KB IUD bisa hamil
Hamil

Pakai KB IUD Bisa Hamil? Bisa, Ini Cerita Pengalamanku Hamil dengan IUD Masih Terpasang

Apakah pakai KB IUD bisa hamil? Bisa. Saya buktinya. Heuheu. Di tulisan kali ini saya akan cerita pengalaman gimana saya bisa hamil padahal saya sudah pakai KB IUD.

Hmmm.. dari mana ya enaknya cerita tentang pengalaman saya dengan KB IUD bisa hamil? Kita mulai dari kenalan dulu dengan KB IUD ya.

Mengenal KB IUD

IUD atau intrauterine device adalah salah satu jenis alat kontrasepsi atau metode Keluarga Berencana (KB) selain pil, suntik, kondom, vasektomi, tubektomi dan implant/susuk.

Bentuk IUD itu seperti huruf T dan menyerupai spiral. Makanya kadang disebut dengan KB spiral.

Nah pada ujungnya, ada tali yang nanti akan menggantung dari leher rahim ke arah vagina. Bisa dilihat di gambar di bawah ini ya.

alat kontrasepsi IUD
Bentuk KB IUD sepert ini ya

Dari info yang saya baca, ada 2 jenis IUD, yaitu:

  • IUD berlapis tembaga yang tidak mengandung hormon. Kandungan tembaga ini bertindak sebagai spermisida untuk membunuh sperma yang masuk ke dalam rahim. Efektif dalam mencegah kehamilan hingga 10 tahun sejak pemasangan.
  • IUD hormonal yang mengandung hormon porgestin, fungsinya untuk mencegah sperma membuahi sel telur. Efektivitas KB spiral hormon adalah 3-5 tahun.

Sakit Gak Sih Pakai KB IUD?

Terus terang, saya dulu termasuk yang rada parno waktu mau pasang KB IUD. Maju mundur. Yakin gak ya mau pakai KB IUD ini. KB spiral apakah aman atau tidak.

Ngebayanginnya udah takut duluan. Karena takut aja ada benda asing yang dimasukkan ke dalam rahim dan bertahan selama bertahun-tahun.

Sakit takutnya, saya gak berani lihat video cara pasang KB IUD. Padahal udah ada beberapa video di YouTube yang memvisualkan teknik pemasangan KB IUD.

pemasangan kb iud sakit tidak
Ternyata, saat pakai KB IUD gak terlalu sakit kok

Yang bikin saya yakin mau pasang KB IUD adalah keinginan untuk tidak nambah anak lagi. Cukup 2 anak saja. Dua anak aja udah repot banget dengan jarak lahir yang cuma 2,5 tahun.

Konsultasi dengan ibu bidan langgananku, beliau menjelaskan kelebihan kekurangan IUD. Sakit atau gak kalau pakai IUD. Fair banget sih dia jelasinnya.

Waktu saya cerita kalau saya deg-degan dan agak takut pakai IUD, beliau berhasil meyakinkan bahwa pasang KB IUD  itu gak terlalu sakit kalau kitanya rileks, gak tegang, santai kaki dan perutnya.

Oke fix, saya yakin mau pakai IUD.

Cara Pasang KB IUD

Oleh Ibu Bidan, saya disarankan pasang KB IUD sekitar 40 hari setelah melahirkan anak kedua karena mulut rahim masih sedikit terbuka tapi rahim sudah tidak kontraksi setelah melahirkan. Sehingga proses pemasangan tidak akan terlalu sakit.

Di hari yang telah ditentukan, 40 hari setelah kelahiran anak kedua, setelah saya mendapatkan nama bayi, saya janjian dengan Ibu Bidan mau pasang KB IUD. Sekitar 3-4 minggu setelah melahirkan dianggap sebagai waktu yang tepat untuk pasang KB spiral/IUD.

Baca: Cerita Hamil Anak Kedua

Saya masuk ke ruangan praktiknya dan Ibu Bidan udah siap dengan KB IUD. Belakangan saya baru tahu kalau mereknya Nova T.

Sebelum dipasang, Ibu Bidan mengunting sedikit benang/tali KB IUD yang mengantung. Katanya sih supaya saat berhubungan, suami nanti gak merasa sakit karena kena tali.

Ibu Bidan meminta saya untuk berbaring di kursi tindakan. Kaki mengangkang lebar. Saya disuruh tarik nafas yang panjang dan merilekskan kaki serta perut.

Sepanjang proses pemasangan KB IUD spiral ini, Ibu Bidan terus mengajak saya cerita. Tau-tau eh udah selesai pemasangannya.

