apakah airnya sudah cukup hangat untuk Azril. Sebenarnya, saya tidak masalah dengan air untuk mandi ini karena sejak umur 2 bulan, Azril sudah terbiasa mandi dengan air dingin.

Baca: Agar Anak Terbiasa Mandi Air Dingin, Ini Loh Caranya!

Tapi tetap saja saya kemudian memastikan bahwa airnya tidak terlalu panas atau dingin. Hehehe. Ternyata airnya pas kok, suam-suam kuku gitu lah.

Teh Rini menanyakan Azril mau pakai pelampung yang dileher atau di dada untuk berenangnya. Saya pilihkan yang di leher karena dia di rumah biasanya pakai yang di leher.

Nah, pas dimasukkan ke dalam bak, ternyata Azril protes. Dia semacam tidak mau berenang di dalam bak renang ini. Tangannya tidak mau lepas dari saya. Saya sudah coba merayunya dengan mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja, ada Ibu di sini. Saya juga sambil menyalakan mainan di atas itu, yang bisa diputar dan keluar bunyi (apa ya namanya?). Bukannya tenang, Azril malah makin protes minta keluar dari bak. Oke, saya pikir daripada dia malah trauma, saya keluarkan dari bak, dan copot pelampung lehernya. Saya taruh ia di bawah dan biarkan ia main sendiri dengan bola-bola kecil yang ditaruh di dalam jolang (bak mandi) berisi air.

Memang kalau di rumah, Azril ini lebih suka mandi dengan sistem guyur. Dia tidak suka mandi berendam di dalam jolang. Dia suka mandi dan keramas meskipun dengan air dingin. Dia menikmati sesi mandi dengan cara ini.

Beda dengan Akmal. Tanpa bermaksud membandingkan, Akmal cenderung lebih suka mandi dengan sistem berendam di jolang dan tidak suka keramas. Akmal jika tangannya belum keriput, dia tidak akan mentas dari jolang. Terus aja main air sampai puas.

Karena pas Azril berenang di bak renang agak cranky, saya gak sempat ambil foto dia karena saya harus pegang dia yang berontak di dalam air. Hihi. Meskipun ada pelampung, tetap naluri saya khawatir dia kenapa-napa. 😛 Teh Rini saat itu kooperatif, dia membantu saya dengan memutarkan mainan supaya Azril tertarik dengan mainan tersebut dan mau berenang. Dia juga membantu saya menenangkan Azril sambil mengatakan bahwa berenang adalah sesuatu yang asyik dan menyenangkan.

Azril ini memang sudah lama sih gak berenang di bak, terakhir seingat saya pas dia umur 6 atau 7 bulan. Waktu itu, dia masih kooperatif. Selanjutnya, kami lebih sering bawa dia ke kolam renang besar. Kolam kecil yang di rumah juga sudah muat. Pas di kolam renang besar, Azril ini terlihat senang dan menikmati saat main-main dengan air. Diceburin langsung ke air dia tidak nangis.

Masih di ruangan yang sama, Akmal berendam di bath tub. Mandi susu dia ceritanya. Emaknya aja belum pernah mandi susu, eh dia malah udah mandi duluan. Seneng banget dia. Ada banyak bola dan busa katanya. Dia main tiup-tiup busa sambil lempar bola dan glosoran di dalam bak mandi.

Airnya hangat, suam-suam kuku. Oke, ini hal yang istimewa lagi karena biasanya dia mandi dengan air dingin. Jadi, mandi dengan air hangat ini semacam reward buat dia. Wkwkwk.

Akmal memang selalu menikmati mandi berendam. Sejak kecil dia suka. Pernah juga saya tuliskan di blog ini betapa dia menyukai saat-saat renang.

Baca: Akmal Senang Renang

Alhamdulillah sesi pijat dan renang selesai. Saatnya dandan dan pakai baju. Karena saya gak ada persiapan mau renang dan tidak membawa perlengkapan mandi, saya menggunakan perlengkapan mandi yang disediakan oleh DF Clinic. Semua disediakan, dari mulai sabun mandi, handuk, sampo, minyak telon, bedak, baby cream, minyak rambut, minyak wangi, sampai cotton bud pun ada. Lengkap. Saya merapikan dan memakaikan baju Azril dan Teh Rini membantu saya dengan mendandani Akmal.

Harga untuk kids care dan baby care ini masing-masing Rp 165.000 dan biaya Rp 10.000. Total Rp 175.000 untuk satu anak sudah dapat treatment lengkap: pijat, stretching, dan renang.

So, buat mommies yang mau mengajak anak-anak dan bayinya untuk spa di DF Clinic gak perlu ragu. Saya puas dengan layanannya. Begitupun anak-anak. Empat jempol. Selesai spa, mereka terlihat lebih segar, nafsu makan lebih baik, ceria, dan pas malam pun tidur jadi lebih nyenyak.

Setelah selesai mengajak anak-anak spa, saya juga melakukan perawatan untuk kulit kering saya meliputi microdermabrasi dan facial untuk kulit sensitif. Ceritanya akan saya buatkan di blogpost terpisah.

Terima kasih sudah bersedia membaca tulisan saya sampai akhir tentang pengalaman saya membawa anak-anak spa di DF Clinic. Semoga tulisan ini bermanfaat ya…

Azril sudah rapih selesai spa Akmal ceria selesai spa Saatnya pulang. Terima kasih DF Clinic


DF CLINIC

Jl. Leumah Neundeut No.10 Bandung 40164
Telp. (62-22) 2010593 Hunting
Pin BB. 2290FF6F | e-mail. dfclinic@yahoo.com

www.dfclinic.com


Update 29 Juni 2016.

Baca pengalaman saya juga tentang beauty care di DF Clinic:

Rahasia Kulit Tampak Glowing Saat Lebaran

Comments

  1. Uwien Budi says:

    Ruangannya keren pisan. Anak-anak kelihatan menikmati sekalii.
    Duh ih, jadi pengen spa aku teh 😀

    1. Iyaaaa.. Ayo ajak anak-anaknya Teh ke sini.

  2. Nchie Hanie says:

    Whuaaa… ada Teh Rini, emang paling jagonya ngurusin anak2 niy. Duh senengnya yang di pijet, ampe maen2 mobil2an segala yaa.

    Aku pernah nungguin juga anak temen yg lagi spa sambil main congklak hahahhaa…
    anteng deh di situh

    1. Emang bikin betah anak-anak 😀 eh yang dewasa juga betah ding 🙂

  3. Mbak Avy says:

    wah…anak2 pasti seneng tuh mbak
    keren juga ya…anak sekarang ada fasilitas untuk spa

    1. Iya.. mereka senang sekali ^^

  4. ali shodiqin says:

    wawww.. incredible… keren banget…. pasti menikmati banget anak2 kalau main di sekitar situ..

    1. Iya, mereka menikmati sekali 🙂

  5. Marwah juga seneng sekali spa disini, dia paling senang pas mandi karena bisa main busa banyak 😀

    1. Ayo bareng yuk Marwah kapan-kapan.

  6. […] Baca: Kids dan Baby Spa di DF Clinic Bandung […]

  7. […] Baca: Kids dan Baby Spa di DF Clinic […]

  8. […] Baca selengkapnya… […]

  9. […] Baca: Baby and Kids Spa di DF Clinic Bandung […]

  10. Winda says:

    Mom, brp harga paket pijat bayi sm baby swim dsna?

  11. Rini says:

    Berapa harga baby spa.. Renang usia 2bln

    1. Armita Fibriyanti says:

      Sudah ada keterangannya di tulisan di atas Bu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *