Family,  Uncategorized

Nikmatnya LDR

Mas.. minum mas.. tolong ambilkan segelas air minum”  rayu saya ke suami ketika saat menyusui itu tiba.

Baru 1 menit Akmal nempel ke PD saya, saya merasa haus yang tiba-tiba. Hausnya itu yang haus banget. Rasanya seperti semua cairan yang ada dalam tubuh di hisap semua oleh si bayi. Kalau pas suami ada di rumah, saya biasanya minta tolong ke dia untuk mengambilkan segelas air putih. Kalau pas nggak ada di rumah, ya minum dulu sebelum menyusui atau ambil minum sambil menyusui anak. Kebayang gak ambil minum sementara anak bergelayutan di PD?

Tak lama setelah itu, ada sensasi rasa geli dan sedikit nyeri (tingling sensation) di sekitar puting. Buat yang belum pernah menyusui, nyerinya itu nyut-nyutan. Sebentar kok, sekitar 1 menit saja. Biasanya hadir di menit-menit pertama menyusui. Nyeri ini yang di cari karena mendatangkan berkah.

Nah kalau sudah begini, biasanya akan ada tetesan ASI di payudara sebelahnya. Kalau si baby menyusu di PD kanan, ASI juga akan menetes di PD kiri, begitu sebaliknya. Kasus saya, ASI bukan hanya menetes, tapi mengucur nyaris menyembur seperti keran bocor. Di awal-awal menyusui, saya sering kewalahan menghandle masalah ini. Tetesan ASI tidak hanya membasahi B* saya tapi juga baju luar bahkan sampai membasahi rok/celana. Solusinya, saya pakai breastpad sebagai wadah penampung ASI.

Rasa haus yang tiba-tiba, sensasi geli, dan tetesan ASI itu ternyata ciri-ciri LDR (Let Down Reflex). Bisa di rasakan oleh ibu-ibu menyusui. Sampai sekarang, saat Baby Akmal berumur 3m10d, saya masih merasakan LDR itu. Alhamdulillah, nikmat sekali berkah dari Allah. Kata AIMI, LDR akan terus terasa selama Ibu aktif menyusui, bahkan sampai 2 tahun pun masih bisa dirasakan.

So, kata siapa LDR itu sengsara? Nikmat kok…

12 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.