Wah, cepat sekali. Gak terasa sakit apa-apa. Pinteran Ibu Bidannya lembut sekali tangannya, gak kerasa sakit pula. Mungkin dia sibuk mengajak cerita supaya perhatianku teralihkan hehe.

Nah posisi IUD setelah dipasang di rahim, bentuknya seperti foto di bawah ini ya teman.

pemasangan kb iud sakit tidak
Gambar Cara Pemasangan KB IUD

Alasan Mengapa Pilih Pakai KB IUD

Saya pilih pakai KB IUD karena praktis. Sekali pasang udah gak pusing lagi.

Kalau pakai KB lain misalnya KB pil kan tiap hari harus minum tuh. Saya takut lupa minum dan kelewatan deh. Begitu juga dengan KB suntik, takut kelewatan juga dan takut pengaruh ke penurunan produksi ASI.

Selain itu, pakai KB IUD juga murah. Biaya KB IUD waktu  saya pasang tahun 2015 tuh harga KB IUD sekitar 375 ribu rupiah.

Saya dapat subsidi potongan harga senilai Rp 100.000 dari BPJS sehingga saya cukup bayar Rp 275.000 saja. Karena pas melahirkan normal saya juga pakai BPJS. Kebetulan pula tempat praktik Bu Bidannya bekerja sama dengan BPJS.

Baca: Melahirkan dengan Bantuan BPJS

Jenis KB IUD yang saya pilih adalah KB berlapis tembaga yang non hormonal sehingga tidak akan mempengaruhi produksi ASI. Saya memang berencana memberikan ASI full sampai 2 tahun.

tanda-tanda iud bermasalah
Berbagai metode keluarga berencana

KB IUD juga termasuk metode pengendalian kehamilan yang efektif karena bisa sampai 5 tahun. Efektivitasnya dalam mencegah kehamilan bisa sampai 99%. Nah rencananya, sebelum 5 tahun, KB IUD ini harus saya lepas dan ganti dengan yang baru.

Telat Haid

Eh belum sampai 5 tahun pakai KB IUD, saya malah udah hamil duluan. Gagal deh 🙁 Saya kebobolan hamil.

Saya pertama kali pasang KB IUD tuh setelah melahirkan anak kedua tahun 2015. Tahun 2018, saya hamil anak ketiga lagi. Berarti usia KB IUD baru 3 tahun ya.

Padahal katanya, efektivitas KB IUD dalam mencegah kehamilan bisa 99%. Artinya, saya termasuk golongan 1 % yang gagal.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan 2 bidan dan 3 dokter kandungan di Bandung yang saya temui, pakai kb spiral tapi hamil karena alat ini hanyalah metode mencegah kehamilan yang dibuat manusia. Tidak bisa 100% mencegah kehamilan.

Namanya buatan manusia, tidak ada yang sempurna 100%. Ada tangan Tuhan yang bekerja. Jika Allah sudah berkehendak, maka terjadilah. Allah lah yang menciptakan kehidupan meskipun sudah dihalang-halangi dengan KB IUD.

Baca: Hancurkan Lemak Perut dengan Slimming Master

Testpek positif
Hasil testpack garis dua yang artinya positif hamil

Saya ketauan hamil anak ketiga ini tuh karena saya telat haid. Biasanya, haid saya tuh selalu teratur datang setiap 31 hari sekali. Jadi, kalaupun telat 2 hari, saya pasti ngeuh. 

Nah ini saya telat seminggu. Ditunggu-tunggu tapi kok gak datang tamu bulanannya.

Penasaran, saya beli testpack atau tespek di minimarket dekat rumah. Benar saja, sampai rumah saya langsung tes dan ternyata positif donk.

Beratnya Menerima Kenyataan Hamil Diluar Rencana

Awal-awal hamil, ini fase yang berat karena saya masih gak terima kok bisa sampai hamil padahal sudah pakai KB IUD? Mengalami fase denial yang cukup lama.

Nangis terus-terusan pas pulang dari dokter. Pernah ngambek sama suami, menyalahkan dia. Pernah juga gak mau makan dan minum vitamin karena gak percaya aja saya hamil lagi.

Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak
Peran Ibu Rumah Tangga yang Sering Kali Melelahkan

Saya memang rencananya mau punya dua anak aja. Cukup. Dan berencana gak nambah.

Kalau suami, dia memang pengen punya anak tiga. Tapi jaraknya dijauhin. Kalau anak kedua udah SD, baru deh dikasih adik lagi.

Eh ini anak kedua baru 3 tahun kok saya udah hamil lagi.

Hadeuh 🙁

Terus terang saya benar-benar capek hamil-melahirkan-menyusui berturut-turut selama 7 tahun. Lelah gak ada jedanya sama sekali.

