Survei Biaya Melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung

Survei Biaya Melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di akhir masa kehamilan ketiga ini. Memasuki minggu-minggu tenang (udah kayak ujian aja ya) menjelang persalinan, sambil nunggu sinyal baby launching, mau aku manfaatkan dengan hal-hal produktif dan positif ah. Salah satunya adalah update blog. Biar nanti kalau bayi lahir dan aku gak sempat nulis blog, setidaknya ada tulisan terbaru yang nongkrong cantik di blog ini. Wekekek.

Oke, di kehamilan usia 37-38 minggu, aku baru melakukan hospital tour alias keliling rumah sakit di Bandung survei biaya melahirkan untuk persiapan persalinan anak ketiga. Kenapa baru sekarang surveinya, Sis? Iya, maaf, maaf. Baru sempat euy. Harusnya survei dilakukan pas awal trimester 3 kemarin, tapi sayanya gak sempat alias bagi-bagi waktu untuk menyelesaikan kerjaan dokumen terjemahan yang deadline akhir November kemarin.

Baca: Awal Mula Menjadi Penerjemah

Untunglah dokumen terjemahan sudah selesai dan invoice juga sudah dikirimkan. Langsung cair pula. Alhamdulillah. Bisa dipakai buat tambahan biaya melahirkan.



Karena pekerjaan terjemahan tersebut sudah selesai, jadi aku bisa lebih lega dan tenang survei rumah sakitnya. Gak pengen buru-buru pulang buat ngetik. Selain itu, ini juga persalinan anak ketiga. Jadinya aku sudah punya gambaran gimana sih persalinan itu, berapa biayanya, dan rumah sakit mana yang kami incer buat persiapan lahiran nanti.

Salah satu rumah sakit yang kami kunjungi adalah Rumah Sakit Al Islam Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta No. 644 Bandung. Sebenarnya, aku dan suami prefer melahirkan di bidan tempat dulu aku melahirkan anak pertama dan kedua. Namun untuk jaga-jaga in case ada kasus emergency yang memerlukan intervensi medis, kami pilih melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung sebaagai plan B.

Baca:

Pertimbangan mengapa memilih melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung:

  1. Lengkap karena RSAI ini termasuk RS dengan tipe B. Kalau butuh ruangan NICU, bisa langsung di sini. Seperti dulu pas kasus melahirkan anak pertama yang butuh NICU, langsung dirujuk ke sini. Jadi gak bolak-balik ke rumah sakit lain.
  2. Dekat dan terjangkau dari rumah. Yah meskipun gak dekat-dekat banget, tapi masih bisa ditempuh dengan mobil dalam 30 menitan.
  3. Bidan tempat saya biasa periksa dan melahirkan sebelumnya, praktek juga di RS Al Islam ini.
  4. Sudah ada pengalaman merawat anak pertama di sini sebelumnya.
  5. Bernuansa islami, bisa IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan rooming in (rawat gabung antara ibu dan bayi).

Perkiraan Biaya Melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung

Baju Khusus Ibu Hamil
Hamil 37-38W, perut udah mau merosot aja nih

Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung menjadi salah satu alternatifnya. Meski kami juga survei rumah sakit lain. Nah, waktu awal Desember 2018 kemarin, aku survei biaya melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Di bagian informasi RSAI, tersedia lengkap informasinya. Petugasnya juga ramah memberikan informasi seputar biaya persalinan di RSAI ini berikut dengan foto ruangannya serta fasilitas apa saja yang akan didapatkan oleh pasien.

Baca: Dokter Kandungan Perempuan di Bandung

Di bagian informasi RSAI, sudah tersedia kertas lembaran informasi biaya melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Namun ternyata pas aku foto hasilnya ngeblur dan berbayang. Dilihatnya gak cakep dan kurang informatif. Kan kasian teman-teman yang barangkali sekarang lagi cari informasi perkiraan biaya persalinan terbaru di Bandung gak dapat informasi yang jelas. Makanya ini aku tulis ulang di Excel ya, biar biaya melahirkannya bisa terlihat jelas.

berapa biaya persalinan
Perkiraan biaya melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung tahun 2018

Biaya partus atau persalinan tersebut di atas, sudah termasuk fasilitas perawatan sebagai berikut:

  1. Tindakan di ruang VK atau ruang OK.
  2. Ruang perawatan ibu dan anak selama 3 hari
  3. Visit dokter ibu dan anak selama 3 hari
  4. Obat-obatan
  5. Laboratorium: cell counter, bilirubin, golongan darah, HBsAG, dan urin
  6. Tindakan keperawatan: injeksi, breast care, vulva hygiene, pasang infus, peng darah vena, perawatan tali pusat, hypotiroid screening, dan pemeriksaan NST.
  7. Sewa alat: radian warmer, suction, fototerapi.
  8. Resusitasi neonatus
  9. Senam nifas.

Untuk biaya kuretase, sudah termasuk fasilitas perawatan sebagai berikut:

  1. Tindakan di ruang VK,
  2. Ruang perawatan,
  3. Laboratorium: cell counter, HbsAg, PA kecil,
  4. Tindakan keperawatan: injeksi, pasang infus, peng darah vena, pasang laminan stiek.
  5. Obat-obatan.

Biaya melahirkan tahun 2018 ini, kalau aku bandingkan dengan tahun aku melahirkan anak pertama dan anak kedua mengalami kenaikan. Ya iyalah, biaya dimana-mana naik. Pas dulu melahirkan anak pertama tahun 2013, biaya melahirkan secara SC sekitar 12 juta untuk kelas VIP. Tahun 2015, melahirkan dengan metode SC biayanya di RSAI sekitar 17 juta. Dan sekarang di tahun 2018, biaya melahirkan sesar di RS Al Islam sekitar 21 juta. Tahun 2019 pasti biaya melahirkan di RS Al Islam juga naik. Hitung saja kenaikannya sekitar 10%.