Udah kepengen banget istirahat dan mulai membangun karir. Pengen kerja lagi. Walau gak harus kerja kantoran, tapi aku pengen punya kehidupan lain selain mengasuh anak.

Hamil diluar rencana juga bikin keuangan terdampak. Harus adjusting lagi budget keuangan keluarga. Cari-cari lagi tambahan pemasukan.

Meskipun anak membawa rezekinya masing-masing, tapi kan tetap harus dijemput oleh orang tuanya. Gak mak bedunduk datang sendiri.

Yuk Move On, Saatnya Periksa Kandungan

Segera setelah tau kalau saya positif hamil, langsung nge WhatsApp suami yang waktu itu masih kerja di Surabaya. Dia pun sama kagetnya dengan saya. Kok bisa sih hamil, padahal pakai KB spiral?

Begitu sampai rumah, kami langsung periksa kandungan di dokter kandungan di Bandung

Tidak hanya 1, kami ganti-gantian cari dokter kandungan sampai 3 orang. Bahkan 2 bidan pun sempat saya kunjungi.

Semuanya menyatakan bahwa saya memang hamil. Terlihat dari kantung janin yang sudah terlihat di alat USG meski ia baru berusia 6 minggu.

USG Bayi 2D
Calon Bayi Ketiga ^^

Dokter kandungan dan bidan menjelaskan bahwa memang ada kemungkinan hamil saat masih pakai KB IUD. Tidak perlu cemas karena Insya Allah aman. IUD ada di luar kantung janin dan tidak akan menusuk janin seperti yang saya takutkan kayak berita-berita yang banyak beredar di Google.

Saat saya tanya, bisa gak sih IUD nya dicopot aja?

Kata dokter dan bidannya, tidak dicopot tidak apa-apa. Karena kalau dicopot malah berisiko keguguran.

Baiklah, mendengar penjelasan dari mereka, saya sedikit tenang. Sementara, saya tutup Google dulu dan berhenti cari-cari informasi yang justru menyesatkan.

Bismillah, saya ikhlas terima takdir Allah kalau memang saya hamil lagi untuk ketiga kalinya. Bangun semangat lagi biar bayinya tumbuh sehat dan kuat.

Rajin Periksa Kandungan dan Minum Vitamin

Sejak yakin kalau saya hamil anak ketiga dengan KB IUD, saya rajin kontrol ke dokter kandungan di Bandung dan bidan. Ganti-gantian aja.

Celana Ibu Hamil yang Bagus

Jadwal kontrol saya gak pernah absen satu kalipun. Kadang sebulan sekali. Kadang kontrol 2 minggu sekali.

Kenapa?

Karena saya tau kalau hamil ini tuh berisiko, jadi sering kontrol. Untuk memastikan bayi dan saya aman, sehat, dan tidak ada gangguan apapun pun jadilah saya rajin kontrol.

Selain itu, saya juga pengen tau di mana posisi IUDnya. Apakah menutupi bayi atau tersembunyi di mana. Kan kalau diperiksa pakai USG, bisa keliatan tuh posisinya.

Pas awal-awal hamil, masih ketauan posisi IUD ada di mana. Kadang di atas, di samping, maupun di bawah.

Tapi pas hamil masuk ke usia 5 bulan, IUDnya mulai gak kedeteksi alat USG. Ini karena ukuran bayi sudah membesar dan menutupi IUD.

Walau penasaran posisinya ada di mana, tapi akhirnya saya pasrah aja deh. Yang penting gak ada tanda-tanda membahayakan seperti pendarahan hebat.

Kalau ada pendarahan, segera ke IGD terdekat dan periksakan kondisi kandungannya.

Semua vitamin dan obat yang diberikan dokter dan bidan pun saya lahap habis. Ada Blackmores, Folamil Genio, asam folat, penambah darah dll.

Blackmores untuk ibu hamil
Salah satu vitamin yang saya konsumsi selama hamil

Melahirkan Bayi dan IUD Berbarengan

Alhamdulillah kehamilan berjalan dengan lancar. Hanya ada beberapa masalah yang dihadapi ketika hamil anak ketiga yang lalu. Salah satunya sakit gigi saat hamil. Ini menganggu sekali 🙁

Sampai usia kehamilan pas 40 minggu tanda-tanda melahirkan mulai muncul. Seperti muncul flek darah warna merah pekat, muncul gelombang cinta alias kontraksi yang tidak berhenti-henti, pinggul sakit, dan ada dorongan untuk mengejan.

Saya dan suami segera pergi ke bidan langganan kami. Memang kami memutuskan untuk melahirkan di bidan karena sudah cocok dengan beliau. Selain itu, tidak ada kondisi gawat lain yang mengharuskan saya melahirkan di rumah sakit.

Tidak lama setelah kami sampai rumah bidan, saya  di VT dan ternyata sudah pembukaan 3.

Sambil menunggu pembukaan lengkap, saya jalan-jalan di dekat rumah Bu Bidan ditemani suami.

Pulang dari jalan-jalan, diperiksa lagi dan ternyata udah pembukaan 10. Langsung saya disuruh menuju ruang tindakan.

Perkiraan biaya melahirkan di RS Humana Prima Bandung
Kondisi kamar di ruang utama RS Humana Prima Bandung yang langsung menghadap ke taman

Alhamdulillah persalinan anak ketiga ini agak lancar. Setelah mengejan beberapa kali, lahir bayi laki-laki dengan berat 3,7 kg dan panjang 52 cm.

IUD juga berhasil dikeluarkan bersama lahirnya plasenta setelah bayi keluar. Saat lahiran ini, Ibu Bidan langsung menunjukkan si IUDnya ke saya. Alhamdulillah IUDnya keluar juga, tidak menempel di bayi tapi di bagian belakang plasenta.

Setelah melahirkan, saya ada pendarahan sih lumayan banyak pasca persalinan. Keluar banyak darah berliter-liter. Saya sampai lemas.

Untungnya ibu bidan dan asistennya sigap. Saya dikasih obat yang dimasukkan via suntikan infus di tangan, ada juga yang lewat injeksi di paha. Cukup deh pengalaman melahirkan normal ketiga kalinya.

Kondisi Bayi Saat Ini

Saya bersyukur banget tidak ada kondisi gawat darutat selama saya hamil dengan IUD yang masih di dalam.

Bayi ketiga saya juga sekarang tumbuh sehat tanpa suatu kekurangan apapun. Sekarang usianya sudah 25 bulan. Perkembangan sudah sesuai dengan kriteria tumbuh kembang anak seumurannya.

mens setelah nifas
Hegar usia 12 bulan

Buat teman-teman yang mungkin saat ini tengah galau menghadapi takdir Allah dengan KB IUD bisa hamil, percayalah bahwa Allah sudah menetapkan hal terbaik untuk keadaan ini. Walau awalnya saya galau tapi lama-lama bersyukur dengan anugerah indah ini.

Tetap konsultasikan dengan dokter kandungan/bidan untuk kehamilan dengan KB spiral ya. Komunikasi dan kerja sama yang baik dengan suami juga diperlukan supaya tetap tenang dan kuat selama menjalani masa kehamilan ini.

Baiklah teman-teman, itu aja ya sharing pengalaman saya yang hamil dengan IUD atau KB spiral. Semoga bisa membantu.

Apabila teman-teman mengalami kondisi yang sama dengan saya dan ingin berbagi cerita, bisa kirim email ke saya di afibriyanti@gmail.com atau bisa juga DM saya di Instagram saya @armitafibri.



7 Komentar

  • Untari

    Selamat mba, sebuah kepercayaan dari Yang Maha Kuasa ya. Bener emang yang namanya alat buatan manusia bisa aja gagal. Tapi harus disyukuri banget. Dan semoga aku bisa nyusul testpack garis dua walaupun tidak pernah Kb tapi belum direstui untuk dapat momongan lagi nih

  • Kanina

    Saya googling dan ketemu blog ini.
    Terus terang sy juga sdg H2C. Pake Iud sudah 2thn … baru kali ini sy telat mens pdhl bisanya teratur … bisa ditanggal yg sm tiap bulan atau paling gak maju mundur selisih sehari dua hari

    Skrg saya dah telat ada 2minggu. Belom berani tespek bun … huaaa gak siap … tp sy merasa ada gejala persis sprti hamil muda anak2 sy dulu

    • Armita Fibriyanti

      Sama Bun, awal-awal telat haid saya juga takut tespek. Takut hasilnya positif karena saya gak siap punya anak lagi.
      Semangat ya Bun, semoga hasilnya yang terbaik nanti 🙂

  • Fanny_dcatqueen

    Waduuuh mba, aku baca ini agak ngeri jadinya. Soalnya pake IUD juga dan ga kepengin hamil lagi -_- . Dan aku kayaknya hrs check up lagi iud ku deh. Setahun sekalian hrs dicek. Jgn sampe bobol 😀

    Dulu pas pasang aku ga tahu rasanya. Krn aku dipakein iud, selesai Cesar. Bayinya kluar, dokterku lgs pasng iud. JD masih ada bius, aku ga tau rasanya gimana :p. Ntr kalo udh waktunya ganti, baru deh ngerasain :D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.