Aku kan Desember 2018 ini akan melahirkan anak ketiga. Yang mana kalau melahirkan anak ketiga, anak pertama dan anak kedua nasibnya juga harus dipikirkan. Mereka tidak mungkin aku tinggal di rumah berdua aja karena di rumah tidak ada orang yang bisa dititipi. Kami gak punya pengasuh atau ART. Orang tua di Purworejo dan sedang ada acara sampai pertengahan Desember. Tidak mungkin ke Bandung dalam waktu dekat. Mertua juga sudah tua dan repot karena ada cucu lain juga. Mau gak mau, kedua anakku juga nanti harus dibawa saat melahirkan anak ketiga. Kalau mepet banget, paling nitip ke tetangga. Kemarin udah bilang sih ke tetangga kalau emergency mau nitip anak-anak.

Di Rumah Sakit Al Islam Bandung, pas kemarin tanya-tanya, anak-anak boleh dibawa masuk ke ruangan rawat asal kelas rawat yang dipilih adalah kelas VIP karena satu kamar untuk satu pasien. Tidak share ruangan dengan pasien lain. Alhamdulillah, kalau bisa bawa anak. Aku mah sedih kalau mereka pisah sama aku nanti. Hiks. Mulai deh melow.

Melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung Bisa Pakai BPJS

Biaya Melahirkan di Bandung
Poliklinik di RS Al Islam Bandung

Nah rencananya aku kan nanti mau melahirkan pervaginam di bidan (aamiin ya Allah) karena sampai tulisan ini di-publish, kondisi kehamilanku baik-baik saja. Sudah konsultasi juga dengan dokter langgananku bahwa Insya Alalh aku bisa melahirkan pervaginam dibantu dengan bidan. Tidak ada indikasi medis harus lahiran cesar karena jujur aku takut sekali kalau harus lahiran SC. Alhamdulillah dokterku ini support banget aku lahiran normal.

Di bidan tempat aku rencana nanti mau melahirkan, memang sekarang tidak kerja sama lagi dengan BPJS. Tapi katanya karena aku ini bakal melahirkan ketiga kalinya di sana, aku bisa dapat potongan senilai klaim BPJS (sebesar Rp 600.000). Lumayan banget kan. Tadinya biaya melahirkan di bidan Rp 2,1 juta. Tapi karena dapat potongan, aku cukup bayar Rp 1,5 juta saja. Asyiiik.

Kalaupun pas nanti melahirkan di bidan ada masalah dan harus dirujuk, plan B kami adalah ke Rumah Sakit Al Islam. Di RSAI ini, terima juga BPJS. Semoga nanti BPJS bisa bantu biaya melahirkan ya. Tapi sih semoga tidak ada kendala berarti, aku bisa melahirkan lancar, sehat, dan selamat baik aku maupun bayiku. Aamiin.

Baca: Melahirkan dengan Bantuan Dana BPJS

Untuk bisa pakai BPJS di Rumah Sakit Al Islam Bandung, aku harus masuk ke IGD (instalasi gawat darurat). Ada rujukan dari Faskes 1 (bidan tempat aku melahirkan) dan saat dilakukan pemeriksaan di IGD memang ada indikasi gawat darurat oleh dokter jaga.

Kalau secara administrasi, kelengkapan dokumen BPJS yang harus diserahkan sebagai berikut:

  1. Fotokopi kartu BPJS Ibu bayi.
  2. Fotokopi KTP suami istri.
  3. Fotokopi buku nikah.
  4. Fotokopi kartu keluarga.
  5. Surat rujukan dari Faskes 1 (bidan)

Ohya, aku kan tipe BPJSnya BPJS Askes (suamiku PNS) jadi yang saat ini terdaftar baru aku aja. Bayiku belum terdaftar BPJS. Menurut bagian informasi di Rumah Sakit Al Islam, kalau nanti ada indikasi medis dan bayi perlu penanganan lebih lanjut, bayiku bisa didaftarkan ke BPJS begitu lahir. Status kartu BPJS bayi juga bisa langsung aktif, tidak harus menunggu 14 hari kerja dulu.

Oke deh teman-teman, sementara itu dulu ya update blog hari ini tentang perkiraan biaya melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung tahun 2018. Aku masih punya list biaya melahirkan di beberapa rumah sakit lain di Bandung. Kami sempat survei biaya melahirkan di RS Humana Prima Rancabolang, RS Hermina Arcamanik, RS Harapan Keluarga Cipacing Rancaekek, dan Klinik Bersalin Bunda Nanda Cipadung. Nanti akan aku tuliskan menyusul ya. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu di tulisan berikutnya ya.

Baca:

Doakan persalinanku yang ketiga ini lancar ya. Udah mulai kontraksi palsu nih 🙂

Baca: Tanda-Tanda Melahirkan yang Wajib Diketahui



19 thoughts on “Survei Biaya Melahirkan di Rumah Sakit Al Islam Bandung”

  1. Teteh lancar-lancar ya i feel u banget jauh dari anak dan ortu tapi untung mertuaku deket anak sulung kutitip tapi tetep kefikiran :p

    temenku ada yg jadi perawat di RSIA ini emang nuansanya islami banget waktu aku anterin temenku ini kerja hehehe kerajinan yak aku sampe anterin temen kerja 😀

    • Iya, makasih doanya ya Sandra. Semoga nanti aku bisa melahirkan di bidan dekat rumah yang biayanya ramah di kantong 🙂

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.